Terbang ke Milan, Lihat Langsung Kawasaki Verys 1000 Keluaran 2019

Kawasaki Versys jadi satu pilihan lain buat yang suka sama tunggangan touring. Nah, Kawasaki Versys 1000 keluaran tahun 2019 sudah dipamerkan langsung di Milan.

 

Bro Ron dari DuniaMotor.com mencicipinya langsung di berbagai sudut. Mulai dari warna, lampu, sampai seperti apa rasanya duduk di joknya. Lampunya pun jadi perhatian pertama Bro Ron waktu melihat Verys 1000.

“Model lampu yang terbenam di motor ini mirip sama Ninja 650 2017, Ninja 250Fi 2018, dan juga Ninja ZX636R 2019. Sepertinya ciri khas model model Kawasaki ke depannya akan serupa,” kata dia.

Dua motor yang dicoba adalah Versys 1000 SE dan Versys 1000. Untuk warna, hijaunya kini disebut lebih gelap daripada sebelumnya. Yang SE sendiri punya pilihan warna hijau dan abu-abu.

Pada motor display ini juga terdapat side box, tetapi belum diketahui apakah ini bawaan pabrik. Namun ada sisi menarik dari bagian ini.

“Side box ini juga sudah memiliki dudukan khusus jadi bukan lagi memakai bracket. Prinsip ini juga sudah digunakan di Ducati Multistrada. Sementara penyangga boks belakang kemungkinan aftermarket,” ujarnya.

“Dudukannya khusus jadi bukan lagi memakai bracket”

 

Dashboard pun sudah semi-digital. Ada layar digital untuk speedometer. RPM-nya masih analog, tetapi informasi temperatur sudah digital untuk keterangan suhu mesin dan suhu udara sekitar. Keterangan digital lainnya berupa jam.

“Setangnya mirip versi lama. Grip-nya sudah memiliki pemanas. Sudah ada cruise control, tetapi belum bisa dipastikan apakah fitur ini akan masuk untuk yang di Indonesia. Biasanya, cruise control tinggal diaktifkan dan diset maka gas akan tertahan. Ini artinya sudah drive by wire,” kata dia.

Untuk Versys 1000, motor ini juga memiliki dua pilihan warna. Ada orange dan putih. Yang warna putih juga memiliki pegangan boks samping. Vesys 1000 ini sudah dilengkapi ABS dan sudah double disc. Suspensinya pun berkesan buat Bro Ron.

“Suspensinya juga terlihat empuk karena langsung merespons saat coba diduduki. Sementara itu, ban standarnya dari Bridgestone Battlax. Kakinya menggunakan arm ganda yang menjadi ciri khas motor touring,” ujarnya.

Versys yang dipamerkan ini sudah banyak dilengkapi aksesori orisinal Kawasaki, termasuk tambahan foglamp dan frame slider (pelindung tambahan saat jatuh). Lalu lampu seinnya terlihat detail dan terkesan futuristik. Ini pastinya sudah yang blinking dan bukan rolling.

“Soal warna, karena tersorot langsung lampu dari atas, aksen metaliknya terlihat sekali seperti pada Emerald Blaze Green (hijau) di Versys 1000 SE,” ujarnya.

 

“Suspensinya juga terlihat empuk
karena langsung merespons saat coba diduduki.”

 

Bagaimana rasanya waktu duduk? Bro Ron lalu mengambil ancang-ancang. Ia bilang kalau penilaiannya sudah punya perbandingan karena dirina dulu memakai Versys waktu touring di Thailand.

“Rasanya ketika diduduki nyaman banget. Mau jalan 1.000 km per hari pun rasanya akan nyaman. Postur bodi saya bisa tegak, sama sekali tidak mengarahkan untuk bungkuk. Saya sendiri sudah pernah touring di Thailand naik Versys 650. Yang itu saja rasanya sudah nyaman sekali. Yang ini 1.000 cc sehingga yang pasti punya tenaga cukup untuk nge-gas,” beber Bro Ron.

Versys 1000 standar ini juga sudah dilengkapi cruise control dan KTRC (Kawasaki Traction Control). Di Dashboard-nya sudah terdapat power outlet, tetapi entah mengapa di tahun 2018 masih ada yang membuat power outlet untuk soket model lama.

“Padahal semua kabel charger sekarang sudah bermodel USB. Sementara power outlet model lama berarti mengharuskan pemakai membeli colokan adapter USB khas pemantik rokok mobil baru kemudian bisa digunakan untuk charging dengan kepala model USB,” tambahnya.

Satu cerita unik yang bisa didapatkan saat pameran. Bro Ron menyayangkan bagaimana kondisi motor ini ketika menghadapi banyak sekali pengunjung.

“Seperti inilah kondisi di pameran. Saya menemukan goresan sepatu di bagian boks motor. Mungkin karena orang yang bukan biker cara naiknya pun sembarangan sebab kurang memperhatikan area yang ia pijak. Mungkin cuma ingin foto atau lainnya,” tutupnya.

 

– Daftar Harga Kawasaki Klik di Sini
– 
Video Review Langsung di Milan Klik di Sini

 


BMW Indonesia Luncurkan Skutik Seharga Fortuner Seken

Bentuknya bisa dibilang sangat provokatif. Sudut area kakinya terlampau menjorok. Efeknya pun memancing penyuka sikap rebah-rebahan untuk segera naik.

Tapi garis-garisnya juga serba kotak dan robotik yang kombinasi sudut-sudutnya bisa disimpulkan agresif. Maka, hasilnya adalah paduan unsur yang unik. Rebah-rebah malas, tapi agresif. Malas waktu kejebak macet tapi juga mau terlihat agresif.

Begitulah desain dasar dari skutik baru C400X dari BMW Motorrad yang di Indonesia digawangi PT Maxindo Moto Nusantara buat skutik terkecil–yang tidak kecil-kecil amat–karena bermesin 350 cc ini.

Kunci kesan rebah-rebah malas alias santai itu terlihat dari tarikan garis bodi di belakang sepatbor. Desainernya bikin garis yang berlawanan arah dan bikin area kaki terkesan panjang sekaligus mau jatuh.

Di situ, kaki bisa agak berselonjor, dan sisi lain BMW Motorrad tetap menjanjikan kestabilan maksimal yang secara tradisi sudah melekat di merek Bavaria ini.

“BMW C400X ini bisa menjadi salah satu solusi akan kemacetan di dalam kota,” kata Joe Frans selaku CEO dari PT Maxindo Moto Nusantara selepas acara peluncuran.

Solusi itu bukan cuma dijawab melalui desain yang berpengaruh pada kesan dan posisi duduk. Soalnya, banyak fitur mewah lain terpasang di sana. Misalnya BMW Motorrad Connectivity.

