Pantang Kena Kibul… Beli Moge Kilometer Mundur

Siapa yang enggak senang. Pengin beli moge second, ada yang jual dengan kilometer rendah. Tapi cerita manis di awal ini bukan sekali dua kali berujung pada penipuan. Aduh!

Misalnya, kilometer tersebut rupanya sudah dibuat mundur, makanya terlihat muda. Kejadian baru-baru ini pun bisa menjadi contoh.

Jadi, seorang customer asal Lampung membeli Kawasaki Z900 dengan info kilometer 3.302. Dengan harga sekian, motor pun pindah tangan. Penjual saat itu menjanjikan buyback jika kilometer tidak asli. Nyatanya memang tidak asli.

Dalam sebuah pengecekan, Kawasaki Z900 itu ternyata terdata sudah menempuh jarak sekitar 16.000 km. Perbedaan kilometernya memang bikin melongo.

Intinya adalah, bagaimana ya supaya kita tidak tertipu kasus-kasus semacam ini? Soalnya, bukan cuma masalah angkanya yang berubah.

Yang paling jadi PR adalah, kita tidak tahu kalau seharusnya saat itu sudah ada part yang mesti diservis atau bahkan diganti. Bisa-bisa bukan cuma rugi uang, tapi hilang nyawa.

“Penipuan ini sendiri bertentangan dengan UU Perlindungan Konsumen”

 

Penipuan ini sendiri bertentangan dengan UU Perlindungan Konsumen tahun 1999. Di Pasal 8 ayat 1 saja, sekian poin langsung bertentangan.

“Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang (1) tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan,”

“(2) tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut,” demikian tertulis dalam UU tersebut.

Poin berikutnya. “(3) tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya;” Kalau odometer adalah alat hitungnya, maka angkanya sudah tidak sesuai dengan kondisi kendaraan.

Demikian juga poin (4) yang berbunyi “tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut;”

 

TIPS

Nah, bagaimana caranya supaya tidak kena tipu bikin hu-hi-ha-hi-hu? Silakan coba beberapa saran di bawah ini:

1. Minta kertas service record asli dari bengkel resmi

Kilometer rendah bisa saja tinggal tulis. Tapi kalau service record asli dari bengkel resmi, enggak. Datanya no tipu-tipu. Kapan motor ini servis, pasti terdata.

Sekalipun motor itu servis beberapa tahun yang lalu dan sisanya di bengkel non resmi, tetap saja angka yang tercatat saat servis terakhir di bengkel resmi bisa dilihat.

Contohnya kembali ke kasus Z900 yang viral tadi. Disebut baru 3.000-an km pada pembelian 2019, sementara sekian waktu sebelumnya saja terdata di service record sudah 15.000 km.

2. Coba tanya penjual sebelumnya

Coba tanya kepada si penjual ini dari mana dia membeli motor. Penjual yang jujur akan memberikan informasi jelas. Siap yang jualkah, alamatnya kah, dll.

Kalau dijawab enggak tahu, apalagi kalau tidak boleh lihat surat-surat terkait pindah tangan, yah mau bagaimana, sebaiknya hindari saja.

Kalau misalnya tersebut nama penjual atau gerai sebelumnya, maka coba telusuri dan korek informasi sedikit tentang kilometer moge incaran tersebut.

Kadang kala malah cukup lihat informasinya di halaman online si penjual lama. Biasanya informasi kilometer pasti akan ditunjukkan.

3. Tanya kanan-kiri soal si penjual

Penjual atau pedagang showroom kendaraan second umumnya menjaga reputasi. Sebab, itu juga yang menjadi penilaian customer.

Coba tanya kanan-kiri, teman, atau siapa pun yang pernah beli kendaraan ke penjual yang dimaksud. Reputasinya bagus apa enggak?

4. Lihat kondisi motor

Ini memang mesti teliti, Bro. Coba lihat bagian-bagian motor. Sekalipun dirapihkan atau kadang diistilahkan “di-sol”, tetap saja ada bagian-bagian yang kusam dan tidak bisa bohong soal usia.

Misalnya, coba lihat baret-baret di bodi, rangkanya, kaca spidometer, handel, jok, lampu, dan lainnya. Utamakan bagian-bagian yang umumnya jarang diganti atau part-part tetap.

Bagaimanapun, dunia motor gede mestinya menjaga aspek brotherhood. Isinya biasanya dia lagi, dia lagi. Makanya, penanganan pun mestinya juga ala brotherhood. Selesaikanlah baik-baik, toh reputasi lebih menjual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *