Resmi!! Indonesia Siap Gelar MotoGP 2021 di Lombok

 

Muantaaaabb Brother…. Indonesia akhirnya resmi siap menggelar MotoGP. Mereka yang biasa terbang ke tiap sirkuit mancanegara atau mereka yang mengandalkan nobar dan televisi di rumah akhirnya bisa merasa lebih bangga dibanding sebelumnya.

 

Soalnya, keputusan itu disampaikan secara resmi bahwa putaran untuk Indonesia akan berlangsung pada tahun 2021 mendatang. Peresmian ini ditegaskan saat CEO Dorna selaku penyelenggara MotoGP, Carmelo Ezpeleta, tandang ke Istana Kepresidenan Bogor dan bertemu Presiden Jokowi.

Beberapa hari sebelum bertemu Presiden Jokowi pada 11 Maret 2019, Carmelo Ezpeleta sudah menegaskan soal pengumuman ini. Dia bahkan sempat membeberkan rencana tersebut bertahun-tahun sebelumnya saat pihaknya datang ke Sentul, Jawa Barat.

“Tahun 1996-1997 di Sentul, kami sudah menginisiasi pembahasan mengenai kemungkinan MotoGP digelar di Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah motor terbesar di dunia. Kami juga tahu bahwa sepeda motor dan juga MotoGP merupakan hal penting di Indonesia. Jika tidak ada halangan maka kami akan berada di Indonesia pada 2021,” kata dia.

Sebagai sebuah sirkuit kelas MotoGP, perencanaan untuk sirkuit sudah pasti matang. Dorna juga sudah memperlihatkan rancangan desain kompleks dari sirkuit ini. Lokasinya sendiri di Nusa Tenggara Barat tepatnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dengan luas total 1.054.040 meter persegi.

Pihak dari Indonesia sudah menghabiskan 25 juta dolar untuk infrastruktur termasuk area kedatangan dan juga mendorong warga lokal dalam menggerakkan bisnis pariwisata setempat karena area ini pastinya akan didatangi para penggila MotoGP dari berbagai negara dan tentunya dari Indonesia sendiri.

Jadi? Siap terbang ke sana Brother? Atau berencana touring? Siap-siap dululah sama peralatan riding-nya. Toh sudah banyak juga yang touring sampai ke Lombok, kan. Mantap!

 

CEK HARGA-HARGANYA DI SINI

 

 

 

 


Terbang ke Milan, Lihat Langsung Kawasaki Verys 1000 Keluaran 2019

Kawasaki Versys jadi satu pilihan lain buat yang suka sama tunggangan touring. Nah, Kawasaki Versys 1000 keluaran tahun 2019 sudah dipamerkan langsung di Milan.

 

Bro Ron dari DuniaMotor.com mencicipinya langsung di berbagai sudut. Mulai dari warna, lampu, sampai seperti apa rasanya duduk di joknya. Lampunya pun jadi perhatian pertama Bro Ron waktu melihat Verys 1000.

“Model lampu yang terbenam di motor ini mirip sama Ninja 650 2017, Ninja 250Fi 2018, dan juga Ninja ZX636R 2019. Sepertinya ciri khas model model Kawasaki ke depannya akan serupa,” kata dia.

Dua motor yang dicoba adalah Versys 1000 SE dan Versys 1000. Untuk warna, hijaunya kini disebut lebih gelap daripada sebelumnya. Yang SE sendiri punya pilihan warna hijau dan abu-abu.

Pada motor display ini juga terdapat side box, tetapi belum diketahui apakah ini bawaan pabrik. Namun ada sisi menarik dari bagian ini.

“Side box ini juga sudah memiliki dudukan khusus jadi bukan lagi memakai bracket. Prinsip ini juga sudah digunakan di Ducati Multistrada. Sementara penyangga boks belakang kemungkinan aftermarket,” ujarnya.

