Helm Sepeda untuk Ngobrol & Dengar Musik, SENA R1

Apa yang bikin kita naik selevel lagi saat gowes dan pakai helm sepeda? Pernah coba helm sepeda yang bisa untuk ngobrol dengan sesama pemakai helm sepeda lain? Atau santai gowes, tapi tangan tetap di setang sambil komunikasi via smartphone atau mendengarkan musik, bahkan berbagi lagu dengan goweser lain?

 

Fungsi itu bisa didapat di helm SENA R1, smart cycling helmet generasi terbaru. Wujudnya merupakan pembaruan dengan bentuk lebih sporty dibanding model sebelumnya, X1, yang lebih bulat.

Helm ini bisa digunakan untuk ngobrol atau mendengarkan musik via koneksi Bluetooth. Goweser juga akan lebih aman waktu memanfaatkan helm R1 ini dibanding memakai earphone. Salah satunya saja, kita cenderung tidak mendengar kendaraan yang akan lewat dari belakang. Istilahnya “background noise”. Padahal “background noise” ini sangat dibutuhkan buat keselamatan.

Dengan memakai helm SENA R1 ini, kita bisa mendengarkan musik, radio, ataupun ngobrol dengan goweser yang juga pakai helm ini atau SENA lainnya karena total bisa terkoneksi sampai empat orang. Tapi kita juga tetap bisa mendengar “background noise” atau “road noise” untuk mengetahui kondisi sekeliling kita. Kok bisa?

 

“Dengar musik, radio, ataupun ngobrol dengan goweser pemakai SENA karena bisa terkoneksi sampai 4 orang. … tetap bisa mendengar ‘background noise'”

 

Helm ini punya mic di bagian depan tanpa boom dan speaker di kanan-kiri. Semuanya terpasang di sisi langit-langit helm. Jadi, semuanya tidak menempel langsung ke mulut dan telinga. Karena posisi itu pula, mic dan speaker aman dari hujan. Sistemnya pun berteknologi Advance Noise Redutcion sehingga kualitas suara yang masuk dan keluar akan bagus.

Fitur SENA-nya ini sama dengan modul SENA 10C. Jadi bisa streaming musik dari smartphone ataupun pemutar lainnya. Bahkan salah satu rider bisa sharing musik dengan penunggang sepeda lainnya sesama pemakai helm SENA R1.

“Coba bayangkan, kita dalam grup goweser bisa mendengarkan musik secara individual atau berbagi dengan grup goweser. Masuk daerah agak tenang. Tengah hutan. Bisa ngobrol, atau bisa sama-sama mendengarkan musik,” kata Bro Ron dari DuniaMotor.com, yang memasarkan helm ini.

 

CEK HARGA DI SINI


MV Agusta Lovers… Cek Tabung Minyak Rem Satu Ini

MV Agusta adalah salah satu motor spesial yang masuk Indonesia. Model-modelnya cukup bikin “gemas”, seperti Brutale, Dragster 800, F3, sampai F4. Detail motor ini bisa dilihat di berbagai sudut, apalagi kalau sudah dipasangi aksesori menonjol seperti clutch cover bening alias tutup rumah kopling yang tembus pandang (bisa lihat pergerakan clutch atau kopling).

Nah, kalau clutch cover itu sudah diganti dengan model yang transparan, sayang kalau tabung minyak rem belakang tidak menyesuaikan. Soalnya, tempat penyimpan minyak rem ini terpasang di bawahnya.

Produsen part Italia, CNC Racing, membuatkan khusus tabung minyak rem belakang (fluid reservoir rear brake) ini. Bukan cuma dibikin mulus berkilap, bagian itu juga dipasangi jendela untuk mengintip level minyak rem yang tersisa.

Nah, soal mulus berkilap tadi menarik. Yang namanya CNC Racing, mereka memotongnya dengan mesin CNC sehingga detail. Apalagi bentuknya mengotak dan kelihatan kokoh, berbeda dari bentuk fluid reservoir rear brake bundar pada umumnya.

Terlebih lagi, permukaannya di-anodize. Jadi bukan langsung dicat, melainkan lewat proses pembentukan elektroda anoda dari sel elektrolisis. Tujuannya supaya tahan korosi dan keausan, selain memberikan daya rekat lebih baik untuk cat primer dan lem. Makanya, tampilannya rrrruarrrr wiassa….. Kelihatan banget kualitasnya, Bro…

 

 


Helm Racing Asli Italia Harga Rp 2 Jutaan, Airoh Valor…

Italia jadi rumah para rider lintasan. Khususnya untuk roda dua. Makanya jangan heran, segala rupa kebutuhan perlengkapan juga datangnya dan dijagokannya dari sana. Begitu juga untuk helm.

 

Mau half-face, full-face, dan segala rupa turunan desain sudah dibikin di sana. Pilihan model dan harga pun cukup luas. Tapi kalau bicara helm racing on-road, mestinya pilihannya sudah umum. Di Indonesia sendiri, rata-rata harga pilihan umum itu di atas Rp 3 juta. Kecuali satu helm bernama “Airoh”.

Brand yang juga dari Italia tepatnya di Almenno San Bartolomeo di Provinsi Bergamo itu bikin satu model di kelas harga Rp 2 jutaan. Namanya Airo “Valor”. Apa rasanya?

1. Pandangan Luas

Satu yang unik dari desain helm Airoh Valor adalah pandangan yang luas. Memang kita mesti coba sendiri. Habis itu coba bandingkan dengan helm sport lain. Visor ultra-lebar dan dirancang untuk bisa dipasangi pelapis kaca anti embun Pinlock.

Desain ruang atas dan bawah sangat lega untuk dipandang. Jadi misalnya kalau kita lagi di lampu merah yang dipasang cukup tinggi, penanda itu masih bisa kelihatan. Apalagi kalau riding jauh, langit biru bisa dinikmatin sepuas-puasnya.

2. Banyak ventilasi dan enteng

Kalau diangkat, Airoh Valor cukup fair secara bobot. Produsen menerapkan keterangan data bobot sekitar 1.400 gram di bagian belakang pelindung kepala yang menggunakan material thermoplastic HRT ini. HRT sendiri singkatan dari High Resistant Thermoplastic. Sementara kain di interiornya Hypoallergenic yang sesuai namanya dibuat untuk tidak menyebabkan alergi.

Nah, soal ventilasinya, Airoh membuat Valor punya empat titik masuknya aliran angin. Ada Front Vents atau di area mulut, Top Vents atau di area dahi, Chin Guard Vent atau di area rahang, dan Rear Exctractors atau di bagian belakang. Helm ini juga dikenal memeluk area pipi seperti yang biasa terlihat pada rider-rider MotoGP. Tapi area lainnya cukup lega.

3. Desain seksi depan, samping, belakang

Secara desain, Airoh mengoptimalkan volume ruang helm-nya. Prinsip dasar itu lalu didukung sama bentuk yang juga aerodinamis sekaligus unik dengan bagian belakang besar memipih.

Kalau lihat bagian belakangnya ini, Airoh Valor bikin ingat sama gaya aerodinamika mobil-mobil balap era keemasan Le Mans klasik. Dan satu lagi, tulisan Airoh-nya terlihat besar di bagian belakang itu (Helm itu yang seksi bagian belakangnya). Jadinya kalau terlihat dari belakang apalagi naik motor sport, tulisan di helm itu langsung bikin beda. Ibarat sebuah statement, Bro!

 

CEK HARGA DI SINI

 


Tabung Minyak Rem CNC Italia, “Obat Ganteng” untuk Motor Sport

Produk ori untuk motor-motor sport sekarang bisa dilihat keluaran brand Italia, CNC Racing. Material yang dipakai sesuai sama ekspektasi buat tampil keren. Soalnya, anti setengah-setengah. Salah satunya adalah tabung minyak rem alias brake fluid reservoir.

 

Keberadaan benda ini di samping tuas grip belum apa-apa sudah bikin kesan “wah tampilan motornya serius nih”. Soal bentuk tabung minyak rem CNC Racing ini unik. Bukan bundar, tetapi agak segitiga.

Nah, karena kebanyakan brake fluid reservoir bentuknya bundar, tabung minyak rem CNC Racing ini pasti bikin orang pengin tahu pantang tampil reguler. Apalagi brake fluid reservoir letaknya di atas. Jadi gampang kelihatan.

 

“Unik, bukan bundar, tetapi agak segitiga”

 

Kenapa di atas? Ya bolehlah dijelaskan sedikit. Itu ada di atas karena karja master silinder yang mengandalkan katup. Jadi ketika tuas dilepaskan, reservoir “berkomunikasi” mengandalkan gravitasi dengan rem dan caliper untuk meminimalkan wear di bantalan rem. Jadi, setiap pengereman, dibutuhkan sejumlah cairan per menit.

Universal juga. Jadi, bisa untuk semua motor yang sudah pakai fluid tank. Selain untuk tabung minyak rem, produk ini juga bisa dipakai sebagai penampung minyak kopling. Ukurannya pun ada dua: 25 ml dan 12 ml.

Nah, brake fluid reservoir pakai bilah logam campuran berkualitas tinggi yang pemotongannya menggunakan mesin CNC. Logam tersebut bukan cuma dibentuk beda dengan tampilan agak segitiga, tetapi juga di-anodize dengan macam-macam warna yang waay so preetty….

 

“Tujuannya buat meningkatkan ketahanan
terhadap korosi dan keausan”

 

Ada gold, red, blue, black, dan silver. Semuanya melalui proses anodized. Ini bukan dicat metalik, tetapi proses pembentukan elektroda anoda dari sel elektrolitik. Tujuannya buat meningkatkan ketahanan terhadap korosi dan keausan, dan memberikan daya rekat yang lebih baik untuk cat primer dan lem. So, super sekali, Brother.

 

 

CEK HARGANYA DI SINI

 

 

 

 


Resmi!! Indonesia Siap Gelar MotoGP 2021 di Lombok

 

Muantaaaabb Brother…. Indonesia akhirnya resmi siap menggelar MotoGP. Mereka yang biasa terbang ke tiap sirkuit mancanegara atau mereka yang mengandalkan nobar dan televisi di rumah akhirnya bisa merasa lebih bangga dibanding sebelumnya.

 

Soalnya, keputusan itu disampaikan secara resmi bahwa putaran untuk Indonesia akan berlangsung pada tahun 2021 mendatang. Peresmian ini ditegaskan saat CEO Dorna selaku penyelenggara MotoGP, Carmelo Ezpeleta, tandang ke Istana Kepresidenan Bogor dan bertemu Presiden Jokowi.

Beberapa hari sebelum bertemu Presiden Jokowi pada 11 Maret 2019, Carmelo Ezpeleta sudah menegaskan soal pengumuman ini. Dia bahkan sempat membeberkan rencana tersebut bertahun-tahun sebelumnya saat pihaknya datang ke Sentul, Jawa Barat.

“Tahun 1996-1997 di Sentul, kami sudah menginisiasi pembahasan mengenai kemungkinan MotoGP digelar di Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah motor terbesar di dunia. Kami juga tahu bahwa sepeda motor dan juga MotoGP merupakan hal penting di Indonesia. Jika tidak ada halangan maka kami akan berada di Indonesia pada 2021,” kata dia.

Sebagai sebuah sirkuit kelas MotoGP, perencanaan untuk sirkuit sudah pasti matang. Dorna juga sudah memperlihatkan rancangan desain kompleks dari sirkuit ini. Lokasinya sendiri di Nusa Tenggara Barat tepatnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dengan luas total 1.054.040 meter persegi.

Pihak dari Indonesia sudah menghabiskan 25 juta dolar untuk infrastruktur termasuk area kedatangan dan juga mendorong warga lokal dalam menggerakkan bisnis pariwisata setempat karena area ini pastinya akan didatangi para penggila MotoGP dari berbagai negara dan tentunya dari Indonesia sendiri.

Jadi? Siap terbang ke sana Brother? Atau berencana touring? Siap-siap dululah sama peralatan riding-nya. Toh sudah banyak juga yang touring sampai ke Lombok, kan. Mantap!

 

CEK HARGA-HARGANYA DI SINI

 

 

 

 


Cek 3 Pilihan Knalpot Buat Motor Trail 150-250 CC

Motor trail kelas mesin 150 cc sampai 250 cc lagi menggejala di Indonesia. Brand seperti Kawasaki dan Honda sudah kasih pilihan buat mereka yang doyan motor ini sambil menikmati tren bertualang alias adventure.

 

Nah, buat yang mau penyegaran motor, silakan lirik pilihan-pilihan knalpot aftermarket yang beredar di pasaran. Apalagi kalau mau bentuk yang baru, suara yang baru, sama pastinya lebih enteng.

Menariknya knalpot orisinal adalah material yang dijanjikan lebih enteng daripada knalpot bawaan si motor. Pilihannya bisa dari merek impor maupun lokal. Yang impor contohnya dari California, Amerika, yakni Two Brothers. Silakan pilih sendiri, Brader:

 

1. Two Brothers S1R Carbon

 

Bisa dibilang, Two Brothers S1R Carbon jadi satu pilihan premium buat trail. Pabrikan asal Santa Ana, California, ini sudah ada dari tahun 1985. Makanya pengalamannya pasti matang untuk urusan pengembangan knalpot, termasuk tipe S1R Carbon.

Bahan carbon orisinal sudah pasti bikin knalpot ini ringan buat full-throttle, apalagi di medan non-aspal alias offroad. Bagian ujung atau end cap-nya magnesium dengan dilapisi teflon.

Suaranya juga unik karena didukung spiral-wound perforated core. Lau mereka secara spesifik mengembangkannya untuk KLX250 dan CRF250. Dua-duanya sudah masuk Indonesia, kan?

Cek Bentuk & Harga di Sini

 

 

2. Two Brothers R375 FS

 

Pasti sudah pada dengar merek yang satu ini kan? Tepat Brother, ini adalah knalpot khusus yang dikembangkan sama Two Brothers untuk mesin-mesin kecil yang banyak beredar di Indonesia. Jadi, sekalipun bikin S1R Carbon, mereka juga punya R375 FS yang dikembangin khusus buat Honda CRF250L.

Ini adalah knalpot slip-on yang tinggal dicolok ke pipa head bawaan motor. Sepaketnya sudah termasuk semua yang dibutuhkan untuk pemasangan. Lalu kalau katalis-nya dicopot, tenaga sama suaranya jadi maksimal.

Karena namanya juga keluaran Two Brothers, knalpot ini juga sudah masuk tes dyno biar fungsinya paten. Dengan bodi stainless steel, Two Brothers memasangkan bagian ujung atau end cap berbahan aluminium.

Cek Bentuk & Harga di Sini

 

 

3. Daytona GP Taper

 

Nah, ini ada satu produk lokal (lisensi Jepang) yang mengeluarkan knalpot dengan sasaran Kawasaki KLX150. Harganya lumayan ramah kantong tetapi sudah pakai bahan baku stainless steel 304 yang jadi standar knalpot-knalpot impor era sekarang.

Daytona mendesainnya dengan ujung taper atau mengembang supaya gelontoran tenaganya jempolan. Sementara ujung knalpot (end cap) dari plastik anti panas, plus no DB killer.

Cek Bentuk & Harga di Sini

 

 

 

 

 


Helm Itu yang Seksi Bagian Belakangnya…

Helm itu yang seksi bagian belakangnya. Lagi pula, kalau helm seksi itu dipakai naik motor sport dan keburu lewat, masa iya mata bisa lihat visor, depan, atau bagian sampingnya?

 

Gambarannya kan begini. Suara knalpot sport akan kedengaran duluan untuk menunjukkan kalau ‘oh, ini ada motor sport mau lewat’. Lalu pas kita mau lihat, motornya sudah kadung lewat duluan. Jadinya, yang bisa dipandang tinggal bagian belakangnya kan? Termasuk desain helm si rider.

Soal secepat apa orang melihat suatu obyek, sebuah riset bisa memberikan gambaran. Jadi, USAF atau United States Air Force (Angkat Udara Amerika Serikat) pernah meneliti kalau para pilotnya bisa mengenali suatu obyek dalam waktu 1/220 detik di kamar gelap.

 

“Menurut riset USAF, rata-rata pilot mereka
kenal suatu obyek dalam waktu 1/220 detik”

 

Lumayan cepat ya? Tapi jangan lupa, itu adalah pilot. Orang-orang yang terlatih. Tapi itu baru urusan mengenali suatu obyek. Pertanyaan berikutnya, secepat apa mata mengejar suatu obyek?

Eksperimen ini pernah disimpulkan sama F Behrens Otto von Guericke dari University Magdeburg (Jerman), M MacKeben Smith dari Kettlewell Eye Research Institute (San Francisco, AS), dan W Schroder-Preikschat dari University of Erlangen-Nuremberg (Jerman).

 

 

Mereka sepakat dalam sebuah riset yang dilengkapi diagram kalau mata manusia itu paling cepat menoleh dalam hitungan 900 derajat per detik. Kalau dihitung-hitung, itu sama saja 0,42 mph atau 0,67 km per jam. Loh kok lama? Sebenarnya sih enggak lama. Tapi tetap butuh waktu, kan?

 

“Setelahnya, helm diuji ke ruang wind tunnel”

 

That’s why kenapa justru helm rider motor sport akan lebih dilihat bagian belakangnya. Makanya tidak heran kalau sejumlah brand luar negeri bikin helm dengan fokus desain di bagian itu. Contohnya brand asal Italia, Airoh yang punya model Airoh Valor seperti gambar di artikel ini.

Airoh Valor itu dibikin dalam beberapa tahap. Coba saja lihat bentuknya. Unik, keren, dan seksi di bagian belakang. Sebelum jadi helm, mereka sudah hitung-hitungan aerodinamika termasuk membuat bagian belakang yang beda dibanding helm pada umumnya.

Itu masuk di tahap pertama waktu mereka bikin helm. Jadi di tahap pertama ini mereka bikin simulasi virtual dulu secara matematis untuk mengukur interaksi antar-bagian waktu semuanya dipasang plek bareng-bareng.

Baru habis itu, helm diuji sama teknologi FEM untuk mengukur kekuatannya saat benturan. Setelahnya, helm diuji ke ruang wind tunnel. Jadinya mirip sama mobil Formula 1. Makanya aerodinamis.

 

“Bagian belakang Airoh Valor
mengingatkan mobil balap project sirkuit Le Mans”

 

Entah mengapa, bagian belakang Airoh Valor mengingatkan kita sama bagian belakang mobil balap project keluaran Jerman untuk sirkuit Le Mans.

Nah, asyiknya, Airoh lalu puas-puasin menerapkan tulisan brand mereka di belakang itu besar-besar dan bikin bagian tersebut makin seksi. Apalagi kalau mata yang melihat cuma bisa menangkap bagian belakang ketika motor sport melesat, kan.

 

CEK HARGA AIROH VALOR DI SINI

 

 


Moge Dikerjain Tikus? Emangnya Bisa?

Tikus memang suka bikin ulah. Tapi kali ini ulahnya baru ketahuan setelah perbaikan menyeluruh. Inilah yang terjadi di Kawasaki ZX6R milik Bro Fritz dari Kelapa Gading, Jakarta.

 

Jadi ceritanya bermula waktu Bro Fritz lagi seru-serunya sunday morning ride (sunmori/sanmori) di daerah Senayan City, Jakarta Selatan. Teman-temannya yang di belakang bilang kalau lampu motor Bro Fritz antara nyala dan mati. Lucunya, lampu LED tambahannya masih terlihat menyala.

“Pas hari Minggu kan sunmori ke Senayan City. Teman-teman tuh pada bilang ‘Bro lampu belakang mati’. Lampu LED-nya tapi nyala. Beres sunmori, tetap jalan biasa untuk pulang. Cuma kan lampu enggak nyala, bahaya juga, ya,” kata Bro Ritz.

Waktu luang di ujung Februari hari Kamis (28/2/2019) pun langsung dimanfaatkan buat mampir ke gerai DuniaMotor.com di Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur, Rukan Avenue No. 8055.

Mr Ketut, mekanik DM, langsung turun tangan dan Kawasaki ZX6R Bro Fritz pun naik ke “meja operasi” dan bongkar bagian belakang untuk tahap awal.

 

“Hari Minggu kan sunmori ke Senayan City. Teman-teman pada bilang ‘Bro lampu belakang mati’. Tapi lampu LED-nya nyala.”

 

Sekian belas menit berlalu, Mr Ketut langsung terkekeh. Dia bilang, di kabel lampu banyak bekas gigitan dari gigi-gigi kecil.

Ia pun tidak langsung berkutat di area yang sama. Namanya juga tikus, pasti menjelajah terus entah sampai ke mana. Dan benar juga tebakan Mr Ketut.

“Buka airbox, sambil ngecek juga. Kabel terminal di depan tahunya juga digigit tikus,” kata dia setelah melepas airbox, unit suplai udara yang letaknya di bagian tangki.

Bro Ritz bilang kalau moge Kawasaki-nya ini sempat diam sebulan di garasi bareng koleksi lainnya, Kawasaki Z800.

“Motor disimpan di dalam garasi sih. Sebelahan sama mobil, sama Z800 dan Honda CBR250R yang biasa dipakai buat harian,” ujar Bro Ritz, yang doyan coba-coba moge, termasuk Ducati sampai Yamaha.

Syukur deh. Kabel-kabel sudah beres. Bro Ritz bisa lanjut sunmori lagi. Riding sama istri berdua Kelapa Gading-Senayan City or sama bro rider lainnya. Enjoy!

 

Alamat:
DUNIAMOTOR
Rukan Avenue No. 8055
Jakarta Garden City
Cakung, Jakarta Timur

Senin – Jumat| 9.00 – 17.00
Sabtu-Minggu | Tutup (Sementara)

TELEPON:
Aksesori :
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)

Motor:
KAWASAKI / MOGE SEKEN :
0877 KAWASAKI (0818 5292 7254)

YAMAHA / MOGE SEKEN :
0818 YAMAHA (0818 926 242)

Line: @duniamotorcom
Email : info@duniamotor.com
http://www.duniamotor.com/


Mesin Moge Mati Kalau Kena Lubang Jalan, Mungkin Ini Penyebabnya

Mesin moge kok tiba-tiba mati melulu? Padahal mungkin moge tersebut masih baru. Problem semacam ini terjadi pada Honda CBR1000RR produksi 2012 yang masuk ke bengkel DuniaMotor.com (DM).

 

Pemilik moge mengeluh mesin motornya langsung mati setiap kali kena benturan keras atau polisi tidur. Mendengar keluhan ini, DM langsung berasumsi bahwa permasalahan terjadi pada sektor kelistrikan.

Sebenarnya sih tidak perlu lagi garuk-garuk kepala untuk cari letak masalah di zaman perangkat serba elektronik seperti sekarang. Soalnya semuanya sekarang serba gampang.

Bengkel DM memberikan jasa untuk diagnosis problem-problem semacam ini. Karenanya, mekanik pun langsung colok ECU CBR tersebut dengan Texa Navigator TXC yang tersedia di bengkel kami.

 

“Mesin mati setiap kali kena benturan keras
atau polisi tidur”

 

“Setelah ECU motor dikoneksikan ke PC via Texa Navigator TXC, langsung terlihat segala informasi error yang terekam di sana. Dengan menggunakan alat canggih ini kami langsung mengenali permasalahan dan mengambil tindakan yang tepat,” kata Bro Ron dari DM.

Ternyata, korsleting terjadi di banyak titik, mulai dari kabel positif, negatif, sampai sensor steering damper. Kesimpulan kami saat itu, terdapat kabel yang terluka dan ternyata cukup panjang. Perbaikannya pun simpel.

Setelah pemulihan, sepeda motor langsung dites lagi di jalan untuk menghadapi medan yang sama, seperti jalan berlubang dan polisi tidur. Akhirnya, kerja motor kembali normal dan berjalan mulus.

 

***

 

Punya masalah serupa?
Main saja ke showroom kami:

ALAMAT:
Jakarta Garden City, Ruko The Avenue No 8055, Cakung, Jakarta Timur

TELEPON:
Aksesori :
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)

Motor:
KAWASAKI / MOGE SEKEN :
0877 KAWASAKI (0818 5292 7254)

YAMAHA / MOGE SEKEN :
0818 YAMAHA (0818 926 242)

Facebook: https://www.instagram.com/DuniaMotorcom/
Instagram: https://www.facebook.com/DuniaMotorcom
Line: @duniamotorcom
Email : info@duniamotor.com
http://www.duniamotor.com/

 


Moge Adventure Classic Triumph Scrambler 1200XE Resmi Masuk Indonesia

Motor adventure classic sekarang jadi acuan baru. Ini pula yang ditanggapi sama Triumph Indonesia. Mereka membawa masuk Scrambler 1200XE atau top level dari tipe ini khusus bagi penyuka gaya klasik yang siap jelajah segala medan.

