5 Hal Penting Kenapa Harus Format SD Card, Termasuk di SENA Kamera

Interkom gabungan action camera seperi SENA 10C Pro dan SENA 10C Evo membutuhkan SD card untuk menyimpan rekaman audio-video, semisal saat dokumentasi touring ataupun bagi rider yang rutin motovloging.

SD Card atau kartu memori termasuk ukuran kecil microSD adalah tempat kita bergantung untuk menyimpan momen. Begitu pulalah yang secara simpel digunakan di SENA.

Dengan banyaknya pilihan, microSD tidak berarti sembarang pakai di satu tipe gadget. Bagi SENA sendiri, tipe microSD yang digunakan adalah tipe standar, bukan extreme.

Di luar itu, format juga menjadi hal penting tidak hanya di SENA 10C Pro dan SENA 10C Evo, tetapi juga perangkat rekam lainnya.

  1. Format Tidak Sama dengan Hapus

Menggunakan menu untuk “memformat” sebuah perangkat kamera seperti halnya SENA akan menghapus semua file tetapi juga kemudian menyiapkan atau set-up SD card untuk digunakan di perangkat tersebut. Sementara, “Hapus” adalah menghilangkan file, baik keseluruhan atau satu demi satu.

  1. Format di SENA, Bukan Komputer

Format seharusnya dilakukan di perangkat yang akan kita gunakan. Bahkan, berganti alat pun, format mesti dilakukan. Kembali ke nomor satu, format adalah menghapus semua file tetapi juga kemudian menyiapkan atau set-up SD card untuk digunakan di perangkat tersebut. Artinya, tiap perangkat bisa berbeda penyesuaian atau set-up dalam penggunaan micro-SD.

  1. Format Kartu Saat Baru

Sekalipun baru dibuka dari kemasannya, kartu SD tetap butuh format. Alasannya sama, tiap perangkat bisa berbeda penyesuaian set-up dalam penggunaannya saat format diterapkan.

  1. Baca Buku Panduan

Buku panduan memang berisi macam-macam informasi yang bisa menyita waktu untuk membacanya. Namun kita bisa scanning dengan melihat daftar isi, termasuk soal penggunaan micro SD, seperti pesan harus memformat microSD sebelum digunakan.

  1. MicroSD Orisinal atau Palsu

Membeli microSD di official store adalah jalan singkat untuk mendapatkan microSD yang orisinal. Selain itu, kita juga bisa jeli dalam membandingkan tampilan desainnya. Sebab, desain microSD yang tidak orisinal biasanya terkesan tidak proporsional.

*informasi dari berbagai sumber

Kontak
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910

Telepon
021 2246 6076
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)
0818 SHOP DM (0818 7467 36)

Rossi: Pensiun dari MotoGP, Misteri & Asal-usul Nomor 46

Pembalap kesayangan banyak orang yang bahkan bisa diumpamakan sebagai nama pertama yang disebutkan ketika bicara MotoGP di masa ini: Valentino Rossi a.k.a The Doctor pada akhirnya secara resmi memutuskan undur diri dari balap MotoGP.

“Ciao! Selamat tinggal untuk semuanya. Saya merasa sedikit terharu. Malu di sini, saya butuh meja yang sepi orang,” kata dia di sebuah tempat yang bisa dikatakan monumental.

BACA:
Yamaha YZ65, Motocross Jet buat Anak-Anak 8-10 Tahun

Saat itu, Rossi berbicara dalam konferensi pers di Styrian GP, tempat ia kali pertama meraih podium grand prix di kelas 125cc tahun 1996.

“Saya mengatakan bahwa saya akan mengambil keputusan saya untuk tahun depan setelah liburan musim panas. (Namun) saya memutuskan untuk berhenti di akhir musim, jadi sayangnya ini akan menjadi musim terakhir saya sebagai pembalap MotoGP,” lanjut Rossi, dikutip Motorsport.com.

BACA:
3 Keunikan Rantai Motor Ceko buat Ninja 250, CBR250RR, R25 sampai Moge ER6

Turun selama 26 musim, Rossi menggenggam tujuh gelar kelas utama di MotoGP, kelas 250cc dan 125cc. Dari 414 start, ia mencatatkan 115 kemenangan grand prix.

Namun setelah kehilangan slot dari pabrikan Yamaha di 2021 ini, Rossi memilih menikmati dukungan Yamaha Petronas SRT.

Selayaknya turunan setelah tanjakan, ia hanya mencetak 19 poin dari sembilan balapan pertama.

BACA:
Boncengan Era Pandemi Batasi Jarak, Gunakan Sena untuk Bicara

Misteri tentang Rossi juga bergulir termasuk bagaimana akhirnya seorang pembalap hingga di usia 40-an ini masih terus di lintasan.

Ada rumor kedekatan dengan suatu pihak. Bahkan bumbu ego yang dikait-kaitkan dengan nomor “46” sebagai target muluk-muluk sebagai usia pensiun, bagi pria yang memulai karier motorsport-nya di kart ini.

BACA:
Motor Special Engine Ngejambak YZ250-YZ450, Hobi Sekaligus Buat Buka Lahan

Namun tidak sedikit yang lupa mengenai tradisi–alih-alih industri–termasuk di dunia olahraga. Valentino Rossi, tulis Simon Patterson dari The Race, menyimpulkan bahwa nama sang pembalap sudah menjadi sebuah merek.

“Ia telah berhasil melakukan sesuatu yang hanya sedikit dilakukan oleh atlet lain, melampaui prestasi di olahraga mereka sendiri, dan menjadi figur bertaraf global. Michael Jordan, Tiger Woods, Usain Bolt, mereka masuk daftar eksklusif olahragawan yang menjadi tokoh utama, dan Rossi ada di dalam daftar tersebut,” tulisnya.

BACA:
Helm Motor Airoh GP550S Aksen Transparan… Oke Buat Pasang Interkom SENA

Pandangan yang sulit ditampik terlepas dari fakta di belakangnya. Bagaimanapun, ini adalah sebuah prestasi bagi dirinya, bagi dunia, yang berangkat dari kegigihan, dan daya tarik personal sang rider.

Humble, boleh dibilang demikian, saat beberapa orang di Indonesia berkesempatan bertemu bahkan berlama-lama dengannya. Punya sikap hormat–seperti juga bagaimana dia akhirnya tetap menggunakan angka “46”.

Asal-usul “46” adalah nomor penting demi menghormati sang ayah, Graziano Rossi, yang juga pembalap. Melihat bagaimana puncak prestasi sang ayah saat menggunakan nomor tersebut bersama Suzuki sebagai pembalap Grand Prix, maka sebuah hukum berlanjut: menghormati dibalas dengan penghormatan. Selamat pensiun Rossi! Selamat menikmati balasan kemurah-hatianmu di sisa perjalanan ini!

DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910

Telepon
021 2246 6076
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)
0818 SHOP DM (0818 7467 36)

Helm Airoh Commander… Siap SENA & Punya Bonus Slot Mounting GoPro…

Airoh Commander yang kami sediakan di DuniaMotor.com adalah helm dengan banyak fungsi. Berstatus dual purpose, atau mereka sebut dual sport, cap-nya bisa dilepas dan ternyata sudah punya mounting GoPro.

Sewaktu kita buka boks-nya, helm Airoh Commander memiliki bonus satu boks lain yang berisi part-part untuk mounting action cam tersebut.

Pastinya langsung terbayang, setelah pasang SENA di helm, action cam juga ikut dipasang di area kepala, entah model offroad atau tanpa cap atau tudung,

Part-part itu antara lain terdiri dari dudukan atau slot untuk mounting action cam saat kita pakai cap, dan juga ada yang khusus untuk lepas cap.

Satu part lainnya adalah rel untuk pasang mounting, yang di bagian bawahnya dilengkapi perekat.

Cara pemasangannya, kita harus mencungkil dulu penutup-penutup berwarna hitam yang terdapat di atas dan kanan-kiri. Proses cungkilnya cukup mudah, bisa dengan ujung obeng pipih atau bilah pin set, tetapi pastikan bodi helm tidak lecet.

BACA:
Boncengan Era Pandemi Batasi Jarak, Gunakan Sena untuk Bicara

Dengan part-part yang ready ini, fungsinya pun bisa jadi untuk double action-cam, ketika misalnya Airoh Commander dipasangi SENA intercom-action cam 10C Pro ataupun 10C Evo. Lantas slot mounting tadi bisa digunakan untuk GoPro dengan sudut pandang berbeda.

SENA sendiri sudah memiliki add-on atau perangkat tambahan untuk merekam obrolan interkom, SENA GP10.

Jadi saat terhubung ke SENA, tipe apa pun yang ready untuk pairing dengannya, obrolan di interkom ikut terekam dalam video GoPro.

BACA:
Interkom-Kamera Helm SENA 10C Evo Gambar Bening… Audio Bisa Jernih & Nge-Bass…

Nah akan lebih seru lagi saat peran rekam video ditambah SENA 10C Pro atau 10C Evo tadi karena juga bisa ikut merekam bahkan menambahkan musik atau audio sebagai latar video.

Rasa-rasanya, motovlog dengan SENA di helm double-visor 1.430 gram ber-DD ring ini jadi makin gaspoll…


AIROH COMMANDER
Rp.5.600.000

SPESIFIKASI
– Double visor
– Model on-road sekaligus off-road
– Ikat dagu model DD ring
– Bobot lebih kurang 1.430 gram
– Material batok atau cangkang high performance composite
– Visor tahan gores dan sinar UV
– Ventilasi mulut, dagu, dan atas
– Busa lepas pasang


Kontak
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910

Telepon
021 2246 6076
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)
0818 SHOP DM (0818 7467 36)

Helm Motor Airoh GP550S Aksen Transparan… Oke Buat Pasang Interkom SENA

Pilihan helm sport full face yang terhitung branded kini semakin banyak. Salah satunya dari Airoh Italia, yakni tipe Airoh GP550S dengan sayap besar di belakang.

Buat para rider yang mencari helm dengan kualitas di level ini, dan HARGA masih di bawah Arai atau sekelasnya, maka Airoh GP550S layak untuk dibidik.

Kalau kita menggenggam bodi dan melihat rangkaian busa dalam yang tebal-empuknya saja, bagian-bagian itu sudah menunjukkan penilaian tersebut. Apalagi secara spesifikasi, Airoh memakai busa material anti alergi didukung ventilasi angin depan, atas, dan area spoiler.

KLIK:
Pilihan Warna-Warna Helm Motor Airoh GP550S

Ikat dagu dengan ring ganda atau DD-ring dan busa tarik emergensi sudah masuk dalam daftar spesifikasi keselamatannya.

Namun, sekilas lirik—-selain sayap spoiler besar di belakang—-ada yang menarik dari Airoh GP550S, terutama di seputar visor. Di sana, area mekanis bukaan visornya beraksen transparan.

Selain sayap besar di belakang,
area bukaan visornya
ber-aksen transparan

Saat kita mengenakannya dan mengaspal, suguhan detail satu itu bersama juga sayap spoiler-nya akan jadi hiburan mata tersendiri.

Melengkapi cangkang material HPC (high performance composite), sistem mekanisme bukaan visor atau ratchet visor itu secara pewarnaan dibiarkan sama dengan warna cangkangnya—-sehingga menguatkan kesan visor bening transparan.

Biasanya, area tersebut dibuat hitam dari dalam atau menggunakan semacam pod penutup. Maka karena desain yang menonjol ini, jadilah ia poin penting buat yang suka pula dengan gaya-gaya kaca transparan bening-bening, seperti biasa diterapkan di windshield motor.

Bobotnya umum untuk rata-rata helm enteng, yakni di 1.360 gr dengan visor yang siap segala rupa: desain flat, quick release, anti gores, UV resistant, tear off ready, block system model kunci geser.

Sepaket di boks-nya sudah ada stop wind dan visor warna dark smoke. Ditambah pula lapisan anti embun untuk dipasang di pin yang siap di visor: Pinlock 70.

Ada 3 ukuran cangkang (XS, S-M, L-XL), dan tersedia dalam beberapa warna, antara lain Wander Blue Gloss, Venom Black Gloss, Venom Red Gloss Matte, dan Vector.

KLIK:
Interkom-Kamera Helm SENA 10C Evo Gambar Bening… Audio Bisa Jernih & Nge-Bass…

Apakah siap untuk dipasangi interkom Sena? Area dindingnya oke untuk clamp jepit. Lantas speaker-nya bisa dipasangkan di dinding dengan ceruk telinga lumayan lega–didukung busa empuknya.

Desainer-nya juga menyuguhkan area bantalan yang terjahit fleksibel di busa pipi. Kalau pakai speaker HD yang ramping untuk interkom Sena, hasilnya akan dirasa maksimal. Sip, kita kasih jempol buat helm satu ini…

Kontak
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910

Telepon
021 2246 6076
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)
0818 SHOP DM (0818 7467 36)

Boncengan Era Pandemi Batasi Jarak, Gunakan Sena untuk Bicara

Meniatkan diri untuk sehat di masa pandemi ini tidak jarang sulit menghindarkan diri dari bepergian, termasuk dengan sepeda motor.

Perlindungan diri kemudian diperketat dengan masker, tidak hanya satu tetapi dua sesuai anjuran WHO. Ditambah lagi shield atau mencukupkan diri dengan menurunkan kaca helm.

Bebicara sebagai cara untuk menyampaikan informasi pada akhirnya menjadi sedemikian terbatas. Ngobrol pun sulit didengar.


Bebicara menjadi sedemikian
terbatas. Ngobrol pun
sulit didengar…


Namun, mungkin berbeda, ketika kita menggunakan alat komunikasi bermotor, seperti Sena ataupun Parani.

Keduanya menjadi alat komunikasi bermotor tanpa pulsa dalam bentuk interkom. Sinyalnya mengandalkan Bluetooth ataupun teknologi canggih bernama “Mesh”.

Cara ini memungkinkan pengendara dan penumpang atau pembonceng berbicara di atas motor tanpa harus berteriak dan kepayahan untuk berusaha mendengar jelas.

BACA:
Interkom Helm Motor Sena Ternyata Bisa untuk Karaokean…

Dilengkapi mikrofon untuk berbagai tipe helm, baik boom yang memanjang di helm halfface, atau mic kecil berkabel untuk helm fullface, atau boom-wired untuk helm modular, kebutuhan kita saat berbicara menjadi terfasilitasi.

Mendengarkan audio, musik, bahkan bertelepon juga menjadi dimungkinkan dengan speaker kanan-kiri–bahkan berkualitas tinggi (speaker HD), seperti di Sena 5S, 50S, dan 50R.

Berbicara-mendengarkan audio, ngobrol-tetapi masing-masing dengarkan radio FM, fungsi semacam ini juga dimungkinkan dengan ketersediaan fitur dengarkan audio dari smartphone dan radio FM yang sudah terpasang di dalam unit.

BACA:
Motovlog Makin Gaspol… Kamera-Interkom SENA 10C Evo / Pro Bisa MESH ala 30K-50R-50S

Lalu kerja bersamaan ditunjang Audiomultitasking. Plus fitur peredaman yang oleh Sena diberi nama Advanced Noise Control. Dengannya, suara kita terdengar jelas ke teman interkom lain karena bising sekitar sudah diredam.

Kembali lagi pada meniatkan diri untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi: Berjarak adalah sebuah usaha. Namun, kita tetaplah manusia, makhluk sosial, yang berkomunikasi, dan tetap butuh berbicara–yang beruntungnya kini bisa ditunjang dengan Parani & Sena.

Kontak
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910

Telepon
021 2246 6076
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)
0818 SHOP DM (0818 7467 36)

Simpel! Pairing Interkom Bluetooth SENA Cuma Pakai QR Code ….

Cukup scan QR code lewat Smart Intercom Pairing, maka sesama Sena sama-sama simpan memori untuk interkom Bluetooth

Hal ini bisa dilakukan jika kita sudah pairing smartphone ke Sena dan sudah menggunakan aplikasi gratis bernama Sena Utility. Bahkan proses ini memudahkan pula untuk group intercom.

Cara simpel ini sudah diluncurkan Sena di era serba scan QR code. Kita tinggal pindai kode QR, maka informasi ataupun koneksi akan terbangun.

Di Sena, tujuannya untuk meminimalkan pairing secara manual dengan sama-sama menahan tombol jog dial atau tombol tengah; memberikan opsi bagi yang suka serba simpel.

Cara ini sendiri antara lain berlaku untuk 20S EVO, 10C PRO, 10C EVO, 5S, 10S, 10C, Helm Momentum, Helm Momentum Pro, Helm Savage, Helm Sepeda R1, hingga Tufftalk.

CARA PAIRING SESAMA SENA LEWAT QR CODE

  1. KONEKSIKAN SMARTPHONE DENGAN SENA

Kita harus pastikan bahwa smartphone sudah terkoneksi ke Sena. Bagi pengguna Sena dengan model tombol jog dial, maka pairing dilakukan dengan menahan tombol belakang (di belakang jog dial) sampai terdengar “phone pairing” dan unit berkedip biru-merah. Lalu cek nama Sena kita di halaman daftar Bluetooth smartphone.

Untuk Sena model tiga tombol seperti helm sepeda R1, maka “phone pairing” bisa ditemukan dengan tahan lama tombol tengah; jangan dilepas saat ada suara apa pun hingga terdengar “configuration menu” lalu klik tombol plus satu kali.

Selanjutnya akan terdengar “phone pairing” dan unit berkedip biru-merah. Lalu cek nama Sena kita di halaman daftar Bluetooth smartphone.

  1. UNDUH SENA UTILITY

Unduh atau download aplikasi Sena Utility di Playstore atau Appstore, lalu buka. Di halaman muka akan tersedia menu-menu berbentuk bundar. QR code akan tersedia di bundaran kiri atas “Smart Intercom Pairing”

  1. SCAN KE SMARTPHONE TEMAN

Dua pengguna Sena sama-sama klik “Smart Intercom Pairing” yang ada di aplikasi Sena Utility smartphone. Lalu salah satu pengguna klik “add”.

Add berarti kita akan menambahkan teman pairing interkom. Arahkan smartphone salah satu pengguna ke teman untuk proses scan QR code.

  1. NAMA MUNCUL, KLIK TOMBOL SENA

Jika nama Sena teman sudah muncul di daftar scan QR code, maka Sena satu sama lain sudah sama-sama menyimpan memori.

Kita kembali ke unit Sena. Klik tombol jog dial atau tombol tengah satu kali, maka interkom akan terhubung. Selanjutnya, kita sudah bisa ngobrol.

  1. NGOBROL DALAM GRUP

Untuk fungsi ngobrol bareng dalam satu grup, maka terapkan pairing per dua pengguna seperti cara di atas setahap demi setahap. Pastikan bahwa spesifikasi Sena sesuai kapasitas slot teman pairing.

Misalnya, jika misalnya pengguna sudah sama-sama menyimpan memori teman, maka biarkan dua pengguna yang baru terhubung untuk tetap terkoneksi (sebut saja A dan B).

Lalu pengguna C klik jog dial atau tombol tengah satu kali untuk bergabung dengan A dan B. Lalu giliran pengguna D lakukan hal yang sama untuk bergabung dalam grup A-B-C.

Kontak
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910

Telepon
021 2246 6076
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)
0818 SHOP DM (0818 7467 36)

Vespa 300 Brembo ABS Besar-Nyaman-Powerful… Cek Harga Second-nya…

Loyalitas penyuka Vespa biasanya sulit untuk ditawar. Bentuk bagian belakang Vespa yang membulat adalah ikon klasik yang sudah melekat sejak awal kendaraan roda dua ini dikenal kebanyakan orang.

Segala jenis ditawarkan dari pabrikannya di Tuscany, Italia, sana. Termasuk bagi mereka yang ingin power lebih, yakni tipe 300 rem ABS dengan mesin 278 cc.