“Dudukannya khusus jadi bukan lagi memakai bracket”

 

Dashboard pun sudah semi-digital. Ada layar digital untuk speedometer. RPM-nya masih analog, tetapi informasi temperatur sudah digital untuk keterangan suhu mesin dan suhu udara sekitar. Keterangan digital lainnya berupa jam.

“Setangnya mirip versi lama. Grip-nya sudah memiliki pemanas. Sudah ada cruise control, tetapi belum bisa dipastikan apakah fitur ini akan masuk untuk yang di Indonesia. Biasanya, cruise control tinggal diaktifkan dan diset maka gas akan tertahan. Ini artinya sudah drive by wire,” kata dia.

Untuk Versys 1000, motor ini juga memiliki dua pilihan warna. Ada orange dan putih. Yang warna putih juga memiliki pegangan boks samping. Vesys 1000 ini sudah dilengkapi ABS dan sudah double disc. Suspensinya pun berkesan buat Bro Ron.

“Suspensinya juga terlihat empuk karena langsung merespons saat coba diduduki. Sementara itu, ban standarnya dari Bridgestone Battlax. Kakinya menggunakan arm ganda yang menjadi ciri khas motor touring,” ujarnya.

Versys yang dipamerkan ini sudah banyak dilengkapi aksesori orisinal Kawasaki, termasuk tambahan foglamp dan frame slider (pelindung tambahan saat jatuh). Lalu lampu seinnya terlihat detail dan terkesan futuristik. Ini pastinya sudah yang blinking dan bukan rolling.

“Soal warna, karena tersorot langsung lampu dari atas, aksen metaliknya terlihat sekali seperti pada Emerald Blaze Green (hijau) di Versys 1000 SE,” ujarnya.

 

“Suspensinya juga terlihat empuk
karena langsung merespons saat coba diduduki.”

 

Bagaimana rasanya waktu duduk? Bro Ron lalu mengambil ancang-ancang. Ia bilang kalau penilaiannya sudah punya perbandingan karena dirina dulu memakai Versys waktu touring di Thailand.

“Rasanya ketika diduduki nyaman banget. Mau jalan 1.000 km per hari pun rasanya akan nyaman. Postur bodi saya bisa tegak, sama sekali tidak mengarahkan untuk bungkuk. Saya sendiri sudah pernah touring di Thailand naik Versys 650. Yang itu saja rasanya sudah nyaman sekali. Yang ini 1.000 cc sehingga yang pasti punya tenaga cukup untuk nge-gas,” beber Bro Ron.

Versys 1000 standar ini juga sudah dilengkapi cruise control dan KTRC (Kawasaki Traction Control). Di Dashboard-nya sudah terdapat power outlet, tetapi entah mengapa di tahun 2018 masih ada yang membuat power outlet untuk soket model lama.

“Padahal semua kabel charger sekarang sudah bermodel USB. Sementara power outlet model lama berarti mengharuskan pemakai membeli colokan adapter USB khas pemantik rokok mobil baru kemudian bisa digunakan untuk charging dengan kepala model USB,” tambahnya.

Satu cerita unik yang bisa didapatkan saat pameran. Bro Ron menyayangkan bagaimana kondisi motor ini ketika menghadapi banyak sekali pengunjung.

“Seperti inilah kondisi di pameran. Saya menemukan goresan sepatu di bagian boks motor. Mungkin karena orang yang bukan biker cara naiknya pun sembarangan sebab kurang memperhatikan area yang ia pijak. Mungkin cuma ingin foto atau lainnya,” tutupnya.

 

– Daftar Harga Kawasaki Klik di Sini
– 
Video Review Langsung di Milan Klik di Sini

 


Racun Halus, 3 Knalpot Italia Zard Buat yang Doyan KTM, Royal Enfield, Kymco

Racun Halus, 3 Knalpot Italia Zard Buat yang Doyan KTM, Royal Enfield, Kymco

Masuk ke pasar Indonesia dengan harga spesial, knalpot-knalpot Italia terkenal sama pengalamannya di lintasan balap. Tapi akhirnya, produk mereka turun ke aspal.

Mereka bikin pakai material yang kuat dan enteng. Kuat jadi faktor penting karena enggak gampang korosi. Kalau soal enteng, pastinya bobot terpangkas sekian kilogram. Artinya motor jadi lebih enteng selamanya dibanding biasanya.

Model-modelnnya pun unik. Mereka juga bikin pakai stainless steel AISI 304 (salah satu yang paling berkualitas saat ini) buat tabung, paduan serat karbon, dan bahan keramik yang tahan sampai 1.000 derajat celsius.Zard sendiri bikin buat tiga merek di atas. Tapi KTM punya dua model populer di Indonesia. Jadi yah pilihannya dibagi 4 saja ya. Oke deh, silakan cek pilihan model-modelnya di bawah ini.

1. Buat KTM Duke 125/200Racun Halus, 3 Knalpot Italia Zard Buat yang Doyan KTM, Royal Enfield, Kymco
Zard bikin knalpot spesial buat tipe ini dengan nama V2 Version. Bagian luarnya punya pelindung panas yang memakai bahan atau material karbon OEM.

Bobot menurut hitungan legalnya di Italia 2,4 kilogram. Meskipun enteng, perajin di Zard sudah membuat unit ini lebih keras dibanding knalpot bawaannya. Tujuannya buat antisipasi peningkatan torsi dan power.

2. Buat KTM RC 125/200

Racun Halus, 3 Knalpot Italia Zard Buat yang Doyan KTM, Royal Enfield, Kymco
Berhubung KTM RC punya fairing, model knalpot Zard yang merupakan jenis Penta ini dibikin lebih ringan lagi. Bobot silincer-nya cuma 1,7 kg.

Perajin di Zard juga bikin unit ini lebih keras dibanding knalpot bawaannya. Soalnya, mereka punya pertimbangan respons motor saat dibawa pada tarikan 4.000 dan 6.500 rpm. Lantas hasilnya menurut data bisa tambah daya mesin KTM RC 1,5 HP dibanding perhitungan standar pabrik.

3. Buat Skutik Kymco – Xciting 

Racun Halus, 3 Knalpot Italia Zard Buat yang Doyan KTM, Royal Enfield, Kymco

Pemakai skutik gede Kymco adalah pemakai yang loyal di Indonesia. Ini termasuk untuk model Xciting yang secara cc sebenarnya jauh di atas skutik gede pada umumnya.

Zard juga bikin knalpot (silincer) khusus ini dari jenis Penta. Komposisinya memakai material baja-aluminium hitam dengan DB killer yang bisa dicopot-pasang. Beratnya juga cuma 2,1 kg dan sudah diperkeras dengan hasil akhir tambahan 2 HP dari standar.

4. Buat Royal Enfield Bullet 350-500 

Racun Halus, 3 Knalpot Italia Zard Buat yang Doyan KTM, Royal Enfield, Kymco

Royal Enfield Bullet 350-500 masuk Indonesia buat mereka yang doyan model klasik. Makanya juga, Zard Italia bikin model klasik yang namanya “Conical”.

Prinsip enteng masih diemban sama Zard karena bobot silincer-nya cuma 2,1 kilogram. Mereka juga bikin knalpot ini lebih keras dari model standarnya dengan tambahan power 2 HP.

 

 

 

 

 

 

 


Knalpot Carbon Buatan Indonesia Luncur… Langsung Dipakai Balapan Asia

Indonesia punya knalpot karbon dari ProLiner yang peluncurannya dibarengi dengan penandatanganan kerja sama dengan tim roadrace kenamaan, Kaboci.

Knalpot karbon ini asli diproduksi di Indonesia dan merupakan generasi lanjutan dari ProLiner TR1 yang diberi nama TR2 dengan fokus sepeda motor balap kelas 150 cc.

Marcell yang merupakan Direktur PT Enwan Multi Partindo sebagai rumah dari ProLiner dan juga knalpot premium R9 mengatakan kalau knalpot ini akan terpasang di tim yang akan turun dalam balapan di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019. Tujuannya supaya turut mewangikan nama Indonesia, terutama karena knalpot ini diproduksi di Indonesia.