 

Triumph Scrambler jadi fenomena menarik. Sebab, orang-orang mengenal Triumph sebagai motor Inggris, sementara Scrambler sangat khas Amerika. Hari Aji, GM Sales and Marketing PT Garda Andalan Selaras (GAS), distributor Triumph Motorcycles pun coba bercerita.

 

“Scrambler dulu dipopulerkan oleh salah satu artis Amerika, namanya Steve McQueen. Dia waktu itu menggunakan Bonneville TR6 di film The Escape pada tahun 1960-an. Adegannya jumping dan akhirnya populer. Ciri khasnya di ban pacul dengan knalpot ke atas ke samping. Itu ditiru oleh masyarakat di Amerika. Jadi, awalnya bukan di Inggris tapi Amerika,” kata Hari Aji, GM Sales and Marketing.

Buat yang paham Triumph terutama model adventure, mereka sebenarnya sudah memiliki Tiger. Mereka juga sudah memiliki Scrambler. Namun, Triumph Scrambler 1200XE jelas menawarkan sesuatu yang berbeda dari keduanya.

Yudi Yulianto, Director PT GAS, menjabarkan sejumlah pembaruan termasuk mesin yang lebih besar, layar di kemudi, hingga suspensi. Mesin yang dipakai adalah Bonneville Hogh Power 1.200 cc berdaya 90PS @ 7.400 RPM berpendingin cairan.

“Daya mesinnya naik hampir 38 persen kalau dibandingkan Scrambler 2019. Sudah mengadopsi suspensi depan Showa dan belakang Ohlins (belakang adjustable) masing-masing punya travel 250 mm,” kata Yudi seraya menyebutkan penggunaan master rem Brembo MCS di depan dan ABS canggih untuk cornering.

 

“Mengadopsi suspensi depan Showa
dan belakang Ohlins”

 

Fungsi touring didukung pula dengan heater di grip dan cruise control. Motor ini pun sudah ride-by-wire karena disertai enam mode berkendara. Salah satunya “Offroad Pro” mode khusus untuk medan offroad yang otomatis mematikan fungsi ABS dan kontrol traksi.

Sementara itu, layar di setangnya adalah TFT generasi kedua. Layar ini menyajikan informasi komplet.

“Layar itu sudah menampilkan temperatur, speed, BBM, koneksi Bluetooth ke GoPro yang menjadi sistem koneksi pertama di dunia. Serta Turn by Turn navigation untuk GPS,” tambah Yudi.

Harga jual motor ini sedikit lebih mahal dari Tiger mengingat ia menawarkan model yang berbeda dan unik. PT GAS juga sudah memasarkan sejumlah unit dan ternyata sudah sold out. Mereka pun membeberkan informasi tersebut.

Triumph Scrambler 1200XE dilego dengan banderol harga Rp 545 juta off-the road. PT GAS memboyong versi top level sesuai dengan karakter konsumen di Indonesia dan pertimbangan birokrasi sehingga diarahkan untuk memberikan yang maksimal kepada costumer.


“Empat unit ini sold out ini,
dan yang dipajang ini pinjam punya salah satu costumer”

 

“Banyak teman adventurer yang lebih main ke trail. Kami coba tawarkan model adventure modern classic. Kami bawa empat unit pertama dari Amerika langsung. Empat unit ini sold out ini, dan yang dipajang ini pinjam punya salah satu costumer,” kata Aji.

Kapan unit berikutnya sampai ke Indonesia? Mereka bilang “cooming soon”. Namun inden setelah ini disebutkan akan masuk bulan depan.

“Yang bulan depan ini sudah inden orang juga. Setiap bulan masuk 4-6 unit. Penjualan terbanyak di Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, dan Bali,” tambahnya.