DuniaMotor sodorkan knalpot Brock’s buat moge sport

Merdeka.com

Pasar motor besar di Indonesia dalam 3 tahun terakhir terus tumbuh. Selain agen pemegang merek Kawasaki, Yamaha dan Suzuki, beberapa importir umum dan ATPM moge baru juga merasakan dampak dari peningkatan pasar moge sport di Tanah Air.

Sejalan dengan pertumbuhan pasar moge, hadir beragam produk penyerta, baik aksesori, suku cadang hingga apparel. Peluang ini yang kemudian dibaca salah satu pemain aksesori after market khusus moge sport, DuniaMotor.Com, untuk memperkenalkan knalpot racing buat Honda CBR 1000RR.

Knalpot yang disodorkan adalah Brock’s exhaust system model alien head, yang cocok bersanding dengan Honda CBR 1000RR. Selain terbuat dari stainless steel, bobotnya enteng jika diangkat dengan satu tangan. Beratnya hanya sekitar 4,5 kg, sementara knalpot bawaan asli CBR 1000RR lebih dari 9,5 kg. Jadi beratnya bisa berkurang sampai 5 kg.

Brock's Exhaust Full System Honda CBR1000RR

Brock’s Exhaust Full System Honda CBR1000RR

“Walaupun dengan bahan stainless steel, tetapi Brock’s menggunakan Light Quality Material yang berbahan stainless, sehingga bisa memberikan bobot yang lebih ringan dibandingkan knalpot aslinya,” ujar Ronald Sinaga, General Manager DuniaMotor.Com

Hasil pengujian, pemakaian knalpot Brock’s full system diklaim mampu mendongkrak tenaga motor hingga 20 hp daripada knalpot aslinya, tanpa perlu melakukan setting. Brock’s juga menggunakan system 4-2-1 dan sudah mengkilat seperti krom.

Brock's Exhaust Full System Honda CBR1000RRBrock's Exhaust Full System Honda CBR1000RR

Dari segi kualitas dan bahan, knalpot buatan Kanada ini tidak perlu diragukan lagi. Kualitas produksi cukup baik, misalnya bisa dilihat dari pengelasan yang sangat rapi, dan dipastikan bukan replika atau KW. “Ini asli knalpot impor dari Kanada,” tegas Ronald.

“Bagian dalam tidak menggunakan DB Killer, sehingga memberikan suara yang lebih sporty. Brock’s sendiri mengakui ingin membuat knalpot yang memberikan performa dan suara yang lebih sporty, dibanding dengan knalpot-knalpot after market yang sudah beredar selama ini,” lanjutnya.

Dari sergi harga, Brock’s terbilang sangat bersaing dengan knalpot merek Eropa dengan kualitas dan performa yang tidak kalah. Brock’s full system dibanderol di bawah Rp 20 juta, sedangkan produk sekelasnya dijual dengan harga di atasnya.

Brock's Exhaust Full System Honda CBR1000RR

“Harganya cukup terjangkau dibandingkan dengan merek-merek terkenal yang punya harga lebih tinggi, namun bisa mendapatkan performa dan kualitas yang sama pula dengan merek Brock’s,” tutup Ronald.

Tertarik membuat raungan knalpot Honda CBR 1000RR Anda lebih menggelegar? Sambangi saja DuniaMotor di Jl. Raya Pulo Gebang, Gg. Swadaya No. 7A, Jakarta Timur

Sumber : http://www.merdeka.com/otomotif/duniamotor-sodorkan-knalpot-brocks-buat-moge-sport.html

Sumber : logo-otosia | Selasa, 18 November 2014 09:06

Project-One, Knalpot Lokal Rp 6,5 Juta Rasa Impor

Otosia.com – Banyak konsumen pencinta sepeda motor yang gandrung dengan produk impor. Gerai seperti DuniaMotor.com sendiri mengakui bahwa mereka biasa mengimpor produk buatan Jepang, Italia, atau USA, yang tak lain karena alasan kualitas.

Namun bicara soal kualitas, DuniaMotor.com kini meilirik dan memperkenalkan produk knalpot lokal bernama “Project-One”.

“Duniamotor mulai memasarkan produk lokal ini dengan merek Project-One karena kualitas dari knalpot ini sudah sangat mendekati dengan merek-merek knalpot impor yang selama ini sudah digemari, seperti LeoVince, Termignoni, Akrapovic,” kata Ronald Sinaga, Pemilik DuniaMotor.com, gerai aksesori dan apparel moge.

Project-One ini khusus untuk pengguna Yamaha R25, yang sangat popoler 6 bulan terakhir di Indonesia terutama untuk di kelas 250cc. Selama ini kelas 250cc diungguli oleh Kawasaki Ninja 250cc, dan sejak keluarnya Yamaha R25, mulai banyak permintaan knalpot untuk motor tersebut.

 

“Kita juga sudah kenal untuk merek lokal sendiri, yang dibuat oleh anak-anak Indonesia yaitu merek R9, tertulis pada knalpot “Project One produced by R9” dan sudah mengekspor ke beberapa negara seperti Malaysia atau Thailand bahkan sampai di pasaran Eropa juga sudah ada. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Project-One ini cukup memuaskan untuk konsumen-konsumen duniamotor.com yang selama ini mencari produk berkualitas dan knalpot ini menjamin kualitas yang tidak kalah dengan merek-merek terkenal lainnya,” ujarnya.

Knalpot Project One untuk Yamaha R25, 250cc 2-silinder menggunakan sistem 2-1-1. Header berbahan titanium menjadikan knalpot ini lebih ringan dibanding bahan stainlessteel, selain juga tidak menyerap panas sehingga panasnya sangat gampang terbuang dan penyerapan panas lebih rendah. Bagian knalpotnya sendiri dilapisi bahan carbon fiber membuat knalpot lebih adem dan lebih ringan.

Las-lasannya diklaim sangat rapi. Setiap lekukan knalpot dibuat secara mandrel bends, terlihat bahwa diameter dari ujung knalpot sampai bagian lekukan bawah yang tetap sama dan tidak berubah. Hubungan header antara midpipe dan knalpot juga sangat pas dan tidak ada yang terlalu besar atau terlalu kecil.

Soal harga, merek-merek impor biasanya sudah di atas Rp 8 juta untuk kelas 2 silinder. Harga pun tentu akan membengkak jika menggunakan bahan titanium, yang diperkirakan Rp 17 juta-Rp 30 juta. Namun, Project-One jauh di bawah harga tersebut.

“Khusus untuk Project-One terutama untuk Yamaha R25, hanya Rp 6,5 juta sudah mendapat full system dengan bahan titanium dengan kualitas yang tidak kalah dengan merek-merek terkenal lainnya seperti dari Jepang, Amerika, maupun Eropa,” ujarnya.

 

sumber : http://www.otosia.com/berita/project-one-knalpot-lokal-rp-65-juta-rasa-impor.html