Test Ride Rp 4 Miliar, Ducati V4R Knalpot Rp 66 Jt dan Desmosedici RR Rare 

 

Ini pertama kalinya dua motor super, punya spek super, dan super-mahal, disandingkan di DuniaMotor.com. Ducati Panigale V4R dan Ducati Desmosedici RR

Panigale V4R sendiri adalah tipe paling tinggi dari Panigale dengan kode R yang berarti Racing karena memang untuk hobi balap. Sementara Desmosedici RR adalah edisi terbatas yang cuma ada 1.500 unit di seluruh dunia.

Apa rasanya naik dua motor ini? Bro Ron menceritakannya sambil memakai Sena 10 CPro yang  fitur Advanced Noise Control di Sena-nya aktif jadi fokus ke suara Bro Ron, dan sedikit suara dua motor ini.

Ducati V4R yang pasang SC Project jelas suarannya sadis. Bro Ron tes dengan mode sport sekalipun awalnya enggak mau terlalu ngegas karena tujuannya untuk test ride. Dari sini, kita bisa lihat peran quick sifter.

Tanpa tarik kopling, perpindahan gigi stabil tidak ada hentakan. Smooth. Bro Ron bilang kalau motor lain juga bisa shift up tanpa tarik handel kopling, tapi pas down biasanya nyentak. Di Ducati V4R rasanya tetap mulus. Bahkan Bro Ron shift down dalam kondisi tetap tarik gas. Luar biasa elektroniknya V4R.

“Bisa shift up tanpa
tarik handel kopling”

Posisi duduk bukan untuk harian, lebih nungging. Makanya, motor ini memang buat track day, breed for racing, bisa juga kalau mau sunmori. Lebih lebar sedikit dibanding Panigale keluaran sebelumnya, kalau bicara fairing-nya. Tapi overall posisinya mirip banget.

Suspensi depan belakang Ohlins. Tanpa setting kompresi hingga rebound pun, efeknya udah terasa banget. Saat tes ini, area yang dilalui banyak gelombang dan lubang. Tapi lari V4R tetap smooooooth.

Next,test ride Desmosedici RR. Yang pertama kali dirasakan adalah grogi bawa motor usia 10 tahun tapi rare dan punya nilai Rp 2 miliar. Ini juga jadi kali pertama buat Bro Ron coba motor yang spesifikasinya mengikuti spek motor MotoGP pada zamannya.

Tarikan awal cuma butuh 4.000 rpm. Hitungan detik, buka gas hanya sedikit tanpa twist, meteran menunjukkan angka 123 km/jam pada 5.000 rpm.

Suguhannya memang klasik. Selain tampilan, motor ini juga masih pakai sistem lama untuk kabel gas. Jadi, belum trottle by wire. Lalu komstir beda, agak loose.

“Tapi bisa punya motor ini
rasanya bukan main”

Mau belok dikit, dia maunya belok terus. Feeling kokpit terasa layaknya motor tua. Posisi duduk pun jauh. Tangkinya panjang banget. Rasanya lebih nungging lagi dibanding waktu duduk di Panigale V4R. Tapi bisa punya motor ini rasanya bukan main.

Kesimpulannya: R vs RR dua-duanya motor sultan. Setelah test ride, dua-duanya enggak enak buat dipakai harian. Soalnya, dua-duanya buat racing, bukan harian. Praktiknya, kita sebenarnya duduk dengan paha dalam, bukan pantat.

Catatannya, bagi sultan, ini bukan soal enak atau enggak enak karena yang penting adalah punya.

“Ini adalah motor-motor murni untuk kolektor yang suka banget sama Ducati,” ujar Bro Ron lalu bilang bahwa dia pernah punya 749, 748, 848, Panigale 1199, Street Fighter, Hypermotard 796.

Memiliki Ducati, ujarnya, artinya benar-benar niat ingin memilik Ducati, tidak memikirkan nyamannya. Kalau mau nyaman naik Ducati, kata dia, bisa pilih Multistrada. Selain itu ya sudah…

Satu catatan menarik lainnya adalah bagaimana bentuk SC Project murni titanium sesudah kena panas test ride. Warna biru akan bermunculan. Kalau tadi motor dites sampai pol dan kencang, maka warna birunya bisa sampai dekat muffler.

Motor Desmosedici RR yang merupakan koleksi Om Febs ini berharga sekitar Rp 2 miliar, sementara Panigale V4R terbaru ini Rp 2,1 miliar off the road. Ck ck ck ck…

 

Kontak

DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910
Senin – Jumat : 09.00 – 17.00
Tlp: 021 2246 6076
0818 CALL DM (2255 36)
0818 HALO DM (4256 36)
Line ID: @duniamotorcom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *