Cerita Biker Adventure, Mau Celana Jins yang Aman Buat Riding…

Om Bima, Om Budi, dan Om Haris sama-sama lagi suka-sukanya adventure. Ketiganya adalah rider mesin dua roda berpostur jangkung yang punya kemampuan melibas banyak medan.

 

Kalau Om Haris mengandalkan Kawasaki Versys 250, Om Bima dan Om Budi sama-sama mengandalkan Honda CB500X.

 

Tapi bukan berarti mesti sama-sama menunggangi motor sejenis. Soalnya, ketiga Om yang bergabung di bawah Komunitas Motor Monika kawasan Bumi Serpong Damai ini juga main dengan rider-rider sport sampai cruiser.

Nah, suatu kali ketiganya mampir ke DuniaMotor.com. Setelah puas lihat-lihat pilhan knalpot branded di lantai satu, ketiganya lantas naik ke lantai dua yang dikhususkan buat apparel. Aneka helm tersedia di sana, sampai dengan celana riding.

Waktu di seksi celana riding, ketiganya sama-sama menemukan produk yang mereka mau, celana riding Contin. Apa uniknya?

“Kenapa cari Contin, soalnya ini jins. Biasanya kan (celana riding) yang bahannya agak keras (sambil mengingat-ingat jenis bahannya),” kata Om Bima.

Contin sendiri punya fungsi untuk riding jauh karena punya pelindung di bagian lututnya. Bagian tersebut pun bisa dikeluarkan. Nah, celana-celana ini akan jadi kelengkapan baru mereka saat touring, termasuk Om Bima yang baru-baru ini baru saja tour ke Ijen.

Bicara soal Ijen, kata dia, perjalanan ke sana memang butuh usaha. Makanya yang ikut pun motor-motor khusus.

“Delapan hari kami jalan. Enggak, enggak pakai towing. Dijalanin aja. Pulang-pulang, kilometernya sudah 2.800 (km),” kata Om Bima lalu tersenyum.

Yah, bagaimanapun, pilihan motor juga menentukan jumlah peserta. Misalnya saat tour ke ke Dieng. Saat itu motornya, menurut Om Bima, macam-macam karena jalannya aspal.

“Banyak yang ikut. Kami kadang juga pergi sama orang-orang Harley, jadi banyak jalan raya. Tapi kalau adventure paling hanya 5-10 orang. Soalnya enggak semuanya (pakai motor) adventure,” kata dia.

Jumlah pun kadang makin sedikit. Namanya orang-orang sibuk, riding pun kadang terbentur jadwal.

“Ya mau berangkat ada yang mesti ke kantor, mau berangkat ada urusan apa,” kata Om Bima, yang baru-baru ini juga pergi bersama teman-temannya ini ke curug di Ciloto atau ke Ujung Genteng, Sukabumi. Mantap, Om Bima, Om Budi, and Om Haris. Happy riding.

 

CELANA CONTIN
Rp 525.000-Rp 535.000

Jins Hitam Klik di Sini
Jins Biru Klik di Sini 

 

*foto koleksi Om Bima

 

 

 

 

 


Relax… Ducati Indonesia Kini di Bawah Bendera Baru

Ducati punya segudang fans di dunia, termasuk juga di Indonesia. Gaya Italianya terlalu kental dan kuat untuk ditolak, sekalipun pernah juga terdengar kabar miring mengenai pembeliannya di Indonesia. Namun, Ducati kini mulai berbenah.

 

 

Faby Tsui, COO Ducati Indonesia, mengatakan bahwa Ducati Indonesia secara resmi kini berada di bawah bendera baru dengan manajerial yang bukan cuma baru, tetapi juga diniatkan untuk membuat fans-nya makin senang.

“Ducati Indonesia kini di bawah Cakra Motorsport, di mana bagian dari PT Cakrabuana Ventura Indonesia. Dengan adanya Cakra Motorsport, Ducati akan meningkatkan purnajual dari yang sebelumnya belum ada,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa Ducati akan meningkatkan jaringan purnajual dan juga aftersales berupa 2 tahun free service.

“Pokoknya dengan adanya kami akan makin ngegas lagi. PR-PR yang lama sudah lewat, sekarang sudah era baru,” kata dia.

Amri Santoso, National Sales Manager Ducati, pun memberi penekanan pada PR-PR yang dimaksud. Pengurusan pembeli di bawah bendera sebelumnya akan dibenahi.

“Manajemen yang baru full support ke kami. Pengurusan surat secara cepat itu memang prioritas kami sekarang, untuk membersihkan pikiran-pikiran costumer-costumer lama. Lalu kami sudah komitmen juga untuk fasilitas-fasilitas yang baru ini akan kami kasih fasilitas lebih dari yang kemarin,” kata dia.

Tidak tanggung-tanggung, servis gratis tersebut berlaku untuk banyak model dan bukan cuma free servis satu kali. Seiring peresmian manajemen baru ini, sejumlah motor Ducati pun langsung disabet oleh konsumen. Dua di antaranya adalah model terbaru Scrambler 2019, serta motor balap versi jalan raya, Panigale P4.

“Contohnya untuk model Scrambler 2019, kami kasih servis setahun gratis artinya dua kali servis gratis. Untuk Scrambler 400 itu free sekali servis. Kemudian Ducati Panigale P4 dua tahun gratis servis atau gratis tiga kali. Artinya dia selama dua tahun itu tinggal pakai motor,” ujarnya.

So, buat para biker fans Ducati, khususnya yang di Jakarta Timur, sekarang semuanya bisa lebih tenang lagi mencintai si merah satu ini. Mau Ducati juga, silakan kontak kami DI SINI.

 

 

 

 

 

 

 


Cerita Unik GoJek Pakai Interkom-Kamera SENA 10C Pro di Helmnya

Ini baru driver ojek online yang canggih. Dia pakai interkom sekaligus bisa rekam video SENA 10C Pro. Malahan, dia ke DuniaMotor buat beli 2 unit sekaligus!

Namanya Bro Andi @AndiFirmansyah1991, dan datang jauh-jauh dari Jakarta Barat ke Jakarta Garden City di Cakung, Jakarta Timur. Kenapa beli dua interkom SENA 10C Pro sekaligus? Ini dia cerita menariknya, dan enggak disangka-sangka.

 

Dua SENA 10 CPro ini diniatkan buat dipasang di dua helm kerjanya. Satu akan dipasang di helmnya, sementara satu lagi akan dipasang di helm hijau GoJek khusus untuk penumpang.

“Sebenarnya ini buat nge-gojek sih. Pertama kan kalau lagi bawa (atau jemput) penumpang kan suka bingung tanya arah. Jadinya kalau (lagi boncengan), mesti noleh ke belakang dulu supaya kedengaran,” kata dia.

Fungsional banget sih memang. Apalagi hari gini buaaaanyaaak banget orang memanfaatkan jasa ojek online alias ojol buat ke mana-mana. SENA-Gojek ini ibarat hubungan yang mutualisme.

“Berharapnya sih kalau pakai SENA ini, orang ketika ditanya soal alamatnya, arahnya, dia enggak usah bingung-bingung,” kata dia.

Perusahaan GoJek sendiri, kata Bro Andi, tidak tahu kalau dia bela-belain membeli dan memasang dua interkom berkemera yang harga totalnya Rp 10 jutaan ini di helm operasionalnya.

Interkom-nya sendiri memang fungsional. Tapi fungsi kameranya ternyata juga tidak kalah fungsional.

“Kamera videonya buat rekam touring. Saya juga suka posting-posting di Instagram, Facebook. Cuma baru mau belajar kalau di YouTube. Nanti belajarnya sama Bro Ron (DMTV, DuniaMotor.com),” kata dia.

Bukan cuma banyak video, soalnya kamera SENA 10C Pro ini akan dipakai untuk merekam berbagai pelanggaran lalu lintas.

“Bakal penuh video, bakal penuh bully-an. Hehehe. Kalau pakai SENA, niatnya ingin liput orang-orang yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Ini bisa jadi bahan ajakan tertib berlalu lintas,” ujar bapak dua anak tersebut.

Keluar uang sebesar itu buat ojek online bukan hal yang mudah. Tapi kalau dianggap tidak mampu pun kata dia juga salah kaprah.

“Ya nabung 3 bulan lebih. Duit sebenarnya ada. Yang susah jadi driver online itu me-manage keuangan. Sehari saja bisa dapat Rp 300.000-Rp 500.000. Sebulan bisa Rp 10.000.000-Rp 12.000.000. Kalau kita tidak bisa atur keuangan ya sudah wasalam,” kata dia.

Boleh juga perhitungannya. Lagi pula kamera ini bakal dipakai juga untuk kegiatan lain. Soalnya, Bro Andi juga ikut klub motor, yang fokusnya klub doyan touring.

“Next-nya insyaAllah mau ke Bali. Jakarta-Bali (tersenyum bangga) Doain aja. Nanti istri ikut. Dia naik dari Lumajang karena rumahnya di sana. Selanjutnya, istri ikut saya (riding) Lumajang-Bali,” ujarnya.

Jempoool, Brother. Happy riding!!!

 

CEK HARGA SENA
DI SINI