Helm Racing Asli Italia Harga Rp 2 Jutaan, Airoh Valor…

Italia jadi rumah para rider lintasan. Khususnya untuk roda dua. Makanya jangan heran, segala rupa kebutuhan perlengkapan juga datangnya dan dijagokannya dari sana. Begitu juga untuk helm.

 

Mau half-face, full-face, dan segala rupa turunan desain sudah dibikin di sana. Pilihan model dan harga pun cukup luas. Tapi kalau bicara helm racing on-road, mestinya pilihannya sudah umum. Di Indonesia sendiri, rata-rata harga pilihan umum itu di atas Rp 3 juta. Kecuali satu helm bernama “Airoh”.

Brand yang juga dari Italia tepatnya di Almenno San Bartolomeo di Provinsi Bergamo itu bikin satu model di kelas harga Rp 2 jutaan. Namanya Airo “Valor”. Apa rasanya?

1. Pandangan Luas

Satu yang unik dari desain helm Airoh Valor adalah pandangan yang luas. Memang kita mesti coba sendiri. Habis itu coba bandingkan dengan helm sport lain. Visor ultra-lebar dan dirancang untuk bisa dipasangi pelapis kaca anti embun Pinlock.

Desain ruang atas dan bawah sangat lega untuk dipandang. Jadi misalnya kalau kita lagi di lampu merah yang dipasang cukup tinggi, penanda itu masih bisa kelihatan. Apalagi kalau riding jauh, langit biru bisa dinikmatin sepuas-puasnya.

2. Banyak ventilasi dan enteng

Kalau diangkat, Airoh Valor cukup fair secara bobot. Produsen menerapkan keterangan data bobot sekitar 1.400 gram di bagian belakang pelindung kepala yang menggunakan material thermoplastic HRT ini. HRT sendiri singkatan dari High Resistant Thermoplastic. Sementara kain di interiornya Hypoallergenic yang sesuai namanya dibuat untuk tidak menyebabkan alergi.

Nah, soal ventilasinya, Airoh membuat Valor punya empat titik masuknya aliran angin. Ada Front Vents atau di area mulut, Top Vents atau di area dahi, Chin Guard Vent atau di area rahang, dan Rear Exctractors atau di bagian belakang. Helm ini juga dikenal memeluk area pipi seperti yang biasa terlihat pada rider-rider MotoGP. Tapi area lainnya cukup lega.

3. Desain seksi depan, samping, belakang

Secara desain, Airoh mengoptimalkan volume ruang helm-nya. Prinsip dasar itu lalu didukung sama bentuk yang juga aerodinamis sekaligus unik dengan bagian belakang besar memipih.

Kalau lihat bagian belakangnya ini, Airoh Valor bikin ingat sama gaya aerodinamika mobil-mobil balap era keemasan Le Mans klasik. Dan satu lagi, tulisan Airoh-nya terlihat besar di bagian belakang itu (Helm itu yang seksi bagian belakangnya). Jadinya kalau terlihat dari belakang apalagi naik motor sport, tulisan di helm itu langsung bikin beda. Ibarat sebuah statement, Bro!

 

CEK HARGA DI SINI

 


Pesta Helm Jakarta, Model-Model Import Dipajang Serba Rp 2 Juta

Sebut deh semua merek helm terkenal yang biasa jadi pelindung rider-rider moge sampai balap sekelas MotoGP. Sebagian besarnya disajikan di pesta para helmet lovers lewat acara Jakarta Helmet Exhibition 2019.

 

Digelar Sabtu dan Minggu, 2-3 Maret 2019 di Kuningan City, bermacam model bisa dilirik untuk macam-macam selera dan jenis motor. Yang model full face sudah barang tentu. Begitu juga model-model half face, modern sampai yang klasik, yang fungsinya buat helm-helm cruising, trail, sampai supermoto.

Karena helmet lovers di Indonesia tidak sedikit, maka acara ini pun enggak jarang bikin antrean panjang untuk bayar tiket masuk yang sebesar Rp 35.000. Setelahnya, mereka bakal disambut sama lorong futuristik yang ternyata di dalamnya meliuk-liuk.

Begitu sampai di dalam, antara gerai dan pengunjung pun padat. Contohnya salah satu brand yang masih segar dan datang dari Malaysia. Namanya Gracshaw.

“Asli dari Malaysia. Produksi di sana, dan (barang-barang) ada di sana,” kata salah seorang perwakilannya di Indonesia, motovloger bernama Tuan Muda.

Helm itu punya satu fitur unik di bagian visor. Soalnya bagian tersebut enggak gampang terbuka, tetapi justru bisa ditekan dan terangkat cuma pakai satu jari. Tujuannya tentu saja buat faktor keselamatan.

