Helm Itu yang Seksi Bagian Belakangnya…

Helm itu yang seksi bagian belakangnya. Lagi pula, kalau helm seksi itu dipakai naik motor sport dan keburu lewat, masa iya mata bisa lihat visor, depan, atau bagian sampingnya?

 

Gambarannya kan begini. Suara knalpot sport akan kedengaran duluan untuk menunjukkan kalau ‘oh, ini ada motor sport mau lewat’. Lalu pas kita mau lihat, motornya sudah kadung lewat duluan. Jadinya, yang bisa dipandang tinggal bagian belakangnya kan? Termasuk desain helm si rider.

Soal secepat apa orang melihat suatu obyek, sebuah riset bisa memberikan gambaran. Jadi, USAF atau United States Air Force (Angkat Udara Amerika Serikat) pernah meneliti kalau para pilotnya bisa mengenali suatu obyek dalam waktu 1/220 detik di kamar gelap.

 

“Menurut riset USAF, rata-rata pilot mereka
kenal suatu obyek dalam waktu 1/220 detik”

 

Lumayan cepat ya? Tapi jangan lupa, itu adalah pilot. Orang-orang yang terlatih. Tapi itu baru urusan mengenali suatu obyek. Pertanyaan berikutnya, secepat apa mata mengejar suatu obyek?

Eksperimen ini pernah disimpulkan sama F Behrens Otto von Guericke dari University Magdeburg (Jerman), M MacKeben Smith dari Kettlewell Eye Research Institute (San Francisco, AS), dan W Schroder-Preikschat dari University of Erlangen-Nuremberg (Jerman).

 

 

Mereka sepakat dalam sebuah riset yang dilengkapi diagram kalau mata manusia itu paling cepat menoleh dalam hitungan 900 derajat per detik. Kalau dihitung-hitung, itu sama saja 0,42 mph atau 0,67 km per jam. Loh kok lama? Sebenarnya sih enggak lama. Tapi tetap butuh waktu, kan?

 

“Setelahnya, helm diuji ke ruang wind tunnel”

 

That’s why kenapa justru helm rider motor sport akan lebih dilihat bagian belakangnya. Makanya tidak heran kalau sejumlah brand luar negeri bikin helm dengan fokus desain di bagian itu. Contohnya brand asal Italia, Airoh yang punya model Airoh Valor seperti gambar di artikel ini.

Airoh Valor itu dibikin dalam beberapa tahap. Coba saja lihat bentuknya. Unik, keren, dan seksi di bagian belakang. Sebelum jadi helm, mereka sudah hitung-hitungan aerodinamika termasuk membuat bagian belakang yang beda dibanding helm pada umumnya.

Itu masuk di tahap pertama waktu mereka bikin helm. Jadi di tahap pertama ini mereka bikin simulasi virtual dulu secara matematis untuk mengukur interaksi antar-bagian waktu semuanya dipasang plek bareng-bareng.

Baru habis itu, helm diuji sama teknologi FEM untuk mengukur kekuatannya saat benturan. Setelahnya, helm diuji ke ruang wind tunnel. Jadinya mirip sama mobil Formula 1. Makanya aerodinamis.

 

“Bagian belakang Airoh Valor
mengingatkan mobil balap project sirkuit Le Mans”

 

Entah mengapa, bagian belakang Airoh Valor mengingatkan kita sama bagian belakang mobil balap project keluaran Jerman untuk sirkuit Le Mans.

Nah, asyiknya, Airoh lalu puas-puasin menerapkan tulisan brand mereka di belakang itu besar-besar dan bikin bagian tersebut makin seksi. Apalagi kalau mata yang melihat cuma bisa menangkap bagian belakang ketika motor sport melesat, kan.

 

CEK HARGA AIROH VALORĀ DI SINI

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


4 + = seven