Fitur itu bikin penunggangnya bisa menghubungkan smartphone ke layar skutik yang bertipe TFT (thin film transistor). Jadi, telepon langsung ke headset (sudah langsung dapat) bisa dilakukan. Begitu juga mendengarkan musik. Ini bisa jadi menu waktu bingung terjebak macet atau menunggu lampu merah lebih dari semenit.

Skutik yang bisa dilihat langsung di Jl TB Simatupang No100, Jakarta Selatan, ini pakai mesin empat katup water cooled yang setelannya overbore supaya langsung tancap gas di awal dengan bore 80 mm x stroke 69.6 mm.

Dayanya 34 hp pada 7.500 rpm asal patuh dengan aturan RON bensin 95 yang semuanya sudah diatur ECU BMS-E2 digital engine management yang plus mengatur kerja ABS untuk rem cakram double di depan dan single di belakang.

Waktu gas dipuntir, maka swingarm double aluminum-nya akan bekerja bareng double springs struts yang disertai adjustable preload. Jarak main suspensi depannya sendiri 110 mm sementara yang belakang 112 mm.

Skutik yang bisa tahan diduduki sampai 405 kg ini dijual dengan harga Rp 259 juta off the road atau kira-kira setara Fortuner seken.

 

 

Daftar Harga Skutik Gede: Cek di Sini 

 

 

 


Racun Halus, 3 Knalpot Italia Zard Buat yang Doyan KTM, Royal Enfield, Kymco

Racun Halus, 3 Knalpot Italia Zard Buat yang Doyan KTM, Royal Enfield, Kymco

Masuk ke pasar Indonesia dengan harga spesial, knalpot-knalpot Italia terkenal sama pengalamannya di lintasan balap. Tapi akhirnya, produk mereka turun ke aspal.

Mereka bikin pakai material yang kuat dan enteng. Kuat jadi faktor penting karena enggak gampang korosi. Kalau soal enteng, pastinya bobot terpangkas sekian kilogram. Artinya motor jadi lebih enteng selamanya dibanding biasanya.

Model-modelnnya pun unik. Mereka juga bikin pakai stainless steel AISI 304 (salah satu yang paling berkualitas saat ini) buat tabung, paduan serat karbon, dan bahan keramik yang tahan sampai 1.000 derajat celsius.Zard sendiri bikin buat tiga merek di atas. Tapi KTM punya dua model populer di Indonesia. Jadi yah pilihannya dibagi 4 saja ya. Oke deh, silakan cek pilihan model-modelnya di bawah ini.

1. Buat KTM Duke 125/200Racun Halus, 3 Knalpot Italia Zard Buat yang Doyan KTM, Royal Enfield, Kymco
Zard bikin knalpot spesial buat tipe ini dengan nama V2 Version. Bagian luarnya punya pelindung panas yang memakai bahan atau material karbon OEM.

Bobot menurut hitungan legalnya di Italia 2,4 kilogram. Meskipun enteng, perajin di Zard sudah membuat unit ini lebih keras dibanding knalpot bawaannya. Tujuannya buat antisipasi peningkatan torsi dan power.

2. Buat KTM RC 125/200

Racun Halus, 3 Knalpot Italia Zard Buat yang Doyan KTM, Royal Enfield, Kymco
Berhubung KTM RC punya fairing, model knalpot Zard yang merupakan jenis Penta ini dibikin lebih ringan lagi. Bobot silincer-nya cuma 1,7 kg.

Perajin di Zard juga bikin unit ini lebih keras dibanding knalpot bawaannya. Soalnya, mereka punya pertimbangan respons motor saat dibawa pada tarikan 4.000 dan 6.500 rpm. Lantas hasilnya menurut data bisa tambah daya mesin KTM RC 1,5 HP dibanding perhitungan standar pabrik.

3. Buat Skutik Kymco – Xciting 

Racun Halus, 3 Knalpot Italia Zard Buat yang Doyan KTM, Royal Enfield, Kymco

Pemakai skutik gede Kymco adalah pemakai yang loyal di Indonesia. Ini termasuk untuk model Xciting yang secara cc sebenarnya jauh di atas skutik gede pada umumnya.

Zard juga bikin knalpot (silincer) khusus ini dari jenis Penta. Komposisinya memakai material baja-aluminium hitam dengan DB killer yang bisa dicopot-pasang. Beratnya juga cuma 2,1 kg dan sudah diperkeras dengan hasil akhir tambahan 2 HP dari standar.

4. Buat Royal Enfield Bullet 350-500 

Racun Halus, 3 Knalpot Italia Zard Buat yang Doyan KTM, Royal Enfield, Kymco

Royal Enfield Bullet 350-500 masuk Indonesia buat mereka yang doyan model klasik. Makanya juga, Zard Italia bikin model klasik yang namanya “Conical”.

Prinsip enteng masih diemban sama Zard karena bobot silincer-nya cuma 2,1 kilogram. Mereka juga bikin knalpot ini lebih keras dari model standarnya dengan tambahan power 2 HP.

 

 

 

 

 

 

 


Knalpot Carbon Buatan Indonesia Luncur… Langsung Dipakai Balapan Asia

Indonesia punya knalpot karbon dari ProLiner yang peluncurannya dibarengi dengan penandatanganan kerja sama dengan tim roadrace kenamaan, Kaboci.

Knalpot karbon ini asli diproduksi di Indonesia dan merupakan generasi lanjutan dari ProLiner TR1 yang diberi nama TR2 dengan fokus sepeda motor balap kelas 150 cc.

Marcell yang merupakan Direktur PT Enwan Multi Partindo sebagai rumah dari ProLiner dan juga knalpot premium R9 mengatakan kalau knalpot ini akan terpasang di tim yang akan turun dalam balapan di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019. Tujuannya supaya turut mewangikan nama Indonesia, terutama karena knalpot ini diproduksi di Indonesia.

“ProLiner produk 100 persen Indonesia. Pasarnya juga keluar negeri, termasuk Eropa (Vietnam, Kamboja, Malaysia, Filipina, Korea, dan yang terjauh di Yunani). Hari ini kami kerja sama dengan tim Kaboci untuk menunjukkan pembuktian bahwa produk kita tidak kalah dengan luar,” kata Marcell.

Sebagai produk Indonesia, jaminan kualitas yang diutarakan oleh Marcell bisa ditilik dari penerapan standar ISO. Dalam hal ini, produksi tersebut sudah melalui pengawasan dalam hal kualitas.

“Kami sudah ada ISO. Ini artinya secara kualitas sudah diawasi pemerintah,” kata Marcell yang lalu juga menyebut bahwa untuk tingkat dunia, R9 sebagai sudara premium dari ProLiner sudah pernah dipasang di Moto3. Sementara nama ProLiner sendiri tertera di motor Monster Yamaha dan selanjutnya Honda Repsol di kelas MotoGP.

 

“Hari ini kami kerja sama dengan tim Kaboci untuk menunjukkan
pembuktian bahwa produk kita tidak kalah dengan luar”

 

Bicara soal knalpot, TR2 yang berarti Titanium Look Racing 2 itu sendiri dikembangkan bersama dengan rider tim yang diasuh oleh Acos Lalang dengan mengusung rider Richard Taroreh dan Murrobil Fathoni (Robby Sakera).

“Tidak ada rider yang mau di belakang, tapi semua mau yang terbaik. Target podium. Perihal knalpot, yang jelas sangat bantu tenaga motor, dan juga ada selera dari rider untuk pilih knalpot. Saya bantu setting yang terbaik,” kata Richard yang tahun ini merupakan tahun kedua baginya di ARRC.

Apa saja yang baru di knalpot TR2? Pertanyaan ini pun dijawab oleh Akip selaku Manajer Marketing PT Enwan Multi Partindo. Yang pertama, dari sisi desain. TR generasi pertama memakai model bambu runcing di bagian belakangnya. Sementara penggunaan nama juga berbeda karena tidak lagi pakai emblem.

“Emblemnya kalau dulu rivet kadang bisa copot. Yang ini kami tanam di dalam dan pasti tahan panas karena sudah kami tes di Sentul. Kami sudah tes lebih dari 10 lap. Baik carbon, branding, tidak ada permasalahan,” kata dia.

Aco dari R&D ProLiner menjelaskan bahwa end cup-nya punya diameter 94 mm, sementara ukuran mangkok tengahnya 73 mm. Adapun lehernya menggunakan bahan stainless steel satu lapis.

“Nilai HP awalnya sendiri 23 Hp. Namanya mau naikin HP, pasti liat motor dulu. Kami tidak serta merta tempel ke mesin motor lalu bahas mau naik berapa (HP). Kenaikannya sendiri 1,2 HP dari sebelumnya secara standar. (Setelah setting) tim Kaboci naiknya 2 HP,” tambahnya.

 

“Yang ini kami tanam di dalam dan pasti tahan panas
karena sudah kami tes di Sentul.”

 

Yang menarik, knalpot ini juga akan dijual secara bebas. Akan tersedia untuk motor sport 150 cc dan 250 cc baik yang panjang maupun yang pendek. Akip lalu menyebutkan harga jual HET.

“Silencer panjangnya 25 cm dan short 20 cm. Yang 250 cc long sekitar Rp 2,97 juta sementara yang short Rp 2,75 juta. Untuk kelas 150 cc yang long Rp 2,53 juta, sedangkan yang short Rp 2,31 juta. Dengan bahan carbon, harga ini sangat-sangat terjangkau. Saat ini sedang produksi. Awal bulan sudah bisa didapatkan,” kata Akip.

 

 

DAFTAR HARGA KNALPOT: KLIK DI SINI

 

 

 

 


Apa Bedanya Knalpot Slip-On, Full System, Muffler, Silincer, Header, dan DB Killer?

Apa Bedanya Knalpot Slip-On, Full System, Muffler, Silincer, Header, dan DB Killer?

Knalpot branded sekarang mudah dijangkau tangan karena gerai-gerai seperti DuniaMotor.com menawarkan beraneka rupa produk yang sebagian besar diimpor dari wilayah Eropa ini.

Nama-nama knalpot tersebut sering banget terbaca di tubuh motor MotoGP dan balap internasional lainnya, mulai dari LeoVince, Akrapovic, Remus, sampai SC Project.

Materialnya jelas sesuai sama daftar harganya. Tapi masalahnya, istilahnya juga bermacam-macam.  Ada istilah slip-on, full system, muffler, header, sampai DB killer. Buat yang belum tahu, coba simak pembahasan di bawah ini.

 

1. Slip-on, Silincer, Muffler

Ketiga istilah ini sebenarnya tertuju ke benda yang sama. Satu selongsong berukuran lebih besar di bagian belakang, itulah yang dimaksud dengan slip-on, silincer, dan muffler.

“Slip on yang di belakangnya. Kalau dalam bahasa umum, bagian di belakang itu namanya silincer (muffler). Kalau bahasa resminya itu body muffler. Slip on itu istilah kalau knalpot itu cuma separuh (cuma muffler dan bukankeseluruhan sampai pipa ke mesin),” kata Ketut dari DuniaMotor.com.

Muffler dan silincer sesuai sama namanya memang berperan untuk meredam suara meminimalkan efek polusi udara dan suara. Sementara slip-on jadi istilah yang dipakai sebagai produk tambahan aftermarket. Pasalnya, kadang orang bisa beli bagian muffler yang siap dipasangkan dengan mudah. Di sinilah istilah yang dipakai adalah slip-on. Cocoklah sama yang suka gonta-ganti suara.

Cek Bentuknya di Sini

 

 

2. DB Killer

DB Killer umumnya kecil dan berbentuk seperti sebuah cicin yang fungsinya menjaga suara knalpot motor.

“Fungsinya untuk mengontrol noise. DB berarti desibel. Beberapa knalpot dipasangi tulisan keterangan mengenai DB killer, tetapi lebih jelas lagi kalau manual book-nya, termasuk batasan desibelnya. Soalnya ini terkait dengan aturan standar Euro,” kata Ketut dari DuniaMotor.com.

Kalau di knalpot LeoVince, cincin DB Killer ini terletak di ujung belakang knalpot. DB Killer memang biasanya terletak di belakang, tetapi sebagian merek Italia lainnya memasangnya di depan muffler. Bagian ini biasanya sudah tersedia di knalpot aftermarket yang dibeli.

Cek Bentuknya di Sini

 

 

3.  Header dan link pipe

Link pipe adalah pipa penyambung, dan header pun bisa bermakna sama. Ketut dari DuniaMotor.com bilang bahwa istilah ini terbagi dan menjadi umum untuk istilah moge dan istilah sepeda motor reguler.

Header ini juga dijual terpisah, dan ditujukan buat biker yang ingin memakai merek yang pastinya punya material spesial.

“Jadi kalau bicara motor besar, ada header lalu kemudian muffler. Tapi kalau bicara sepeda motor kecil reguler itu (bisa jadi) semua jadi satu. Kalau bisa dipisah itu nama untuk yang belakang disebut body muffler, sementara yang depan link pipe (yang kalau di moge dikenal dengan “header”).”

Cek Bentuknya di Sini

 

 

4. Knalpot full system

Nah, istilah ini ditujukan untuk knalpot yang bersifat satu set, dari header hingga bagian slip-on atau yang disebut silincer atau muffler-nya.

Kenapa pilih full system? Nah di sini menariknya. Secara tampilan saja, warna header serta silincer atau muffler-nya itu sudah sama karena satu tipe. Lalu karena dibuat satu rangkaian utuh sebagai satu sistem, maka pembagian bobot juga sempurna sesuai riset dan pengembangan si brand.

Efeknya, suara sesuai dengan yang dibuat oleh brand tersebut. Bobot tertata dengan baik karena material yang ringan tetapi kuat bikin motor jadi lebih enteng. Performa pun dengannya lebih baik.

Cek Bentuknya di Sini

 

 

 


3 Pilihan Knalpot Sport Buat Suzuki GSX150

3 Knalpot SPORT Buat SUZUKI GSX150 (Doyan agak nge-BASS? Masuk Pak Eko...)

Suzuki GSX150 jadi fenomena tersendiri setelah dulu brand ini punya tulang punggung Satria FU. Apalagi setelah Suzuki memutuskan buat balik ke MotoGP lewat tim Suzuki Ecstar yang kini digawangi Alex Rins-Joan Mir.

 

Deru di lintasan seperti terasa saat duduk di Suzuki GSX150. Motor kesayangan ini juga sekarang punya pilihan tipe yang sudah pakai rem ABS–sesuatu yang bukan cuma gengsi, tapi ada gunanya. Apalagi hari gini jalanan diisi urusan “motor sein ke mana, beloknya ke mana” sama “malas ah beli lampu rem”. Plus rintangan serba dadakan (lubang jalan + kendaraan main potong jalan).

Ya maklum. Suzuki GSX150 sudah pakai mesin DOHC empat katup injeksi. Jadinya, bukan cuma enggak kalah sama motor-motor sport lain, tapi lumayan banget larinya. Tipe mesinnya overbore (62,0 x 48.8 mm) yang di jalanan lengang-aman siap kabur di putaran menengah ke atas.Suara knalpotnya? Kalau mau cari yang aftermarket setelah puas sama suara tenor agak tinggi dari bawaannya, maka ada beberapa pilihan lainnya, seperti merek Leovince.

Brand knalpot kelahiran Italia ini sudah eksis sejak tahun 1954. Produksi pertamanya di Turin, dan di era modern zaman sekarang produk knalpotnya jadi andalan buat tim MotoGP.

Suaranya? Bisa kasih bass dan raw lebih dari knalpot bawaan GSX150. Lubangnya juga dibuat lebih gede supaya siap sama keluaran yang juga gede. Nah, pilihan knalpotnya bisa lihat tiga contoh di bawah ini.

1. Leovince GP Corsa Carbon 

3 Knalpot SPORT Buat SUZUKI GSX150 (Doyan agak nge-BASS? Masuk Pak Eko...)

Ciri utama dari GP Corsa Carbon selain pakai bahan karbon ori adalah ujungnya yang dipotong miring dan bikin dia punya tampang tajam alias agresif. Jadinya, knalpot dengan tabung berbahan karbon ini cocok banget buat yang suka gaya serba tajam.

Selain tampilan tajam yang terlihat dari bagian ujung dengan brushed finishing, tampilan luar bodi dibuat berkilap. Jadi paduan keduanya sudah bikin satu selera tersendiri.

Pengikatnya bersertifikasi (AISI 304) dan berbahan stainless steel plus karet peredam getar. Stainless steel AISI 304 salah satunya fokus sama perbaikan ketahanan terhadap korosi.

Soal bodi, kalau suka yang agak nge-bass bisa pilih yang pendek. Tapi kalau mau suaranya agak kalem bisa coba yang panjang.

CEK HARGA: DI SINI

2. Leovince GP Corsa Carbon Evo

3 Knalpot SPORT Buat SUZUKI GSX150 (Doyan agak nge-BASS? Masuk Pak Eko...)

Namanya juga Carbon, bahan yang dipakai juga karbon tapi yang ini asli alias original ya Gan. Serat karbonnya sendiri dibuat dengan dua lapis. Pengikatnya sendiri bersertifikasi (AISI 304) dan berbahan stainless steel plus karet peredam getar.

Bagian ujungnya pakai bahan technopolymer kelas khusus yang tahan suhu tinggi, sementara proses welding atau pengelasan knalpot yang full-system ini pakai sistem metal inert gas (MIG). Dan produsen sudah kasih pipa dengan lapisan scotch brite supaya tidak gampang kotor.

CEK HARGA: DI SINI

3. Leovince LV10 Stainless

3 Knalpot SPORT Buat SUZUKI GSX150 (Doyan agak nge-BASS? Masuk Pak Eko...)

Satu knalpot full system lainnya adaah Leovince LV10. Model ini artinya memang memakai bahan stainless steel tetapi dengan tampilan ala titanium. Bahan yang sama bukan cuma dipakai buat bodinya tetapi juga ujung. Semuanya tipe bahan stainless steel sertifikasi AISI 304.

Bagian ujungnya itu sendiri dibentuk dengan sistem sand-blast, dan finishing-nya matte dengan jaring-jaring di bagian ujung yang berfungsi buat melindungi dari kotoran masuk sekaligus ciri produk mereka.

CEK HARGA: DI SINI


5 Moge Honda Indonesia Meluncur di Bandung bareng Marc Marquez

MARQUEZ Pijak Lantai Bandros, 5 Moge HONDA Menggelinding di Pasaran


Lima moge terbaru dari PT Astra Honda Motor serta-merta meluncur di Bandung. Peluncuran ini bertepatan dengan datangnya rider MotoGP dari tim Repsol Honda, Marc Marquez.


Bukan cuma datang menghirup udara Bandung dan ambil bagian saat peluncuran lima moge, Marquez juga bertemu langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

 

Mumpung di Bandung, Marquez pun menjajal Bandros, bus tingkat kebanggaan kota tersebut. Kamera fans dengan leluasa mengarah ke Marquez karena sang rider aman menyapa dari atas bus unik bertarif Rp 20.000 yang sekarang sudah berjumlah 18 unit itu.

Rombongan sendiri saat itu menggunakan dua bus dan keliling sejauh lebih kurang 16 km. Bandros melaju dari Trans Studio Mall di Jalan Gatot Subroto, ditemani 100 bikers dari komunitas Honda CBR series dan Honda Big Bike Bandung.

Mereka menyusuri beberapa kawasan terkenal Bandung seperti Jalan Asia Afrika yang terkenal dengan gedung Merdeka, Jalan Braga, Fiaduck, dan Wastu Kencana. Mereka juga melintasi Jalan Merdeka, Dago, Dipati Ukur sebelum akhirnya berhenti di Gedung Sate.

 

“Yang terbaik adalah percaya dulu sama diri kita sendiri.
Jika memang sudah suka, maka kita harus mengikuti … “

 

Marquez pun sempat berfoto-foto di atas motor dengan Gubernur Ridwan Kamil. Selepasnya, ia sempat memberi wejangan yang ditujukan bagi pebalap-pebalap muda di Indonesia.

“Yang terbaik adalah percaya dulu sama diri kita sendiri. Lalu tetaplah fokus. Jika memang sudah suka, maka kita harus mengikuti impian kita. Hidupkan mimpi kita, punya support, lalu berusahalah yang keras untuk mendapatkan yang terbaik,” kata Marquez.

Wejangan Marquez mengiringi kehadiran lima motor gede (moge) baru. Lima motor meluncur, yakni Honda CB650R Neo Sport Cafe, Honda CB500X, Honda CB500F, dan Honda CBR500R.

Honda CB650R Neo Sport Cafe benar-benar suguhan baru. Sementara, Honda CB500X, Honda CB500F, dan Honda CBR500R punya fitur baru. Semuanya punya fitur assist slipper clutch supaya tuas kopling lebih ringan dan mengurangai efek engine break waktu penurunan gigi cepat.

“Kami harap kehadiran ini semakin menguatkan kecintaan masyarakat
terhadap jajaran produk big bike Honda.” 

 

Khusus untuk yang 500 cc, kini semuanya punya Emergency Stop Signal, panelmeter LCD dengan tambahan informasi gear position dan shift up indicator, sistem lampu full LED, aero fuel cap. Lantas kapasitas tangki masing-masing lebih besar, yaitu 17,1L (CBR500R dan Honda CB500F) dan 17,7L (CB500X).

“Kami berharap kehadiran big bike Honda yang didukung kuatnya layanan purna jual di jaringan Honda dapat semakin menguatkan kecintaan masyarakat terhadap jajaran produk big bike Honda,” kata Executive Vice President Director AHM Johannes Loman.

CB650R Neo Sport Café 

MARQUEZ Pijak Lantai Bandros, 5 Moge HONDA Menggelinding di Pasaran

Kalau sebut-sebut nama “Cafe”, itu artinya motor tersebut lagi coba-coba akrab sama masa kekinian. Biasanya yang namanya “cafe” identik dengan model-model sport klasik berbuntut tawon khas motor balap era 1950-1960-an. Tapi Honda menamainya “Neo”, jadi ya kira-kira seperti inilah wujudnya, alih-alih sekadar disebut naked sport.

Lampu depannya bundar tetapi sudah pakai LED. lensa bening pada lampu senja, lampu belakang, lampu sein sehingga menghasilkan pencahayaan yang modern.Sementara, suspensi depan inverted telescopic Showa 41 mm demi kenyamanan dan handling, dan belakang pakai lengan ayun aluminium.

Model ini juga telah dibekali assist/slipper clutch yang membuat tuas kopling menjadi lebih ringan dan mengurangi efek engine break. Dia juga punya ABS dan Honda Selectable Torque Control (HSTC). Sistem HSTC sendiri menyesuaikan tenaga mesin untuk mengoptimalkan torsi dan mengurangi selip roda belakang. Mesinnya 4 silinder 650cc DOHC menghasilkan power 66,5 kW/11.000 rpm dan torsi kuat 60,7Nm/8.000 rpm, dengan 6 perpindahan gigi.

Mesin itu bertumpu di rangka diamond steel berbentuk elips, sementara penyetelannya secara khusus lebih kaku di sekitar headstock dan lebih fleksibel di sisi spar. Posisi berkendara pun agak condong ke bagian depan, menempatkan pengendara dekat dengan roda depan.

Motor yang punya pilihan warna Candy Candy Chromosphere Red dan Graphite Black dibanderol OTR DKI Jakarta Rp 265.000.000.

Honda CB500X

MARQUEZ Pijak Lantai Bandros, 5 Moge HONDA Menggelinding di Pasaran

Satu yang baru di motor adventure ini adalah suspensi depan dengan travel yang lebih panjang, serta ukuran velg depan lebih besar yaitu 19 inci (ban depan 110/80-R19 dan ban belakang 160/60-R17).

Efeknya, ground clearance jadi lebih tinggi (181 mm) dan pastinya lebih enak saat menjelajah. Honda juga memasangkan tapered handlebars supaya feeling berkendara lebih baik.

Rem cakram depannya berbentuk wavy dengan ukuran 310 mm menggunakan piston caliper ganda sangat pas. Sementara, piringan rem belakang menggunakan ukuran 240 mm dan piston caliper tunggal.

Warna yang tersedia Grand Prix Red dan Mat Axis Gray Metallic harganya untuk OTR DKI Jakarta adalah Rp 158.000.000-Rp 163.000.000.

Honda CMX500 Rebel 

MARQUEZ Pijak Lantai Bandros, 5 Moge HONDA Menggelinding di Pasaran

Untuk motor ini, yang baru adalah pilihan warnanya, yakni Mat Fresco Brown dan Mat Axis Gray Metallic. Jadi, CMX500 Rebel punya dua pilihan warna baru selain Millenium Red
.
Gaya ban lebar dan siluet yang menurut Honda ala bobber ramping masih terlihat di motor ini, dilengkapi tangki mendongak 11,2 liter serta setang kemudi lebar sehingga pengendara duduk sempurna di atas motor.

Dengan tambahan dua warna baru, motor ini dipasarkan dengan harga on the road DKI Jakarta Rp 156.000.000.

Honda CB500F 

MARQUEZ Pijak Lantai Bandros, 5 Moge HONDA Menggelinding di Pasaran

Honda CB500F termasuk motor yang juga dipasangi tapered handlebar supaya mendukung feeling berkendara. Tambahan lainnya adalah shroud yang terbagi menjadi 2 bagian dengan sisi atas dengan aplikasi cat berwarna Mat Gunpowder Black Metallic.

Model ini dipasarkan dengan range harga OTR DKI Jakarta Rp 142.000.000 dan Rp 147.000.000.

CBR500R

MARQUEZ Pijak Lantai Bandros, 5 Moge HONDA Menggelinding di Pasaran

Nah, ini dia favorit rider sport fairing. Selain yang sudah disebutkan di atas, Honda CBR500R terbaru ini punya desain garis tajam dan setang yang terletak di bawah desain top yoke baru.

Desainnya masih agresif dan sport style mewarisi garis desain CBR1000RR. Motor yang sudah pakai ABS ini dipasarkan dengan rentang harga on the road DKI Jakarta Rp 150.000.000-Rp.155.000.000 dengan opsi warna Grand Prix Red dan Mat Axis Gray Metallic.

HARGA AKSESORI AFTERMARKET HONDA: KLIK DI SINI


Cerita Touring NMAX Bro Andi ke Sulawesi, Pulang-Pulang Cari XMAX

Bro Andi dari Yamaha NMAX Club Indonesia (YNCI) baru saja balik dari touring naik NMAX ke Sulawesi. Mulai dari beruntung punya skutik ABS, sampai melihat langsung bukan main manisnya tanah Sulawesi. Semua dirasakan dalam journey tersebut.

Pulang-pulang, Bro Andi langsung beli XMAX. Dia sih bilang kalau sebenarnya bingung juga mau punya NMAX sama XMAX sekaligus. Apalagi yang NMAX udah ganti kaki made in Austria. Nah, simak cerita selengkapnya di bawah ini.

 

Terik Tanjung Priok menyapa dari balik pelabuhan yang dipadati oleh sederet kapal besar yang bersandar. Hari itu, Bro Andi baru saja riding dari rumahnya dan menitipkan NMAX silver-nya ke petugas untuk ekspedisi menyeberang pulau dari titik di ujung Jawa ini ke Kota Makassar.

Sayang, kapal terkendala teknis di seberang pulau sana. Jadi si NMAX pun bertahan sampai di hari kemudian dijemput untuk perjalanan jauh. Bro Andi yang lantas terbang ke Makassar menunggu-nunggu, sampai lima hari, sebelum akhirnya perjalanan inti itu dimulai: tour Makassar-Bitung.

“Tour kali ini sebenarnya punya tujuan akhir ke Raja Ampat. Tapi bolak-balik kapal (dari Sulawesi tujuan Papua) batal berangkat. Ombak gede (sedang musim hujan). Padahal kapal sudah di-charter. Yang kerja kantoran yang jadi masalah (berbenturan dengan jadwal kerja), kalau kami kan usaha (perdagangan). Akhirnya ada yang enggak jadi berangkat,” kata dia memulai pembicaraan.

 

“Kami banyak chapter, jadi sering ditahan (diajak menginap) sehari dua hari oleh anggota-anggota di sana. Dijamu betul. Bingung nanti balasnya”

 

Bro Andi bercerita. Wilayah Sulawesi punya 22 chapter hanya untuk perjalanan dari Makassar ke Bitung. Karena punya teman sepersaudaraan sebanyak itu, sebentar-sebentar Bro Andi dan yang lainnya berhenti mampir. Tidak jarang satu sampai dua hari berhenti dan menginap di satu titik.

“Kami banyak chapter, jadi sering ditahan (diajak menginap) sehari dua hari oleh anggota-anggota di sana. Ada di Makassar, Maros, banyaklah. Nginep-nginep dulu. Ada yang di rumah, ada yang dibukakan kamar di hotel termasuk oleh perwakilan chapter yang juga pejabat-pejabat. Dijamu betul. Bingung nanti balasnya. *tertawa*. YNCI bisa dibilang terbesar di seluruh Indonesia. Total chapter-nya 200 lebih,” kata dia.

Bro Andi lalu bercerita, dulu pernah suatu kali 6.000 anggota YNCI datang ke suatu acara dan bikin penyelenggara kebingungan. Pasalnya, teman-teman klub si pengundang itu cuma 1.500 orang. He-he-he….

Balik ke perjalanan. Bro Andi yang punya nomor 086 sebagai chapter angkatan pertama ini berangkat dengan anggota lain, mulai yang berasal dari Bukitttinggi, Jakarta (diwakili dirinya dan Ketua Umum). Lalu ada pula perwakilan dari Sukabumi, Bandung, wilayah Jawa (Tengah/Timur), Bali, dan tentu saja dari Makassar sendiri sebagai tuan rumah. Totalnya 30-an orang.

Lupa pegal yang misterius

Sulawesi di mata Bro Andi punya jalanan yang bagus. Dari kota Makassar, tim touring menuju Maros sebagai permulaan.

“Ke Maros satu jam setengah dari Makassar, berhenti ngopi-ngopi dulu. Banyak juga teman-teman dari Brimob di sana. Ada Kaditlantas. Lalu jalan lagi ke chapter berikutnya sekitar tiga sampai empat jam, pas di pos polisi di daerah yang ada tugu lambang Makassar. Istirahat sejam, ngopi-ngopi, lanjut lagi sekitar empat jam ke Chapter Baru,” kata dia.

 

“Untung masih pagi. Jalanannya masih sepi. Kalau pas siang-siang atau sore sewaktu jalanan ramai, habis aku dihajar”

 

Perjalanan yang satu segmennya saja sudah empat jam itu memang terdengar aneh. Anehnya karena seolah Bro Andi cerita tanpa pakai urusan pegal-pegal. Dia berturtur dengan santai soal tujuan chapter demi chapter tersebut.

“Jalanannya enak, aman. Jalanannya bisa dibilang 90 persen mulus. Cuma memang mesti hati-hati karena kadang longsor. Dan di sana sedang berbenah, jadi banyak jalur yang buka-tutup,” kata dia.

Rupanya dia sudah ganti kaki-kaki NMax-nya pakai Ohlins. Dia lalu cerita sejak pakai itu, rasanya jadi berbeda. Duduk jadi lebih betah. Pulang touring pagi hari, sejam dua jam kemudian sudah lanjut ke tempat usaha.

Pemilik usaha di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ini mengganti shock depan dan belakang motornya menggunakan Ohlins yang dipesan langsung ke Bro Ron di DuniaMotor.com. Bahkan, waktu itu dia inden karena Bro Ron memesankan barang tersebut langsung ke Austria.

 

“Inden enam bulan. Langsung dipesan ke Austria…”

 

“Waktu itu aku langsung Inden Ohlins. Inden enam bulan. Langsung dipesan ke Austria (karena tahu Ohlins bikin shock khusus yang bisa dipakai di NMAX),” tambahnya.

Kembali ke cerita touring. Sekian jam dihabiskan, lalu yang dirasakan adalah udara dingin yang segar. Oksigen murni dari perolahan yang bersih via alam itu dirasakan ketika dia sampai di tujuan berikutnya.

Dia bersama rombongan memuntir gas puas-puas sampai ke dataran tinggi di ujung Sulawesi, yakni ke Tomohon, tepatnya di Gunung Lokon. Kata orang-orang, ini negeri di atas awan. Tapi itu bukan kiasan karena kita bisa benar-benar berada di atas awan saking tingginya gunung tersebut.

Bahkan bukan cuma manis di pemandangan, tetapi unik di tempat-tempat yang bisa menjadi destinasi wisatanya. Contohnya pasar ekstrem.

“Di Tomohon gunung Lokon, ada sekretariat chapter kami di sana. Lalu di Tomohon pergi ke pasar ekstrem, di sana ada yang jual ular, jual yang enggak biasa. Kami masuk perkampungan. Rombongan juga masuk pasar,” kata dia.

Perjalanan rute Sulawesi pun tuntas. Usai turun gunung dan bersiap menyeberang ke Papua tepatnya ke Raja Ampat, dia dan rombongan terpaksa finish sesuai dengan ceritanya tadi. Ombak tinggi terus menerus membuat kapten urung tunduk pada rute yang direncanakan.

Karena bolak-balik batal, sebagian tim pun pulang. Sekalipun demikian, beberapa anggota tetap penasaran. NMAX mereka sengaja ditinggal di Makassar supaya sekian hari kemudian bisa kembali lagi dan lanjut ke Raja Ampat.

Langsung Cari XMAX

Tuntas dari perjalanan panjang, Bro Andi yang pulang ke Jakarta mampir ke DuniaMotor.com. Sambil menyempatkan cerita untuk salah satu perjalanan panjangnya ini, dia sendiri mampir karena sudah lama ingin sekali memiliki XMAX, skutik MAXI satu level lebih besar di atas NMAX.

“Sudah kepikiran lama ganti XMAX. Cuma di rumah lumayan padat, sudah ada (mobil) sepeda-sepeda. Mau jual yang NMAX rasanya berat. Sebenarnya sudah banyak yang minta. Sudah ada yang bilang, buat apa motor dua-dua nanti malah enggak kepakai. Tapi enggak tahu juga (jadi pelihara dua-duanya),” kata dia.

NMAX miliknya cukup disayang. Bukan cuma karena sebagian aksesori branded yang sebagian hasil buruan di DuniaMotor.com, termasuk shock depan dan belakang Ohlins tadi. Tapi juga sekujur skutik gede itu sudah dipasangi stiker-stiker tanda perjalanan jauh Bro Andi.

 

“Katanya, ngilu ingat anak istri di rumah…”

 

NMAX juga yang pernah menyelamatkan nyawanya karena untungnya skutik itu pakai ABS. Jadi, ceritanya dia terselamatkan sewaktu menjalani touring ke Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat.

Bro Andi sebenarnya termasuk orang yang hati-hati, bukan pengendara esktrem yang doyan rebah-rebahan di tikungan karena katanya ngilu ingat anak istri di rumah. Tapi waktu itu, pandangannya sedang luput sewaktu harus menyalip sebuah truk.

“Aku tidak lihat karena ada truk di depanku. Begitu nyalip, ternyata itu tikungan tajam. Aku ngerem sampai terlempar-lempar ke kanan ke kiri. Habis itu banting setir ke seberang jalan. Untung masih pagi. Jalanannya masih sepi. Kalau pas siang-siang atau sore sewaktu jalanan ramai, habis aku dihajar (ditabrak). Untungnya pakai motor ABS. Kalau enggak pakai ABS, uh bablas itu aku,” kata dia.

Cek Cicilan NMAX ABS di Sini

ABS juga jadi fitur standar di XMAX yang dia beli di DuniaMotor.com. Jadinya, ini cocok selepas pengalaman nyaris bablas waktu touring di Sape tadi.

Waktu datang ke DuniaMotor.com, Bro Andi bilang mau XMAX yang warna hitam doff. Dia beli pakai program yang lagi ramai di DuniaMotor.com. Dia cuma pakai satu kartu untuk gesek cicilan nol persen motor ini. Setelahnya, motor bakal segera diantar dan BPKB-nya langsung di tangan karena limit kartu sudah dipakai untuk bayar full pembelian motor ini.

“Beli pakai kartu Niaga satu kartu, limitku sampai Rp 161 juta jadi aku cuma pakai satu kartu. Dari dulu beli pakai kartu kredit (kejar cicilan nol persen)…. Dulu juga suka bantu teman (untuk beli sepeda motor lain) pakai kartu itu…. Teman-teman banyak yang minta bantuin pakai itu. Yang ini pas ada program (cicilan nol persen) 24 bulan. Yah mending ambil 24 bulan kan. Duit kita enggak terpakai (dibanding beli cash dan keluar semuanya). BPKB langsung keluar. Kalau ada apa-apa tinggal dijual,” katanya selepas mengurus surat-surat dengan Bro Ron.

Baca: Cicilan Tanpa Bunga, BPKB Langsung di Tangan 

 


5 Motor Keren yang Cicilannya di Bawah Rp 1 Juta

Kalau dompet di kantong sudah agak luwes sedikit, penyuka roda dua biasanya gatal buat upgrade sepeda motornya, termasuk buat yang dipakai harian.

 

Entah betul atau enggak, beberapa motor yang akan jadi sasaran upgrade itu sudah terkategori dengan sendirinya. Misalnya, mesinnya mungkin sama-sama 150 cc atau lebih sedikit dibanding motor harian yang biasa dipakai. Tapi, modelnya masuk kategori keren dan dianggap bukan motor reguler.

Yang menarik, sejumlah motor yang jadi sasaran buat upgrade itu bisa dicicil dengan bulanan di bawah Rp 1 juta. Contohnya yang dipasarin sama TOKO SATU INI:

 

1. Yamaha MT15

Racun satu ini sebenarnya jadi sasaran empuk orang-orang yang punya kombinasi selera supermoto, naked bike, model-model motor yang punya kesan berotot. Namanya juga akhirnya kembali ke “jalan yang benar” soalnya dulu namanya Xabre, dan sekarang resmi pakai nama MT-15 sebagai bagian dari keluarga MT.

Orang boleh lihat motor naked 150 cc itu banyak yang pakai. Tapi begitu yang kelihatan di jalan adalah MT-15, mata demi mata biasanya bakal ikut. Terutama karena ban-nya yang lebar, shock depannya yang sekarang berwarna gold, postur yang sport banget (terkesan pelit boncengan), dan pastinya setang lebar ala adventurer.

Cicilannya pun bisa di bawah Rp 1 juta, tepatnya di kisaran Rp 900.000 . Cicilan leasing ini bisa lebih murah kalau dikombinasikan atau malah dibayar full pakai kartu kredit yang punya program khusus.

CEK DAFTAR CICILAN: DI SINI

Baca: Cicil Moge Pakai Kartu Kredit Ternyata Lebih Murah
Tonton Penjelasannya di: YouTube 

 

2. Yamaha All New R15

Nah, yang ini masih satu saudara sama MT-15. Fitur-fiturnya juga sama-sama punya kelas. Misalnya, sistem kerja katup mesin VVA dan silinder forged-diasil kapasitas 155 cc, lampu LED, liquid cooling, spido digital, cakram depan belakang, rear arm aluminium, suspensi upsidedown, dan segudang lainnya.