Namanya Vespa GTS 300 dan salah satunya adalah tipe i-Get. Jadi coba bayangkan sebuah Vespa modern, atau kerap disebut Vespa matic, tetapi dengan bodi yang lebih besar dan tenaga yang ready untuk jarak yang lebih jauh.

Bodi yang lebih besar membuatnya solid. Posisi duduk pun jadi lebih leluasa, dengan jok terasa lebar yang terbayang akan nyaman meski perjalanan antar-kota. Jok itu juga besar memanjang jadi santai dan lega ketika berboncengan.

Yang kenal dengan Vespa matic akan paham bahwa kualitasnya dua jempol. Segala part terasa diperhitungkan demi rasa yang kokoh, dan juga pastinya nyaman.

Jakarta-Bogor atau bahkan Jakarta-Solo dan seterusnya adalah cerita-cerita yang sekiranya umum bagi pengguna Vespa 300. Cerita-cerita semacam ini menandakan bagaimana motor ini nyaman untuk jarak sejauh itu.

Nah, berapa harganya? Barunya sudah lewat tiga digit. Namun untuk yang second juga beredar dengan harga di bawah seratus juta.

Salah satunya sarat aksesori yang ditawarkan di DuniaMotor.com. Warnanya putih dan bertipe Vespa GTS i-Get 300 dengan penawaran Rp 94.000.000.

Brembo sudah terpasang sebagai bagian dari sistem pengereman roda depan. Tipenya adalah Brembo 4P. Pengereman lebih nyaman saat gaspol dan tampilan “Brembo” di roda depan pasti membuatnya kece badai.

Sudah pakai visor dan pelindung atau bodyguard, Vespa GTS i-Get 300 ABS 2018 ini baru berjarak tempuh 2.300 km dan dijanjikan ban yang masih tebal depan-belakang. Begitu juga kampas rem, dan kondisi berfungsi normal untuk kelistrikan, mesin, dengan bodi mulus. Plus, pajak masih hidup.

Silakan bayangkan ketika kita naik di atasnya: tampil klasik, merasakan nyamannya untuk kerja sehari-hari no pegal-pegal, atau bahkan siap waktu tiba-tiba muncul hasrat buat melarikan diri keluar kota…

Kontak
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910

Telepon
021 2246 6076
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)
0818 SHOP DM (0818 7467 36)

Motovlog Makin Gaspol… Kamera-Interkom SENA 10C Evo / Pro Bisa MESH ala 30K-50R-50S

Komuniksi interkom di helm sepeda motor yang membudaya di Indonesia berkat Sena kini makin bertumbuh seiring kebutuhannya. Yang paling fresh adalah interkom sekaligus kamera kualitas tinggi (10C Pro & 10C Evo) untuk kebutuhan motovlog bahkan bisa memanfaatkan teknologi komunikasi Mesh ala Sena 30K-50R-50S.

BACA:
Sena Terbaru Seri 50S dan 50R Akhirnya Hadir

Hal itu dimungkinkan dengan penggabungan dua alat, salah satunya kamera interkom Sena 10C Evo ataupun 10C Pro dengan antena bernama +Mesh.

Jadi, biker yang mungkin merupakan motovloger bukan cuma merekam video berkualitas setara 4K (tersedia di Sena 10C Evo) tapi juga komunikasi canggih yang sekali klik langsung tersambung ke sebanyak mungkin pengguna Mesh lain.

Apa itu Mesh? Mesh adalah jalur komunikasi yang lebih baik dari Bluetooth. Sama-sama mengandalkan jaringan terbuka di udara sehingga tanpa pulsa, sinyal komunikasi di Mesh lebih canggih karena memungkinkan ia terhubung ke sebanyak mungkin pengguna–ngobrol bareng di jalan–dan tersambung sendiri saat hilang sinyal.

Dalam prosesnya nanti, kamera interkom Sena 10C Evo / Pro dihubungkan ke perangkat tambahan +MESH. Sena +MESH sendiri simpel, bisa kita kantongi atau pasang di handel motor, termasuk di grip kiri motor sehingga tekan on-off tombol cukup dengan jempol.

Sena +MESH terkini setara dengan Sena-Sena ber-Mesh lainnya, yakni Sena 30K, 50S ataupun 50R, karena adanya firmware terbaru. Dengan demikian, jalur terbuka bisa memiliki “kamar-kamar” ngobrol atau channel layaknya handie talkie, dengan ketersediaan channel 1-9.

Sena kamera-interkom yang tersedia saat ini sendiri adalah 10C Pro dan 10C Evo. Masing-masing dibanderol di toko-toko hobi sepeda motor dengan harga Rp 4.900.000 dan Rp 5.900.000 sudah komplet dengan braket atau clamp kit termasuk speaker kualitas tinggi kanan-kiri untuk dipasang di helm.

BACA:
Interkom-Kamera Helm SENA 10C Evo Gambar Bening… Audio Bisa Jernih & Nge-Bass…

Sementara itu, antena +MESH dibanderol Rp 2.500.000 untuk menyediakan jalur komunikasi Mesh tadi. Dalam satu paket kemasannya, sudah tersedia buku panduan, antena, unit +MESH+ kabel USB charger sekaligus untuk upgrade firmware, dudukan ikat karet untuk pasang +MESH di handel motor, serta dudukan berperekat 3M untuk tempel +MESH di tangki motor atau mungkin helm.

Untuk pemasangan. Kita tinggal pasang dudukan Sena +MESH, untuk selanjutnya cukup selipkan sesuai jalurnya. Lalu pasang antena yang tersambung layaknya ulir baut, dan antena itu sendiri bisa ditekuk. Dengan begitu, +MESH misalnya bisa ditempel di helm sehingga berdekatan dengan modul Sena yang terpasang di helm.

Cara memfungsikan +MESH dengan menahan tombolnya 1 detik. Lalu kita download aplikasi Sena +MESH (gratis di PlayStore dan Appstore) untuk fungsi ubah channel di di smartphone.

Cara menghubungkan +MESH dengan kamera interkom helm Sena 10C Pro atau 10C Evo adalah sebagai berikut. Setelah +MESH menyala, maka tahan lagi tombol di +MESH hingga ia berkedip merah pertanda pairing.

Di 10C Evo atau 10C Pro, kita tahan jog dial cukup lama layaknya pairing dengan interkom Sena lain, yakni tahan hingga indikator berkedip-kedip merah setelah warna hijau. Tunggu kedua alat berkedip dan terhubung secara otomatis.

Dengan demikian, alat motovloger dan interkom yang bisa terkoneksi ke smartphone untuk telepon dan dengar audio/Maps (10C Pro/10C Evo) ini bisa memiliki fungsi Mesh. Maka ngobrol sesama teman yang lebih banyak sambil merekam cerita di jalan akan menghasilkan video yang makin seru.

HARGA
SENA 10C EVO
SENA 10C PRO
SENA +MESH

Kontak
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910

Telepon
021 2246 6076
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)
0818 SHOP DM (0818 7467 36)

Ducati Langka Cuma 2 Unit di Indonesia, For Sale…

Ducati adalah salah satu yang memikat. Makin diperhatikan, dia akan semakin menempel terus di kepala, dan demikianlah mahakarya termasuk untuk Ducati ST 3 satu ini.

Hadir sebagai salah satu koleksi yang siap dipinang di jajaran motor di DuniaMotor.com, Ducati ST3 ditujukan buat mereka yang ingin motor touring tetapi sedikit beraroma racing.

Jadi porsinya adalah sebuah motor sport-touring dengan suara khas Ducati, dan yang menarik adalah kelengkapan original-nya.

Disebut hanya ada dua di Indonesia, Ducati ST3 ini dijual komplet dengan tas-tas touringnya, original Ducati. Jadi jika tanpa tas maka dia adalah motor sunmori yang berporsi sport-touring, maka saat tas-nya dipasang dia ready buat lintas provinsi.

Kanlpot original, dengan spidometer digital, ciri khas ke-Ducati-annya bisa didengar saat dinyalakan. Suara “cling-cling” kopling kering bisa didengar seiring tampilan “tarian” mekanisme perangkat tersebut yang terpampang di sisi kanan bawah.

Dengan dua knalpot bodi panjang yang “adem”, Ducati ST3 juga disediakan aksesori spesial original bawaan berupa charging. Ini akan memudahkan penggunanya saat perawatan baterai sehingga sebisa mungking ready saat akan dipakai.

Legal dengan surat-surat komplet (STNK/BPKB/faktur A), pemilik sebelumnya cukup apik karena masih menyimpan pula kunci asli, cadangan, dan red key.

Berkubikasi mesin 992 cc dengan daya 102 HP dan jarak tempuh 22.160 km, Ducati Sport Touring sudah ganti ban baru tebal Michellin Pilot, ganti timing belt, ganti oli, ganti oli shock depan, kanvas rem belakang, ganti rantai dan rear gear, master rem Brembo belakang, dan sudah setel kerenggangan klep.

Artinya, dia tinggal gas saja, dan dibanderol dengan harga buka Rp 175.000.000. Kapan lagi punya Ducati langka cuma dua unit di Indonesia. Mumpung lagi dipajang di DuniaMotor.com. Sikat!

DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910

JAM BUKA

SENIN – JUMAT
09.00 -18.00

SABTU | TUTUP

MINGGU II & IV/TANGGAL MERAH
11.00 – 17.00

TELEPON
0818 HALO DM (4256 36)
0818 SHOP DM (7467 36)
0818 CALL DM (2255 36)

Charger Motor KUMA Desain Inggris, Senjata Panas-Hujannya Ojek Online

Mau tahu rasanya riding seharian di Jakarta? Bisa tanya sama Babang Ojek Online (Ojol). Mereka bisa benar-benar di jalan berjam-jam dari pagi sampai mau pagi lagi. Senjatanya pun cuma dua. Smartphone yang online sama charger langsung dari motor.

Soalnya kalau cuma andalkan powerbank pasti ujung-ujungnya mesti diisi lagi karena habis. Sementara charger motor mengandalkan aki yang listriknya akan terisi lagi kalau mesin sepeda motor bekerja.

Memang, charger motor jadi andalan. Tapi driver ojol Bang Rudin yang datang jauh-jauh dari Pamulang ke DuniaMotor.com di Jakarta Garden City, cari satu produk yang namanya KUMA.

“Kalau yang biasa saya pakai agak kurang aman. Misalnya, yang lama ini kalau saya taruh di dasbor motor matik saya mesti dikasih plastik karena takut kena air hujan. Kalau ini (KUMA) kan sudah ada pelindung anti air-nya. Kalau dari review-nya sih dihujanin dibasahin gapapa,” kata dia.

Bukan fanatik sama produk desain Inggris, tapi KUMA bikin dia penasaran sama kualitasnya. Dia pun langsung memuji-muji waktu KUMA itu dibuka dari kardusnya dan coba dites.

“Biasanya ada harga ada rupa. Kita (ojol) kan hidup di jalanan. Kalau beli yang asal-asalan, efeknya ke benda lain. HP jadi rusak, aki jadi rusak,” kata dia.

Pengendara Mio ini bilang waktu lihat KUMA, dari spek dan bentuknya saja sudah meyakinkan. Tampilannya pun kata dia sudah paten.

“Kalau sampai charger motor masuk sini (DuniaMotor.com) pasti bukan barang murahan.(DuniaMotor.com) berani punya barang ginI (artinya) berani diadu. (Kalau charger motor yang lain kadang bukan nambah daya, malah kurangin daya,” kata dia.

Bang Rudin pun mengaku kalau dia saban hari berangkat pukul 06.00 dan kadang baru pulang pukul 08.00-09.00 malam.

“Ya ini jadi senjata kita di jalan selain HP. Keluar di jalan pagi ke malam kalau enggak punya senjata, ya enggak bisa. Apalagi cuaca lagi begini,” kata dia lagi sambil memuji karet tambahan untuk melindungi slot USB dari air plus adanya sekring untuk memutus hubungan pendek arus listrik.

CEK HARGA PRODUK DI SINI

Kontak
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910

Telepon
021 2246 6076
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)
0818 SHOP DM (0818 7467 36)