Helm Sepeda untuk Ngobrol & Dengar Musik, SENA R1

Apa yang bikin kita naik selevel lagi saat gowes dan pakai helm sepeda? Pernah coba helm sepeda yang bisa untuk ngobrol dengan sesama pemakai helm sepeda lain? Atau santai gowes, tapi tangan tetap di setang sambil komunikasi via smartphone atau mendengarkan musik, bahkan berbagi lagu dengan goweser lain?

 

Fungsi itu bisa didapat di helm SENA R1, smart cycling helmet generasi terbaru. Wujudnya merupakan pembaruan dengan bentuk lebih sporty dibanding model sebelumnya, X1, yang lebih bulat.

Helm ini bisa digunakan untuk ngobrol atau mendengarkan musik via koneksi Bluetooth. Goweser juga akan lebih aman waktu memanfaatkan helm R1 ini dibanding memakai earphone. Salah satunya saja, kita cenderung tidak mendengar kendaraan yang akan lewat dari belakang. Istilahnya “background noise”. Padahal “background noise” ini sangat dibutuhkan buat keselamatan.

Dengan memakai helm SENA R1 ini, kita bisa mendengarkan musik, radio, ataupun ngobrol dengan goweser yang juga pakai helm ini atau SENA lainnya karena total bisa terkoneksi sampai empat orang. Tapi kita juga tetap bisa mendengar “background noise” atau “road noise” untuk mengetahui kondisi sekeliling kita. Kok bisa?

 

“Dengar musik, radio, ataupun ngobrol dengan goweser pemakai SENA karena bisa terkoneksi sampai 4 orang. … tetap bisa mendengar ‘background noise'”

 

Helm ini punya mic di bagian depan tanpa boom dan speaker di kanan-kiri. Semuanya terpasang di sisi langit-langit helm. Jadi, semuanya tidak menempel langsung ke mulut dan telinga. Karena posisi itu pula, mic dan speaker aman dari hujan. Sistemnya pun berteknologi Advance Noise Redutcion sehingga kualitas suara yang masuk dan keluar akan bagus.

Fitur SENA-nya ini sama dengan modul SENA 10C. Jadi bisa streaming musik dari smartphone ataupun pemutar lainnya. Bahkan salah satu rider bisa sharing musik dengan penunggang sepeda lainnya sesama pemakai helm SENA R1.

“Coba bayangkan, kita dalam grup goweser bisa mendengarkan musik secara individual atau berbagi dengan grup goweser. Masuk daerah agak tenang. Tengah hutan. Bisa ngobrol, atau bisa sama-sama mendengarkan musik,” kata Bro Ron dari DuniaMotor.com, yang memasarkan helm ini.

 

CEK HARGA DI SINI


MV Agusta Lovers… Cek Tabung Minyak Rem Satu Ini

MV Agusta adalah salah satu motor spesial yang masuk Indonesia. Model-modelnya cukup bikin “gemas”, seperti Brutale, Dragster 800, F3, sampai F4. Detail motor ini bisa dilihat di berbagai sudut, apalagi kalau sudah dipasangi aksesori menonjol seperti clutch cover bening alias tutup rumah kopling yang tembus pandang (bisa lihat pergerakan clutch atau kopling).

Nah, kalau clutch cover itu sudah diganti dengan model yang transparan, sayang kalau tabung minyak rem belakang tidak menyesuaikan. Soalnya, tempat penyimpan minyak rem ini terpasang di bawahnya.

Produsen part Italia, CNC Racing, membuatkan khusus tabung minyak rem belakang (fluid reservoir rear brake) ini. Bukan cuma dibikin mulus berkilap, bagian itu juga dipasangi jendela untuk mengintip level minyak rem yang tersisa.

Nah, soal mulus berkilap tadi menarik. Yang namanya CNC Racing, mereka memotongnya dengan mesin CNC sehingga detail. Apalagi bentuknya mengotak dan kelihatan kokoh, berbeda dari bentuk fluid reservoir rear brake bundar pada umumnya.

Terlebih lagi, permukaannya di-anodize. Jadi bukan langsung dicat, melainkan lewat proses pembentukan elektroda anoda dari sel elektrolisis. Tujuannya supaya tahan korosi dan keausan, selain memberikan daya rekat lebih baik untuk cat primer dan lem. Makanya, tampilannya rrrruarrrr wiassa….. Kelihatan banget kualitasnya, Bro…

 

 


Charger Motor KUMA Desain Inggris, Senjata Panas-Hujannya Ojek Online

Mau tahu rasanya riding seharian di Jakarta? Tanya sama Babang Ojek Online (Ojol). Mereka bisa benar-benar di jalan berjam-jam dari pagi sampai mau pagi lagi. Senjatanya pun cuma dua. Smartphone yang online sama charger langsung dari motor.

 

Soalnya kalau cuma mengandalkan powerbank, pasti ujung-ujungnya mesti diisi lagi karena habis. Sementara charger motor mengandalkan aki yang listriknya akan terisi lagi kalau mesin sepeda motor bekerja. Memang, charger motor jadi andalan. Tapi driver ojol Mr Rudin yang datang jauh-jauh dari Pamulang ke DuniaMotor.com di Jakarta Garden City cari satu produk yang namanya KUMA.

Bukan fanatik sama produk desain Inggris, tapi KUMA bikin Mr Rudin penasaran sama kualitasnya. Dia pun langsung memuji-muji waktu KUMA itu dibuka dari kardusnya dan coba dites.

“Kalau yang biasa saya pakai agak kurang aman. Misalnya, yang lama ini kalau saya taruh di dasbor motor matik saya mesti dikasih plastik karena takut kena air hujan. Kalau ini (KUMA) kan sudah ada pelindung anti air-nya. Kalau dari review-nya sih dihujanin dibasahin gapapa,” kata dia.

 

“Kalau yang lama mesti dikasih plastik karena takut kena air hujan.
Kalau ini (KUMA) kan sudah ada pelindung anti air-nya”

 

Mr Rudin–yang juga mulai lirik-lirik alat komunikasi helm SENA 3S supaya aman waktu hubungi costumer di jalan (kata dia, HP ojol sering rusak gara-gara jatuh waktu diselipin di helm buat ngobrol)–punya prinsip bahwa “ada harga, ada rupa”.

“Biasanya ada harga ada rupa. Dengan harga segini, ada garansi, jadinya ada sedikit kepercayaan. Kita (ojol) kan hidup di jalanan. Kalau beli yang asal-asalan, efeknya ke benda lain. HP jadi rusak, aki jadi rusak,” kata dia.

Pengendara Mio ini bilang waktu lihat KUMA, dari spek dan bentuknya saja sudah meyakinkan. Tampilannya pun kata dia sudah paten.

“Kalau sampai charger motor masuk sini (DuniaMotor.com) pasti bukan barang murahan. (DuniaMotor.com) berani punya barang gini (artinya) berani diadu. (Kalau charger motor yang lain kadang bukan nambah daya, malah kurangin daya,” kata dia, yang lalu ditimpali Mr Ketut (mekanik dari DuniaMotor.com) bahwa suplai listrik KUMA bikin ponsel lebih cepat terisi saat motor berjalan.

 

“Kalau beli yang asal-asalan, efeknya ke benda lain.
HP jadi rusak, aki jadi rusak.”

 

Buat Mr Rudin, KUMA ini jadi benda pentingnya untuk hari-hari ke depan. Apalagi dia mengaku saban hari berangkat pukul 06.00 dan kadang baru pulang pukul 08.00-09.00 malam.

“Ya ini jadi senjata kita di jalan selain HP. Keluar di jalan pagi ke malam kalau enggak punya senjata, ya enggak bisa. Apalagi cuaca lagi begini,” kata dia lagi sambil memuji karet tambahan pelindung slot USB isi daya yang di bagian lainnya disertai sekring buat memutus hubungan pendek arus listrik. Nah, canggih kan, Bro….

 

CEK HARGA PRODUK DI SINI


Helm Racing Asli Italia Harga Rp 2 Jutaan, Airoh Valor…

Italia jadi rumah para rider lintasan. Khususnya untuk roda dua. Makanya jangan heran, segala rupa kebutuhan perlengkapan juga datangnya dan dijagokannya dari sana. Begitu juga untuk helm.

 

Mau half-face, full-face, dan segala rupa turunan desain sudah dibikin di sana. Pilihan model dan harga pun cukup luas. Tapi kalau bicara helm racing on-road, mestinya pilihannya sudah umum. Di Indonesia sendiri, rata-rata harga pilihan umum itu di atas Rp 3 juta. Kecuali satu helm bernama “Airoh”.

Brand yang juga dari Italia tepatnya di Almenno San Bartolomeo di Provinsi Bergamo itu bikin satu model di kelas harga Rp 2 jutaan. Namanya Airo “Valor”. Apa rasanya?

1. Pandangan Luas

Satu yang unik dari desain helm Airoh Valor adalah pandangan yang luas. Memang kita mesti coba sendiri. Habis itu coba bandingkan dengan helm sport lain. Visor ultra-lebar dan dirancang untuk bisa dipasangi pelapis kaca anti embun Pinlock.

Desain ruang atas dan bawah sangat lega untuk dipandang. Jadi misalnya kalau kita lagi di lampu merah yang dipasang cukup tinggi, penanda itu masih bisa kelihatan. Apalagi kalau riding jauh, langit biru bisa dinikmatin sepuas-puasnya.

2. Banyak ventilasi dan enteng

Kalau diangkat, Airoh Valor cukup fair secara bobot. Produsen menerapkan keterangan data bobot sekitar 1.400 gram di bagian belakang pelindung kepala yang menggunakan material thermoplastic HRT ini. HRT sendiri singkatan dari High Resistant Thermoplastic. Sementara kain di interiornya Hypoallergenic yang sesuai namanya dibuat untuk tidak menyebabkan alergi.

Nah, soal ventilasinya, Airoh membuat Valor punya empat titik masuknya aliran angin. Ada Front Vents atau di area mulut, Top Vents atau di area dahi, Chin Guard Vent atau di area rahang, dan Rear Exctractors atau di bagian belakang. Helm ini juga dikenal memeluk area pipi seperti yang biasa terlihat pada rider-rider MotoGP. Tapi area lainnya cukup lega.

3. Desain seksi depan, samping, belakang

Secara desain, Airoh mengoptimalkan volume ruang helm-nya. Prinsip dasar itu lalu didukung sama bentuk yang juga aerodinamis sekaligus unik dengan bagian belakang besar memipih.

Kalau lihat bagian belakangnya ini, Airoh Valor bikin ingat sama gaya aerodinamika mobil-mobil balap era keemasan Le Mans klasik. Dan satu lagi, tulisan Airoh-nya terlihat besar di bagian belakang itu (Helm itu yang seksi bagian belakangnya). Jadinya kalau terlihat dari belakang apalagi naik motor sport, tulisan di helm itu langsung bikin beda. Ibarat sebuah statement, Bro!

 

CEK HARGA DI SINI

 


Tabung Minyak Rem CNC Italia, “Obat Ganteng” untuk Motor Sport

Produk ori untuk motor-motor sport sekarang bisa dilihat keluaran brand Italia, CNC Racing. Material yang dipakai sesuai sama ekspektasi buat tampil keren. Soalnya, anti setengah-setengah. Salah satunya adalah tabung minyak rem alias brake fluid reservoir.

 

Keberadaan benda ini di samping tuas grip belum apa-apa sudah bikin kesan “wah tampilan motornya serius nih”. Soal bentuk tabung minyak rem CNC Racing ini unik. Bukan bundar, tetapi agak segitiga.

Nah, karena kebanyakan brake fluid reservoir bentuknya bundar, tabung minyak rem CNC Racing ini pasti bikin orang pengin tahu pantang tampil reguler. Apalagi brake fluid reservoir letaknya di atas. Jadi gampang kelihatan.

 

“Unik, bukan bundar, tetapi agak segitiga”

 

Kenapa di atas? Ya bolehlah dijelaskan sedikit. Itu ada di atas karena karja master silinder yang mengandalkan katup. Jadi ketika tuas dilepaskan, reservoir “berkomunikasi” mengandalkan gravitasi dengan rem dan caliper untuk meminimalkan wear di bantalan rem. Jadi, setiap pengereman, dibutuhkan sejumlah cairan per menit.

Universal juga. Jadi, bisa untuk semua motor yang sudah pakai fluid tank. Selain untuk tabung minyak rem, produk ini juga bisa dipakai sebagai penampung minyak kopling. Ukurannya pun ada dua: 25 ml dan 12 ml.

Nah, brake fluid reservoir pakai bilah logam campuran berkualitas tinggi yang pemotongannya menggunakan mesin CNC. Logam tersebut bukan cuma dibentuk beda dengan tampilan agak segitiga, tetapi juga di-anodize dengan macam-macam warna yang waay so preetty….

 

“Tujuannya buat meningkatkan ketahanan
terhadap korosi dan keausan”

 

Ada gold, red, blue, black, dan silver. Semuanya melalui proses anodized. Ini bukan dicat metalik, tetapi proses pembentukan elektroda anoda dari sel elektrolitik. Tujuannya buat meningkatkan ketahanan terhadap korosi dan keausan, dan memberikan daya rekat yang lebih baik untuk cat primer dan lem. So, super sekali, Brother.

 

 

CEK HARGANYA DI SINI

 

 

 

 


Wow… Bocoran SENA Prototipe, Bikin Interkom Murah Jadi Canggih

Bocoran SENA prototipe? Info kelas super, Brother. Bro Ron dari DuniaMotor.com punya kesempatan langka untuk membahas benda prototipe yang bisa mengubah SENA di bawah tipe 30K jadi canggih.

 

Nah, buat yang belum tahu, produk SENA yang beredar via DuniaMotor.com kan punya banyak sekali pilihan. Pada intinya, semua SENA memungkinkan pemakai angkat telepon via helm. Semua bisa dengar musik juga via helm. Semua bisa ngobrol via helm dengan sesama pemakai SENA. Tapi bedanya, satu fitur bernama “mesh”.

“Ini belum di-launching. Mereka berencana mengeluarkan produk ini. Setelah seminar di kantor pusat di Eropa, katanya ini akan launching nanti akhir 2019. Coba tebak apa ini? Ini adalah semacam extender antena, mesh. Lebih tepatnya, mesh plus,” kata Bro Ron yang bicara langsung dari pameran sepeda motor akbar Italia, Intermot.

Apa hebatnya produk prototipe satu ini?

Mesh sendiri adalah teknologi koneksi sinyal yang bukan cuma menunggu tersambungnya pairing layaknya memakai Bluetooth. Tapi mesh serba otomatis. Sinyalnya sangat mudah tersambung. Nah, mesh untuk saat ini hanya ada di SENA tipe teratas, SENA 30K.

Menariknya, SENA mesh prototipe ini bisa menjadi fitur tambahan yang membuat SENA-SENA di bawah 30K diduga punya kemampuan yang serupa dalam hal jarak sinyal ataupun jumlah pemakai yang terkoneksi.

 

“Dengan begitu jumlah rider yang terhubung
bisa lebih banyak dari standar modul”

 

“Jadi kalau punya intercom 20S, 10S, 10C, SMH5, atau 3S, kalau pairing dengan ini, ini menjadi antena mesh. Yang artinya bisa terkoneksi ke SENA 30K. Dengan begitu jumlah rider yang terhubung bisa lebih banyak dari standar modul yang dipakai tadi,” kata Bro Ron.

Contohnya, jika kita sudah punya SENA 3S yang jarak jangkauan sinyalnya hanya dengan pembonceng, maka koneksikan SENA mesh prototipe ini via Bluetooth, dengan demikian 3S tadi bisa terkoneksi ke banyak SENA lainnya.

“Bisa terkoneksi berapa orang (dengan adanya alat ini)? Mereka enggak kasih tahu. Tapi saya dibolehkan membahasnya sedikit. Yang pasti (mereka bilang) lebih dari 5 orang. Nah bayangin, punya 3S, SHM5 (bisa manfaatkan fasilitas canggih tadi) Bahkan menurut saya, jumlah rider yang terkoneksi enggak mungkin lima, pasti ini bisa delapan,” kata dia.

 

“Dalam 30 detik semua akan terhubung.
Kalau koneksi terputus, nanti akan tersambung sendiri”

 

Perlu diketahui bahwa mesh adalah fitur yang canggih. Contohnya begini. Jika kita punya 3S, cukup tekan tombol mesh, maka langsung boom, SENA kita akan gampang terkoneksi.

“Buat yang belum tahu, koneksi untuk mesh itu gampang sekali. Dalam prinsip mesh, tidak ada yang namanya pairing. Yang ada tinggal connected. Tinggal pencet satu tombol koneksi, begitu juga rider lain. Maka dalam 30 detik semua akan terhubung. Kalau koneksi terputus, nanti akan tersambung sendiri,” kata dia.

Yang belum terbayang, kata Bro Ron, apakah ini akan berpengaruh pada penjualan SENA lainnya? Misalnya, orang lebih memilih membeli 3S saja lalu membeli ini.

“I dont know. Saya belum bisa bilang apa-apa. Intinya, SENA yang bukan tipe 30K bisa memanfaatkan teknologi mesh ini,” tutup Bro Ron.

 

HARGA SENA CEK DI SINI

 

 

 


VIRAL!!! Motor Naik Trotoar, Korlantas “Face to Face” dengan Pelanggar

Padatnya arus lalu lintas di kota besar seringnya membuat orang tergesa-gesa dan main potong langkah. Ujung-ujungnya pelanggaran pun terjadi sehingga mengambil hak orang lain. Contohnya seperti yang viral di media sosial ini.

 

Sebuah aksi tertangkap kamera pada Selasa, 12 Maret 2019 pada pukul 17.30 WIB lalu tepatnya di trotoar RSPP Pertamina, Kebayoran Baru. Saat itu, Bapak Direktur Penegakan Hukum atau Dir Gakum Korlantas Polri Brigadir Jenderal Polisi Drs Pujiyono Dulrachman, MH langsung melakukan penindakan di lokasi. Face to face!

 

“Kamu pilih cepat tapi ke rumah sakit,
atau lambat tapi selamat!”

 

Brigadir Jenderal Polisi Drs Pujiyono geram dengan perilaku para pengemudi sepeda motor yang mengambil hak utama pejalan kaki tersebut. Terlihat di video yang viral tersebut, seorang pengendara menaiki trotoar dan diberhentikan.

“Kamu pilih cepat tapi ke rumah sakit, atau lambat tapi selamat!” tekannya saat mendapati sekian pelanggar yang kemudian bersama jajarannya dikumpulkan di salah satu area dan diberi imbauan.

Sebagaimana diketahui bahwa Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 131 sudah menekankan aturan atas pelanggaran semacam ini.

“Bahwa pejalan kaki berhak atas ketersedian fasilitas pendukung seperti trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lain”.

Makanya, beliau turun dari kendaraan dinasnya dan langsung menindak para pelanggar tersebut untuk diberikan pembinaan dan penyuluhan serta pendidikan masyarakat bidang lalu lintas.

Perlu diketahui bahwa ancaman sanksi bagi pelanggar atau menggunakan trotoar sebagaimana mestinya antara lain diatur didalam Pasal 274 ayat 2.

 

“… dipidana dengan penjara paling lama satu tahun
atau denda paling banyak Rp 24 juta”

 

“Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi kelengkapan jalan dipidana dengan penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.”

Nah loh! Aturan lainnya juga tertera di pasal lain, yakni Pasal 275 ayat 1 untuk undang-undang yang sama. Menurut aturan tersebut, setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan akan dipidana dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Hingga saat ini, video tersebut sudah beredar di media sosial, termasuk di akun Instagram Bro Ron dari DuniaMotor.com. Video itu pun saat ini sudah ditonton puluhan ribu kali. Penting banget ni, Brad.

 

TONTON VIDEO-NYA:

View this post on Instagram

Memberantas #mogearogan . . Reposted from @indukpjrbitung002 – Selasa, 12 Maret 2019 pada pukul 17.30 WIB bertempat di dijalan trotoar RSPP Pertamina Kebayoran Baru, Bapak Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri (Brigadir Jenderal Polisi Drs. Pujiyono Dulrachman, MH), geram terhadap perilaku para pengemudi sepeda motor yang mengambil hak utama pejalan kaki. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa didalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan didalam Pasal 131 disebutkan "Bahwa pejalan kaki berhak atas ketersedian fasilitas pendukung seperti trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lain". Sehingga beliau turun dari kendaraan dinasnya dan langsung menindak para pelanggar tersebut untuk diberikan pembinaan dan penyuluhan serta pendidikan masyarakat bidang lalu lintas. Perlu diketahui bahwa ancaman sangsi bagi pelanggar atau menggunakan trotoar sebagaimana mestinya antara lain diatur didalam Pasal 274 ayat 2 " Dimana setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi kelengkapan jalan dipidana dengan penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta" Dan pada Pasal 275 ayat 1 "Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki dan alat pengaman pengguna jalan, dipidana dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000". – #regrann

A post shared by Ronald Sinaga Official (@brorondm) on


Resmi!! Indonesia Siap Gelar MotoGP 2021 di Lombok

 

Muantaaaabb Brother…. Indonesia akhirnya resmi siap menggelar MotoGP. Mereka yang biasa terbang ke tiap sirkuit mancanegara atau mereka yang mengandalkan nobar dan televisi di rumah akhirnya bisa merasa lebih bangga dibanding sebelumnya.

 

Soalnya, keputusan itu disampaikan secara resmi bahwa putaran untuk Indonesia akan berlangsung pada tahun 2021 mendatang. Peresmian ini ditegaskan saat CEO Dorna selaku penyelenggara MotoGP, Carmelo Ezpeleta, tandang ke Istana Kepresidenan Bogor dan bertemu Presiden Jokowi.

Beberapa hari sebelum bertemu Presiden Jokowi pada 11 Maret 2019, Carmelo Ezpeleta sudah menegaskan soal pengumuman ini. Dia bahkan sempat membeberkan rencana tersebut bertahun-tahun sebelumnya saat pihaknya datang ke Sentul, Jawa Barat.

“Tahun 1996-1997 di Sentul, kami sudah menginisiasi pembahasan mengenai kemungkinan MotoGP digelar di Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah motor terbesar di dunia. Kami juga tahu bahwa sepeda motor dan juga MotoGP merupakan hal penting di Indonesia. Jika tidak ada halangan maka kami akan berada di Indonesia pada 2021,” kata dia.

Sebagai sebuah sirkuit kelas MotoGP, perencanaan untuk sirkuit sudah pasti matang. Dorna juga sudah memperlihatkan rancangan desain kompleks dari sirkuit ini. Lokasinya sendiri di Nusa Tenggara Barat tepatnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dengan luas total 1.054.040 meter persegi.

Pihak dari Indonesia sudah menghabiskan 25 juta dolar untuk infrastruktur termasuk area kedatangan dan juga mendorong warga lokal dalam menggerakkan bisnis pariwisata setempat karena area ini pastinya akan didatangi para penggila MotoGP dari berbagai negara dan tentunya dari Indonesia sendiri.

Jadi? Siap terbang ke sana Brother? Atau berencana touring? Siap-siap dululah sama peralatan riding-nya. Toh sudah banyak juga yang touring sampai ke Lombok, kan. Mantap!

 

CEK HARGA-HARGANYA DI SINI

 

 

 

 


Cek 3 Pilihan Knalpot Buat Motor Trail 150-250 CC

Motor trail kelas mesin 150 cc sampai 250 cc lagi menggejala di Indonesia. Brand seperti Kawasaki dan Honda sudah kasih pilihan buat mereka yang doyan motor ini sambil menikmati tren bertualang alias adventure.

 

Nah, buat yang mau penyegaran motor, silakan lirik pilihan-pilihan knalpot aftermarket yang beredar di pasaran. Apalagi kalau mau bentuk yang baru, suara yang baru, sama pastinya lebih enteng.

Menariknya knalpot orisinal adalah material yang dijanjikan lebih enteng daripada knalpot bawaan si motor. Pilihannya bisa dari merek impor maupun lokal. Yang impor contohnya dari California, Amerika, yakni Two Brothers. Silakan pilih sendiri, Brader:

 

1. Two Brothers S1R Carbon

 

Bisa dibilang, Two Brothers S1R Carbon jadi satu pilihan premium buat trail. Pabrikan asal Santa Ana, California, ini sudah ada dari tahun 1985. Makanya pengalamannya pasti matang untuk urusan pengembangan knalpot, termasuk tipe S1R Carbon.

Bahan carbon orisinal sudah pasti bikin knalpot ini ringan buat full-throttle, apalagi di medan non-aspal alias offroad. Bagian ujung atau end cap-nya magnesium dengan dilapisi teflon.

Suaranya juga unik karena didukung spiral-wound perforated core. Lau mereka secara spesifik mengembangkannya untuk KLX250 dan CRF250. Dua-duanya sudah masuk Indonesia, kan?

Cek Bentuk & Harga di Sini

 

 

2. Two Brothers R375 FS

 

Pasti sudah pada dengar merek yang satu ini kan? Tepat Brother, ini adalah knalpot khusus yang dikembangkan sama Two Brothers untuk mesin-mesin kecil yang banyak beredar di Indonesia. Jadi, sekalipun bikin S1R Carbon, mereka juga punya R375 FS yang dikembangin khusus buat Honda CRF250L.

Ini adalah knalpot slip-on yang tinggal dicolok ke pipa head bawaan motor. Sepaketnya sudah termasuk semua yang dibutuhkan untuk pemasangan. Lalu kalau katalis-nya dicopot, tenaga sama suaranya jadi maksimal.

Karena namanya juga keluaran Two Brothers, knalpot ini juga sudah masuk tes dyno biar fungsinya paten. Dengan bodi stainless steel, Two Brothers memasangkan bagian ujung atau end cap berbahan aluminium.

Cek Bentuk & Harga di Sini

 

 

3. Daytona GP Taper

 

Nah, ini ada satu produk lokal (lisensi Jepang) yang mengeluarkan knalpot dengan sasaran Kawasaki KLX150. Harganya lumayan ramah kantong tetapi sudah pakai bahan baku stainless steel 304 yang jadi standar knalpot-knalpot impor era sekarang.

Daytona mendesainnya dengan ujung taper atau mengembang supaya gelontoran tenaganya jempolan. Sementara ujung knalpot (end cap) dari plastik anti panas, plus no DB killer.

Cek Bentuk & Harga di Sini

 

 

 

 

 


Tabrakan Beruntun Waktu Touring, Cegah Pakai Trik Diamond dan SENA

 

Tabrakan beruntun waktu touring adalah cerita ngeri yang biasa dibahas sama banyak rider. Niatnya sih liburan, tetapi malah jadi luka-luka di wilayah orang. Nah, sebenarnya kejadian semacam ini bisa dihindari.