Yamaha juga merevisi tampilannya karena yang “All New” ini jadi lebih landai dan estetis. Desainnya pun dibuat sebagai motor sport fairing yang ramping karena lebar ban-nya dibedakan dari MT-15 alias lebih singset.

Berapa cicilannya? Sama. Leasing kasih juga cicilan bulanan di bawah Rp 1 juta alias di kisaran Rp 900.000 dengan pertimbangan jumlah DP-nya.

CEK DAFTAR CICILAN: DI SINI

 

3. Kawasaki W175

Kawasaki seringnya memang bikin tren baru di pasaran. Waktu motor klasik retro lagi hype di kalangan biker, mereka jual yang jeroannya modern dan harganya cocok buat starter.

Uang cicilannya juga bisa di bawah Rp 1 juta, bahkan jauh di bawah itu buat sejumlah tipe. Pas-lah buat motor yang simpel unik dan asyik buat santai-santai sekaligus harian ini.

Mereka sendiri mulai pasarkan W175 model Special Edition dan Standar di tahun 2017. Tapi di 2019, yang terbaru makin akrab sama tren. Soalnya mereka bikin model Cafe, yang review kompletnya bisa ditonton di video di atas.

CEK DAFTAR CICILAN: DI SINI

 

4. NMax Non-ABS

NMax non-ABS harganya lebih murah lagi buat jadi pilihan. Kisarannya Rp 26 juta, dan cicilannya bahkan bisa diset Rp 600-700 ribuan.

Apalagi ini terhitung NMax yang baru. Tampilannya sudah pakai velg gold sama sub-tank buat suspensinya.

Lalu mesin 155 cc-nya pakai sistem katup VVA plus piston forged-diasil, lampu depan sama belakang sudah LED, spido digital, dan cakram rem untuk roda depan dan belakang.

CEK DAFTAR CICILAN: DI SINI

 

 

5. Ninja 250 SL

Nah, yang ini mesinnya lebih gede (250 cc). Rangkanya sudah model trellis dan kokoh sekaligus ringan karena pakai mesin satu silinder. Kawasaki waktu itu bikin motor sport fairing satu ini buat yang mau pakai motor sport mesin gede tetapi kompak.

Suspensi depannya model teleskopik dengan lebar 37 mm, sedangkan suspensi belakang uniTrak-Swingarm. Roda depan sama belakang sudah pakai rem cakram.

Harganya di Rp 36 jutaan artinya masih masuk skema cicilan di bawah Rp 1 juta untuk jumlah down payment tertentu.

CEK DAFTAR CICILAN: DI SINI

 

 

 

 

 


Yamaha Monster Rossi-Maverick Pasang Aksi di Jakarta

Valentino Rossi dan Maverick Vinales di tahun ini mulai punya motor YZR-M1 dengan tampilan baru. Soalnya, Yamaha baru saja bersepakat dengan perusahaan minuman Monster Energy.

 

Kolaborasi ini menciptakan nama baru bagi tim dengan nama “Monster Energy Yamaha MotoGP”.
Motor dengan livery warna baru untuk musim balap 2019 ini juga diperkenalan di Indonesia, tepatnya di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (4/2/2019), dengan tema “Beast Mode On”.

Livery warna motor YZR-M1 ini berubah drastis. Kombinasi ‘Monster Energy black’ dengan ‘Yamaha Factory Racing blue’ serta beberapa garis minimalis biru menciptakan gradasi warna dinamis pada desain motor musim 2019 yang terlihat ramping.

“Tahun ini ditandai dengan langkah penting, Yamaha telah mengalami perubahan struktural dan livery warna baru ini mencerminkan hal tersebut. Meskipun perubahan yang terjadi cukup kompleks, saya merasakan kegembiraan dan motivasi yang besar dari semua orang yang hadir dalam peluncuran tim di Jakarta,” kata Kouichi Tsuji, President of Yamaha Motor Racing & Senior GM of Motorsports Section, merujuk pada masuknya Hiroshi Itou sebagai GM Motorsport Development Division dan Takahibero Sumi sebagai MotoGP Group Leader.

Gambar cakar yang jadi branding Monster Energy tersaji sebagai logo baru Monster Energy Yamaha MotoGP Team, termasuk pada perlengkapan tim dan racing suit Valentino dan Maverick.

Logo minuman Monster Energy sendiri memang baru kali ini terpampang di M1 Rossi dan Maverick. Namun, Yamaha dan Monster Energy sudah berkolaborasi selama bertahun-tahun sejak 2013.

“Saya ingin menaiki kembali M1 saya!”

 

“Saya senang Monster Energy dapat bergabung bersama tim dengan peran baru tahun ini (sebagai sponsor utama). Mereka sudah lama jadi bagian Yamaha dan sponsor saya, jadi kami sudah saling kenal dan memiliki hasrat yang sama soal balap. Saya juga benar-benar menantikan musim baru untuk balapan, saya ingin menaiki kembali M1 saya!” kata Rossi.

Sementara itu, Maverick Vinales merasa bahwa dia mendapatkan energi baru dalam satu paket. Sebab, bukan cuma motor baru, tampilan baru, serta susunan tim baru. Ia juga punya nomor baru. Nomor 12, menggantikan nomor lama 25 supaya sesuai sama tanggal ulang tahunnya.

“Kami berada di Jakarta untuk memulai musim baru. Sesaat setelah saya melihatnya (livery M1), saya langsung semangat untuk segera memulai musim. Ini akan jadi awal yang benar-benar baru buat kita semua: sponsor baru, warna tim baru, dan bagi saya nomor balap baru,” kata Maverick Vinales.

“Ia juga punya nomor baru. Nomor 12,
menggantikan nomor lama 25″

 

Selain logo Monster Energy, motor Valentino dan Maverick juga disebut akan terus menampilkan slogan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, di samping Yamaha Motor Vietnam Co, Ltd, Yamaha Motor Philippines, Inc, serta Thai Yamaha Motor Co, Ltd.

“Tahun ini tampilan tim MotoGP dari Yamaha Factory Racing berbeda dari tahun-tahun sebelumnya sehingga layak untuk menggelar seremoni khusus sebagai penanda awal yang baru,” kata Lin Jarvis, Managing Director of Yamaha Motor Racing.

Kehadirannya bersama Rossi, Maverick, dan tim juga menjadi semacam bentuk penghargaan karena Indonesia adalah pasar penting buat merek belogo tiga garputala tersebut.

“Tim kali ini hadir di Indonesia, pasar terpenting Yamaha Motor Corporation, yang juga makin menarik karena semangat besar para fans serta media lokal terhadap MotoGP, apalagi Indonesia jaraknya dekat dengan tempat tes pramusim pertama yang diadakan di Malaysia,” tambah Lin.

CEK HARGA PRODUK YAMAHA: DI SINI