Charger Motor KUMA Desain Inggris, Senjata Panas-Hujannya Ojek Online

Mau tahu rasanya riding seharian di Jakarta? Tanya sama Babang Ojek Online (Ojol). Mereka bisa benar-benar di jalan berjam-jam dari pagi sampai mau pagi lagi. Senjatanya pun cuma dua. Smartphone yang online sama charger langsung dari motor.

 

Soalnya kalau cuma mengandalkan powerbank, pasti ujung-ujungnya mesti diisi lagi karena habis. Sementara charger motor mengandalkan aki yang listriknya akan terisi lagi kalau mesin sepeda motor bekerja. Memang, charger motor jadi andalan. Tapi driver ojol Mr Rudin yang datang jauh-jauh dari Pamulang ke DuniaMotor.com di Jakarta Garden City cari satu produk yang namanya KUMA.

Bukan fanatik sama produk desain Inggris, tapi KUMA bikin Mr Rudin penasaran sama kualitasnya. Dia pun langsung memuji-muji waktu KUMA itu dibuka dari kardusnya dan coba dites.

“Kalau yang biasa saya pakai agak kurang aman. Misalnya, yang lama ini kalau saya taruh di dasbor motor matik saya mesti dikasih plastik karena takut kena air hujan. Kalau ini (KUMA) kan sudah ada pelindung anti air-nya. Kalau dari review-nya sih dihujanin dibasahin gapapa,” kata dia.

 

“Kalau yang lama mesti dikasih plastik karena takut kena air hujan.
Kalau ini (KUMA) kan sudah ada pelindung anti air-nya”

 

Mr Rudin–yang juga mulai lirik-lirik alat komunikasi helm SENA 3S supaya aman waktu hubungi costumer di jalan (kata dia, HP ojol sering rusak gara-gara jatuh waktu diselipin di helm buat ngobrol)–punya prinsip bahwa “ada harga, ada rupa”.

“Biasanya ada harga ada rupa. Dengan harga segini, ada garansi, jadinya ada sedikit kepercayaan. Kita (ojol) kan hidup di jalanan. Kalau beli yang asal-asalan, efeknya ke benda lain. HP jadi rusak, aki jadi rusak,” kata dia.

Pengendara Mio ini bilang waktu lihat KUMA, dari spek dan bentuknya saja sudah meyakinkan. Tampilannya pun kata dia sudah paten.

“Kalau sampai charger motor masuk sini (DuniaMotor.com) pasti bukan barang murahan. (DuniaMotor.com) berani punya barang gini (artinya) berani diadu. (Kalau charger motor yang lain kadang bukan nambah daya, malah kurangin daya,” kata dia, yang lalu ditimpali Mr Ketut (mekanik dari DuniaMotor.com) bahwa suplai listrik KUMA bikin ponsel lebih cepat terisi saat motor berjalan.

 

“Kalau beli yang asal-asalan, efeknya ke benda lain.
HP jadi rusak, aki jadi rusak.”

 

Buat Mr Rudin, KUMA ini jadi benda pentingnya untuk hari-hari ke depan. Apalagi dia mengaku saban hari berangkat pukul 06.00 dan kadang baru pulang pukul 08.00-09.00 malam.

“Ya ini jadi senjata kita di jalan selain HP. Keluar di jalan pagi ke malam kalau enggak punya senjata, ya enggak bisa. Apalagi cuaca lagi begini,” kata dia lagi sambil memuji karet tambahan pelindung slot USB isi daya yang di bagian lainnya disertai sekring buat memutus hubungan pendek arus listrik. Nah, canggih kan, Bro….

 

CEK HARGA PRODUK DI SINI


Helm Racing Asli Italia Harga Rp 2 Jutaan, Airoh Valor…

Italia jadi rumah para rider lintasan. Khususnya untuk roda dua. Makanya jangan heran, segala rupa kebutuhan perlengkapan juga datangnya dan dijagokannya dari sana. Begitu juga untuk helm.

 

Mau half-face, full-face, dan segala rupa turunan desain sudah dibikin di sana. Pilihan model dan harga pun cukup luas. Tapi kalau bicara helm racing on-road, mestinya pilihannya sudah umum. Di Indonesia sendiri, rata-rata harga pilihan umum itu di atas Rp 3 juta. Kecuali satu helm bernama “Airoh”.

Brand yang juga dari Italia tepatnya di Almenno San Bartolomeo di Provinsi Bergamo itu bikin satu model di kelas harga Rp 2 jutaan. Namanya Airo “Valor”. Apa rasanya?

1. Pandangan Luas

Satu yang unik dari desain helm Airoh Valor adalah pandangan yang luas. Memang kita mesti coba sendiri. Habis itu coba bandingkan dengan helm sport lain. Visor ultra-lebar dan dirancang untuk bisa dipasangi pelapis kaca anti embun Pinlock.

Desain ruang atas dan bawah sangat lega untuk dipandang. Jadi misalnya kalau kita lagi di lampu merah yang dipasang cukup tinggi, penanda itu masih bisa kelihatan. Apalagi kalau riding jauh, langit biru bisa dinikmatin sepuas-puasnya.

2. Banyak ventilasi dan enteng

Kalau diangkat, Airoh Valor cukup fair secara bobot. Produsen menerapkan keterangan data bobot sekitar 1.400 gram di bagian belakang pelindung kepala yang menggunakan material thermoplastic HRT ini. HRT sendiri singkatan dari High Resistant Thermoplastic. Sementara kain di interiornya Hypoallergenic yang sesuai namanya dibuat untuk tidak menyebabkan alergi.

Nah, soal ventilasinya, Airoh membuat Valor punya empat titik masuknya aliran angin. Ada Front Vents atau di area mulut, Top Vents atau di area dahi, Chin Guard Vent atau di area rahang, dan Rear Exctractors atau di bagian belakang. Helm ini juga dikenal memeluk area pipi seperti yang biasa terlihat pada rider-rider MotoGP. Tapi area lainnya cukup lega.

3. Desain seksi depan, samping, belakang

Secara desain, Airoh mengoptimalkan volume ruang helm-nya. Prinsip dasar itu lalu didukung sama bentuk yang juga aerodinamis sekaligus unik dengan bagian belakang besar memipih.

Kalau lihat bagian belakangnya ini, Airoh Valor bikin ingat sama gaya aerodinamika mobil-mobil balap era keemasan Le Mans klasik. Dan satu lagi, tulisan Airoh-nya terlihat besar di bagian belakang itu (Helm itu yang seksi bagian belakangnya). Jadinya kalau terlihat dari belakang apalagi naik motor sport, tulisan di helm itu langsung bikin beda. Ibarat sebuah statement, Bro!

 

CEK HARGA DI SINI