 

Salah satu cara menghindari kejadian buruk tersebut dijelaskan sama Bro Hilmi, yang suatu kali datang ke DuniaMotor.com di Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. Waktu itu, Bro Hilmi lagi pasang clamp kit–ini sepaket mikrofon dan dudukan buat modul SENA, alat yang biasa dipakai komunikasi dan mendengarkan musik atau radio di helm buat touring.

SENA jadi benda andalan Bro Hilmi dan rombongan rider teman-temannya waktu touring. Dari sana, tim bisa ngobrol, mendengarkan musik kalau bosan, bahkan sharing musik, dan terutama untuk berbagi informasi soal jalan di depan, obyek berbahaya, dan hal lain yang mesti dihindari atau diperhatikan.

“Rombongan biasanya semua pakai SENA. Memang efektifnya semua sama tipenya. Soalnya yang S30K bisa semua dan bisa (terhubung) 16 orang. Tapi kalau ada yang beda-beda, jadinya dibagi saja 4-4 orang. (Tiap empat orang ada satu kepala yang bisa berkomunikasi dengan SENA),” kata rider yang tinggal di salah satu kompleks elite di Jakarta Timur ini.

 

“Rombongan biasanya semua pakai SENA. Memang efektifnya semua sama tipenya. Soalnya yang S30K bisa semua dan bisa (terhubung) 16 orang”

 

Hal-hal umum yang sering kejadian juga waktu touring adalah ketinggalan. Ini juga terjadi di rombongan Bro Hil apalagi kalau jenis motornya beda-beda.

“Saya sebenarnya bebas saja motor di rombongannya apa. Yang sport ada. Yang skutik gede juga ada. Cuma biasanya yang skutik gede cenderung santai, sementara yang sport kan bawaannya mau gas terus,” kata dia usai mencocokkan letak clamp kit SENA di helm barunya.

Untuk menghindari rider tertinggal, selain komunikasi jalan terus via intercom SENA dan laporan pengawas belakang rombongan, Bro Hil dan teman-temannya biasanya menerapkan sistem khusus.

“Kalau terpaksa banget mungkin pisah grup dan ketemu di titik akhir. Tapi kalau masih bisa bareng, ya yang sport ganti-gantian aja gas, lalu balik ke rombongan,” urainya.

Nah, formasi yang diterapkan sama Bro Hil dan rombongannya cukup unik. Dia menyebut istilah tersebut dengan “diamond” atau rider-rider berada pada titik selang-seling sehingga membentuk diamond-diamond.

 

“Kalau saya biasa formasi diamond. Depan, belakang, kanan, dan kiri. Semua kasih informasi.”

 

“Kalau saya biasa formasi diamond. Depan, belakang, kanan, dan kiri. Semua kasih informasi. Yang kanan dan kiri ini baca tikungan, baca lubang. Yang depan mungkin sudah tahu (tikungan dan lubang) tetapi biasanya cenderung blind spot. Kalau yang belakang baca situasi, ini ada yang ketinggalan. Enggak mungkin kan (persoalan belakang) ini jadi konsentrasi yang depan,” kata dia.

Kenapa formasi “diamond” ini lebih efektif? Sebab, jarak antar-motor menjadi renggang. Pasalnya, sebagian rider kanan dan kiri–dan secara keseluruhan terbagi depan, belakang, kanan, kiri sehingga membantuk pola diamond-diamond.

“Kalaupuan ada yang jatuh, masih ada ruang buat yang lain untuk menghindar. Kalau jarak motor nempel-nempel, bisa begini jadinya (mencontohkan tabrakan beruntun),” kata Bro Hil.

Dalam formasi seperti ini, yang di kanan tetap di kanan. Begitu juga yang di kiri. Nanti kalau misalnya yang depan bilang ada sesuatu di depan, contohnya tikungan, yang di kanan atau kiri ini merapat.

“Ini enaknya waktu kondisi stabil 70 km/jam. Jadinya kondisi rombongan bisa termonitor semua. Seru sih,” ujarnya.

 

CEK HARGA SENA DI SINI