Pakai Helm Sambil Ngobrol-Telepon-MP3-GPS di Satu Alat Ekonomis SMH5

Otosia.com – Pakai helm sambil ngobrol-telepon-putar MP3-pasang GPS adalah fasilitas pada produk paling ekonomis yang bisa dirasakan saat memakai produk Sena Bluetooth SMH5. Tentu rasanya jauh lebih baik daripada nekat menyelipkan ponsel di helm. Dengan produk paling ekonomis di jajaran Sena Bluetooth ini, biker bisa memanfaatkan fungsi-fungsi itu dengan lebih praktis, melalui earphone dan mikrofon kecil, lalu tiap-tiap fungsi (ngobrol-telepon-putar MP3-pasang GPS) diatur melalui pengontrol putar di samping. Dengan jaringan Bluetooth 3.0, semua fungsi itu bisa diperoleh tanpa perlu kabel atau nirkabel. Untuk ngobrol, ini layaknya intercom yang digunakan biker saat touring. Walau tangan terlihat tetap di setang, dan kepala tertutup helm, biker pun leluasa ngobrol dengan rekan sesama pengguna perangkat ini. Intercom dua arah ini bisa digunakan hingga jarak 400 meter.

SMH5-FM-UNIV

Obrolan pun akan jelas karena earphone dilengkapi Advanced Noise Control, wind noise reduction, wide volume control, dan dengan sample rate 48kHz. Lalu dengannya biker bisa memutar lagu dan memperdengarkannya ke teman sesama pemakai Sena Bluetooth ini.Untuk GPS, arah jalan yang bisa disetel dengan dibacakan akan terdengar via earphone.

SMH5-FM_023

Perangkat yang dijual di DuniaMotor.com ini sendiri dilepas dengan harga sekitar Rp 1 juta.

Sena SMH5 dan tipe lain tersedia di Jakarta, diantaranya di DuniaMotor di Jl. Raya Pulo Gebang, Gg. Swadaya No. 7A, Jakarta Timur, Juragan Helm, dan gerai moge Victory Fatmawati , Banten, Batam, dan Bali.

 

Sumber : http://www.otosia.com/berita/pakai-helm-sambil-ngobrol-telepon-mp3-gps-di-satu-alat-ekonomis-smh5.html


Project-One, Knalpot Lokal Rp 6,5 Juta Rasa Impor

Otosia.com – Banyak konsumen pencinta sepeda motor yang gandrung dengan produk impor. Gerai seperti DuniaMotor.com sendiri mengakui bahwa mereka biasa mengimpor produk buatan Jepang, Italia, atau USA, yang tak lain karena alasan kualitas.

Namun bicara soal kualitas, DuniaMotor.com kini meilirik dan memperkenalkan produk knalpot lokal bernama “Project-One”.

“Duniamotor mulai memasarkan produk lokal ini dengan merek Project-One karena kualitas dari knalpot ini sudah sangat mendekati dengan merek-merek knalpot impor yang selama ini sudah digemari, seperti LeoVince, Termignoni, Akrapovic,” kata Ronald Sinaga, Pemilik DuniaMotor.com, gerai aksesori dan apparel moge.

Project-One ini khusus untuk pengguna Yamaha R25, yang sangat popoler 6 bulan terakhir di Indonesia terutama untuk di kelas 250cc. Selama ini kelas 250cc diungguli oleh Kawasaki Ninja 250cc, dan sejak keluarnya Yamaha R25, mulai banyak permintaan knalpot untuk motor tersebut.

 

“Kita juga sudah kenal untuk merek lokal sendiri, yang dibuat oleh anak-anak Indonesia yaitu merek R9, tertulis pada knalpot “Project One produced by R9” dan sudah mengekspor ke beberapa negara seperti Malaysia atau Thailand bahkan sampai di pasaran Eropa juga sudah ada. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Project-One ini cukup memuaskan untuk konsumen-konsumen duniamotor.com yang selama ini mencari produk berkualitas dan knalpot ini menjamin kualitas yang tidak kalah dengan merek-merek terkenal lainnya,” ujarnya.

Knalpot Project One untuk Yamaha R25, 250cc 2-silinder menggunakan sistem 2-1-1. Header berbahan titanium menjadikan knalpot ini lebih ringan dibanding bahan stainlessteel, selain juga tidak menyerap panas sehingga panasnya sangat gampang terbuang dan penyerapan panas lebih rendah. Bagian knalpotnya sendiri dilapisi bahan carbon fiber membuat knalpot lebih adem dan lebih ringan.

Las-lasannya diklaim sangat rapi. Setiap lekukan knalpot dibuat secara mandrel bends, terlihat bahwa diameter dari ujung knalpot sampai bagian lekukan bawah yang tetap sama dan tidak berubah. Hubungan header antara midpipe dan knalpot juga sangat pas dan tidak ada yang terlalu besar atau terlalu kecil.

Soal harga, merek-merek impor biasanya sudah di atas Rp 8 juta untuk kelas 2 silinder. Harga pun tentu akan membengkak jika menggunakan bahan titanium, yang diperkirakan Rp 17 juta-Rp 30 juta. Namun, Project-One jauh di bawah harga tersebut.

“Khusus untuk Project-One terutama untuk Yamaha R25, hanya Rp 6,5 juta sudah mendapat full system dengan bahan titanium dengan kualitas yang tidak kalah dengan merek-merek terkenal lainnya seperti dari Jepang, Amerika, maupun Eropa,” ujarnya.

 

sumber : http://www.otosia.com/berita/project-one-knalpot-lokal-rp-65-juta-rasa-impor.html