Geser dikit ke tempat lain, brand-brand semacam Arai sampai Bell juga unjuk gigi. Banyak dari brand-brand tersebut sudah punya produk di kisaran Rp 2 juta dan terbilang cukup murah, terutama untuk Bell.

Gelaran yang punya tag #gantihelm2019 tersebut juga jadi market buat Honda Wahana Sunter buat memasarkan moge-moge terbaru mereka. Lalu selainĀ brand berlogo kepak sayap tersebut, ada juga Viar yang memboyong motor adventure-nya. Untuk moge Honda, salah satunya pun terjual di pameran itu.

“Laku satu (untuk catatan sampai hari kedua pameran). Yang terjual yang tipe sport 650 cc,” kata Bahri, salah seorang sales Wahana.

Buat yang enggak sempat ke sana, nikmatin foto-fotonya di sini, Bradd. Lumayanlah buat cari-cari referensi koleksi helm.

 

Helm Motor Rp 2 Jutaan Klik di Sini

 

 

 


Helm Itu yang Seksi Bagian Belakangnya…

Helm itu yang seksi bagian belakangnya. Lagi pula, kalau helm seksi itu dipakai naik motor sport dan keburu lewat, masa iya mata bisa lihat visor, depan, atau bagian sampingnya?

 

Gambarannya kan begini. Suara knalpot sport akan kedengaran duluan untuk menunjukkan kalau ‘oh, ini ada motor sport mau lewat’. Lalu pas kita mau lihat, motornya sudah kadung lewat duluan. Jadinya, yang bisa dipandang tinggal bagian belakangnya kan? Termasuk desain helm si rider.

Soal secepat apa orang melihat suatu obyek, sebuah riset bisa memberikan gambaran. Jadi, USAF atau United States Air Force (Angkat Udara Amerika Serikat) pernah meneliti kalau para pilotnya bisa mengenali suatu obyek dalam waktu 1/220 detik di kamar gelap.

 

“Menurut riset USAF, rata-rata pilot mereka
kenal suatu obyek dalam waktu 1/220 detik”

 

Lumayan cepat ya? Tapi jangan lupa, itu adalah pilot. Orang-orang yang terlatih. Tapi itu baru urusan mengenali suatu obyek. Pertanyaan berikutnya, secepat apa mata mengejar suatu obyek?

Eksperimen ini pernah disimpulkan sama F Behrens Otto von Guericke dari University Magdeburg (Jerman), M MacKeben Smith dari Kettlewell Eye Research Institute (San Francisco, AS), dan W Schroder-Preikschat dari University of Erlangen-Nuremberg (Jerman).

 

 

Mereka sepakat dalam sebuah riset yang dilengkapi diagram kalau mata manusia itu paling cepat menoleh dalam hitungan 900 derajat per detik. Kalau dihitung-hitung, itu sama saja 0,42 mph atau 0,67 km per jam. Loh kok lama? Sebenarnya sih enggak lama. Tapi tetap butuh waktu, kan?

 

“Setelahnya, helm diuji ke ruang wind tunnel”

 

That’s why kenapa justru helm rider motor sport akan lebih dilihat bagian belakangnya. Makanya tidak heran kalau sejumlah brand luar negeri bikin helm dengan fokus desain di bagian itu. Contohnya brand asal Italia, Airoh yang punya model Airoh Valor seperti gambar di artikel ini.

Airoh Valor itu dibikin dalam beberapa tahap. Coba saja lihat bentuknya. Unik, keren, dan seksi di bagian belakang. Sebelum jadi helm, mereka sudah hitung-hitungan aerodinamika termasuk membuat bagian belakang yang beda dibanding helm pada umumnya.

Itu masuk di tahap pertama waktu mereka bikin helm. Jadi di tahap pertama ini mereka bikin simulasi virtual dulu secara matematis untuk mengukur interaksi antar-bagian waktu semuanya dipasang plek bareng-bareng.

Baru habis itu, helm diuji sama teknologi FEM untuk mengukur kekuatannya saat benturan. Setelahnya, helm diuji ke ruang wind tunnel. Jadinya mirip sama mobil Formula 1. Makanya aerodinamis.

 

“Bagian belakang Airoh Valor
mengingatkan mobil balap project sirkuit Le Mans”

 

Entah mengapa, bagian belakang Airoh Valor mengingatkan kita sama bagian belakang mobil balap project keluaran Jerman untuk sirkuit Le Mans.

Nah, asyiknya, Airoh lalu puas-puasin menerapkan tulisan brand mereka di belakang itu besar-besar dan bikin bagian tersebut makin seksi. Apalagi kalau mata yang melihat cuma bisa menangkap bagian belakang ketika motor sport melesat, kan.

 

CEK HARGA AIROH VALORĀ DI SINI