“ProLiner produk 100 persen Indonesia. Pasarnya juga keluar negeri, termasuk Eropa (Vietnam, Kamboja, Malaysia, Filipina, Korea, dan yang terjauh di Yunani). Hari ini kami kerja sama dengan tim Kaboci untuk menunjukkan pembuktian bahwa produk kita tidak kalah dengan luar,” kata Marcell.

Sebagai produk Indonesia, jaminan kualitas yang diutarakan oleh Marcell bisa ditilik dari penerapan standar ISO. Dalam hal ini, produksi tersebut sudah melalui pengawasan dalam hal kualitas.

“Kami sudah ada ISO. Ini artinya secara kualitas sudah diawasi pemerintah,” kata Marcell yang lalu juga menyebut bahwa untuk tingkat dunia, R9 sebagai sudara premium dari ProLiner sudah pernah dipasang di Moto3. Sementara nama ProLiner sendiri tertera di motor Monster Yamaha dan selanjutnya Honda Repsol di kelas MotoGP.

 

“Hari ini kami kerja sama dengan tim Kaboci untuk menunjukkan
pembuktian bahwa produk kita tidak kalah dengan luar”

 

Bicara soal knalpot, TR2 yang berarti Titanium Look Racing 2 itu sendiri dikembangkan bersama dengan rider tim yang diasuh oleh Acos Lalang dengan mengusung rider Richard Taroreh dan Murrobil Fathoni (Robby Sakera).

“Tidak ada rider yang mau di belakang, tapi semua mau yang terbaik. Target podium. Perihal knalpot, yang jelas sangat bantu tenaga motor, dan juga ada selera dari rider untuk pilih knalpot. Saya bantu setting yang terbaik,” kata Richard yang tahun ini merupakan tahun kedua baginya di ARRC.

Apa saja yang baru di knalpot TR2? Pertanyaan ini pun dijawab oleh Akip selaku Manajer Marketing PT Enwan Multi Partindo. Yang pertama, dari sisi desain. TR generasi pertama memakai model bambu runcing di bagian belakangnya. Sementara penggunaan nama juga berbeda karena tidak lagi pakai emblem.

“Emblemnya kalau dulu rivet kadang bisa copot. Yang ini kami tanam di dalam dan pasti tahan panas karena sudah kami tes di Sentul. Kami sudah tes lebih dari 10 lap. Baik carbon, branding, tidak ada permasalahan,” kata dia.

Aco dari R&D ProLiner menjelaskan bahwa end cup-nya punya diameter 94 mm, sementara ukuran mangkok tengahnya 73 mm. Adapun lehernya menggunakan bahan stainless steel satu lapis.

“Nilai HP awalnya sendiri 23 Hp. Namanya mau naikin HP, pasti liat motor dulu. Kami tidak serta merta tempel ke mesin motor lalu bahas mau naik berapa (HP). Kenaikannya sendiri 1,2 HP dari sebelumnya secara standar. (Setelah setting) tim Kaboci naiknya 2 HP,” tambahnya.

 

“Yang ini kami tanam di dalam dan pasti tahan panas
karena sudah kami tes di Sentul.”

 

Yang menarik, knalpot ini juga akan dijual secara bebas. Akan tersedia untuk motor sport 150 cc dan 250 cc baik yang panjang maupun yang pendek. Akip lalu menyebutkan harga jual HET.

“Silencer panjangnya 25 cm dan short 20 cm. Yang 250 cc long sekitar Rp 2,97 juta sementara yang short Rp 2,75 juta. Untuk kelas 150 cc yang long Rp 2,53 juta, sedangkan yang short Rp 2,31 juta. Dengan bahan carbon, harga ini sangat-sangat terjangkau. Saat ini sedang produksi. Awal bulan sudah bisa didapatkan,” kata Akip.

 

 

DAFTAR HARGA KNALPOT: KLIK DI SINI