Recall Yamaha TMAX Indonesia, Begini Proses Penggantian Part-nya

Skutik paling besar di keluarga MAXI Indonesia, Yamaha TMAX, dikabarkan mendapat status recall. Informasi resmi sudah disampaikan pihak Yamaha Indonesia via situs mereka terkait skutik bermesin 530 cc ini.

Menurut Yamaha, mereka menemukan perlunya suatu pemeriksaan lanjutan pada komponen main stand (kode part BC3-27111-00) berkaitan dengan fungsi penyangga sepeda motor.

“Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas produknya, Yamaha akan melaksanakan penggantian komponen main stand (BC3-27111-00) secara gratis untuk unit T-Max dengan nomor rangka JYASJ1450J0013801 – JYASJ1450J0016880,” ujar Yamaha.

Bagaimana prosesnya? Simpel saja. DuniaMotor.com–dengan TMAX yang terdata masuk di urutan nomor rangka tersebut–menghubungi Yamaha, dalam hal ini Yamaha Flagship Shop Jakarta (Yamaha DDS) Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Pihak Yamaha kemudian mengoordinasikan jadwal kedatangan, dan tidak sampai setengah jam DuniaMotor.com pun dipersilakan meluncur ke lokasi.

Yamaha DDS Cempaka Putih punya area spesial buat motor-motor CBU-nya. Masuk di area lobi, motor pun diurus langsung di area yang sama–berpagar kaca pendek–sebelah ruang tunggu bersofa lebar.

Sesuai informasi, penggantian cukup simpel berupa stand atau standar dua. Mekanik menjelaskan bahwa recall ini sendiri bukan didasari kasus di Indonesia, melainkan di luar negeri.

Standar dua tersebut menurutnya punya problem di bagian sambungan las sehingga rentan jatuh. Sekalipun tidak terjadi di Indonesia, Yamaha tetap menerapkan recall untuk penggantian gratis.

Part yang diganti pun berupa standar dua dan juga per. Mengingat penggantian hanya pada part tersebut, prosesnya sendiri tuntas di kisaran setengah jam. Usai dites oleh mekanik, TMAX pun lanjut gass lagi.

 

Kepikiran punya TMAX?
Knalpot sport SC Project Italia juga tersedia
Silakan kontak kami

DUNIAMOTOR
Jakarta Garden City,
Ruko The Avenue No 8055,
Cakung, Jakarta Timur

TELEPON
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)

Brake Caliper Aduhai… Brembo GP4-RX Bikin Silau

Silaaauuu Meen. Permukaan Brembo GP4-RX yang diracik untuk kebutuhan MotoGP ini memang bikin mata menipis–nyengir kuda karena hasil nickel coating.

Digarap pakai mesin CNC yang presisi, nickel coating sendiri terkenal lebih tahan korosi soalnya ketebalannya dinilai lebih konsisten. Kalau sudah tahan korosi, artinya dia lebih awet dan meminimalkan biaya perawatan.

Tampilannya bisa dibikin begitu karena memang mampu dibentuk untuk permukaan yang rumit. Alhasil, hasil cetakannya juga presisi sesuai dengan gambar rancangannya.

Ditambah dengan garapan desain yang compact, Brembo GP4-RX enggak lagi buang ruang buat pin penahan pad kampas. Brembo mendesainnya supaya pad sudah menyatu dengan bodi kaliper. Semuanya pun jadi solid sekaligus enteng.

 

Solid karena Brembo terkenal membuat kaliper dengan material monoblok–satu blok material dipahat utuh. Dipahat dari satu blok aluminium yang terkenal ringan, Brembo GP4-RX akhirnya hanya berbobot 1.000 gran aja.

Pengaruh dari material monoblok ini tentu saja pada resistensi dan konsistensi kerja saat pengereman–yang kualitasnya diandalkan banget buat moge sport. Apalagi di sini Brembo melebarkan piston jadi 32 mm yang total ada 4 piston di satu kaliper.

Dijual untuk cakram rem depan (jarak baut 108 mm), Brembo GP4-RX yang satu paket berisi dua part ini jadi suguhan yang to the max.

Mau? Kontak:

DUNIAMOTOR
Jakarta Garden City,
Ruko The Avenue No 8055,
Cakung, Jakarta Timur

TELEPON
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)

Beres di Italia, Kawasaki Z900 Edisi 2020 Mendarat di Jakarta Timur

 

Kawasaki Z900 edisi 2020 yang luncur di EICMA Milan mendarat di DuniaMotor.com. Banyak yang sepakat kalau ini adalah motor enak dengan riding position nyaman, fitur macam-macam, performa mantul, dan harga yang menyenangkan untuk motor ber-cc sebesar ini.

Untuk 2020, apa yang beda? Lampu depan dan visor-nya lebih rebah sehingga terkesan lebih runcing. Perubahan lain bisa dilihat di sepatbor depan, undercowl, sama shroud-nya.

Yang disediakan DM, warnanya juga beda. Contohnya adalah ini, kelir hitam dengan aksen merah.

Transmisinya masih 6-speed, dan dia memakai ASSIST & SLIPPER CLUTCH yang bikin tarikan kopling enteng tapi gak kaget waktu turun gigi tiba-tiba.

Ada tombol Riding Modes yang dikombinasikan sama KTRC atau Kawasaki Traction Control dan Power Modes). Efeknya bikin tarikan terkontrol waktu jalan licin, dan gasss sesuai kebutuhan dengan Power Modes dengan pilihan L (low), M (medium), dan F (full).

Layar instrumennya TFT berwarna, yang dramatis waktu dia dinyalakan. Sementara lampunya sudah LED sehingga keren waktu dikombinasikan sama tampilan depannya yang gahar sebagai famili Sugomi Kawasaki.

Mesinnya masih mempertahankan spek sebelumnya, berkubikasi 948 cc, DOHC 125 PS Fuel Injection dengan DUAL THROTTLE VALVES atau dua katup masuk udara. Dua katup akan terbuka waktu gaspol, dan akan terbuka satu saja manakala riding santuy….

Menawarkan ERGO FIT yang menyesuaikan dengan tinggi badan rider-nya
Street fighter Kawasaki ini pakai suspensi belakang model rebah Horizontal Back-link membuatnya tersentral dan gak makan tempat.

Menurut Kawasaki, model suspensi compact ini juga membuat posisinya tidak terlalu dekat dengan panas mesin sehingga menimimalkan pengaruh panas ke minyak suspensi.

Masih banyak keseruan lain yang bisa diceritain sendiri kalau akhirnya Z900 edisi fresh ini jadi milik kamu. So, tinggal kontak ke kami.

DUNIAMOTOR
Jakarta Garden City,
Ruko The Avenue No 8055,
Cakung, Jakarta Timur

TELEPON
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)

Jakarta Helmet Exhibition 2020, “Racun” Helm dan Gear Bertebaran di Mana-Mana

Helm lovers di tahun-tahun belakangan ini secara tahunan punya tempat untuk menimba “racun” lewat Jakarta Helmet Exhibition. Segala brand dikumpulkan jadi satu lengkap dengan aksesori alias gear lain.

Airoh, HJC, Nolan, Arai, Shoei, Suomy, Bell, AGV, sampai Zeus dan KYT semua berderet-deret berebut perhatian. Sebab, para distributornya kumpul bareng 22–23 Februari 2020 di lokasi baru FX Sudirman (sebelumnya di Kuningan City).

Tidak ketinggalan meja-meja yang diisi sama gerai gear, seperti t-shrit, mantel hujan, hingga brand boks motor SHAD yang hari itu ramai didatangi karena smartphone holder. Begitu juga pula komunitas Belajar Helm, bengkel spesialis skutik, sampai perwakilan Big Bike Honda yang memajang ADV 750.

Juragan Helm yang membawa deretan Airoh memajang sederet varian, termasuk satu versi tertinggi dari helm trail, Aviator 2.3 yang mirip kostum Batman karena pakai carbon kevl-ar. Dia juga punya keunikan lain.

“Jadi ini busa bagian atasnya pakai magnet, bukan model kancing jepret. Bukanya gampang,” kata Agus, owner Juragan Helm, soal helm yang bobotnya hanya 1.000 gram lebih sedikit ini.

“Racun” lain yang menarik di Jakarta Helmet Exhibition 2020 adalah helm-helm second. Helm-helm branded dengan kekurangan minor bisa didapatkan dengan harga ramah kantong.

Acara lain pun diramaikan oleh Bro Ron sendiri dari DuniaMotor.com. Dia hadir di sesi ngobrol-ngobrol, bersama sejumlah pegiat motor dan pemilik gerai hobi motor.

Bro Ron bercerita soal touring yang baru dijalani dengan rute Solo-Bali sambil menjalani sebuah tantangan yang dinamai Eco Racing Challange. Videonya bisa disaksikan di sini.

Buat yang enggak sempat datang tapi mau Suomy, Airoh, HJC, atau interkom helm Sena, bisa kontak DuniaMotor.com.

DUNIAMOTOR
Jakarta Garden City,
Ruko The Avenue No 8055,
Cakung, Jakarta Timur

TELEPON
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)

#duniamotor
#helmmotor
#helmsekut

Knalpot SC Project CR-T Khusus Ninja H2, Sadiiiissss

 

Kawasaki Ninja H2 bisa ditakar sebagai karya avant garde. Sudah bergulir lebih kurang lima tahun, sosoknya tetap saja dinilai ajaib. Entah karena bentuknya yang tidak biasa, apalagi kalau bicara performanya.

Pujian untuk performanya–baik menurut angka-angka maupun diwujudkan di atas aspal–semua sudah banyak yang sepakat.

Supercharger model sentrifugal yang dimuat di mesin turut menyumbangkan catatan spidometer hingga 300 km/jam –bahkan lebih. Ini tentu jadi suguhan adrenalin buat mereka yang dalam lelah usahanya lantas bergelar “sultan”.

Mengolah bahan bakar di mesin 998 cc inline-4 DOHC, Ninja H2 kemudian punya model pembuangan (knalpot) standar yang besar bak singgasana kaisar.

Kalau-kalau sudah kenyang dengan gaya tersebut, SC Project Italia–yang juga jadi andalan di MotoGP–membuatkan versi khusus dan didistribusikan ke Indonesia via DuniaMotor.

Tipe knalpotnya bahkan simpel dan terkenal paling galak sekalian, yakni SC Project CR-T. Salah satu pilihan muffler-nya memakai material carbon.

Carbon jelas enteng, dan modelnya kecil pula–terkenal dengan sebutan “kaleng coca-cola”. Lalu, seperti sudah jadi kultur SC Project, suara yang dihasilkan adalah dominasi raw dan bass. Bagi penyuka suara knalpot sport racikan perajin khusus ini, CR-T jadi pilihan yang paling sadiss..

Tentu kalau bicara komposisi, desainnya sudah dibuat sedemikian rupa sehingga bukan sekadar berisik–alih-alih banyak yang rindu.

Apa jadinya kalau dipasang di H2? Memang bikin penasaran sih sebab rumusnya jadi begini: avant garde + performa + superchager + suara racikan SC Project Italia.

Dengan model slip on, satu set SC Project Kawasaki Ninja H2 tipe CR-T ini dijual mencakup muffler, pipa penghubung material titanium yang pasti biru kalau panas, klem serat karbon, per dan baut, dan stiker tahan panas SC Project.

SC Project CR-T
Kawasaki Ninja H2

Rp 16.000.000

Kontak
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910

Senin – Jumat : 09.00 – 17.00

Telepon
021 2246 6076
0818 CALL DM (2255 36)
0818 HALO DM (4256 36)

SC Project CR-T Kawasaki Ninja 250FI dan Z250, Santuy…

Indahnya komposisi suara CR-T yang diracik sama perajin Italia, SC Project, akhirnya sekarang bisa dirasakan di motor super-laris Kawasaki Ninja 250 dan juga si naked Z250.

Khusus untuk di pipa buangan Kawasaki Ninja dan Z 250 produksi 2017 ke atas, diameter sambungan silincer-nya ini sudah cocix alias cocok di dua motor tadi sehingga tinggal plug lalu play.

CR-T sendiri yang terkenal sebagai knalpot “kaleng coca-cola” tapi jauh banget dari kesan kalen-kaleng ini diracang supaya merdu nan galak karena pendek dengan keluaran angin sisa pembakaran yang super bebas.

NINJA 250 SE

Merek andalan di MotoGP–khususnya Repsol Honda ini seperti sudah menjadi tradisi membuat CR-T dengan material titanium yang bukan main entengnya. Kalau silincer asli di kisaran 3-4 kg, SC Project CR-T ini satu kilogram aja enggak nyampe….

Dibuat tanpa DB killer dan artinya pol-polan, satu paket CR-T ini sudah dijual dengan kelengkapan silencer, link pipe, sticker, per, baut, plus carbon shield. Swaaagg!

SC PROJECT CR-T TITAN
KAWASAKI Z250 / N250FI 2017

Rp 7.995.000

– Knalpot slip on
– Bahan titanium
– Tipe CR-T, tidak ada DB killer
– Termasuk link pipe, stiker, per, baut, carbon shield
– Bobot di bawah 1 kg
– Pegangan ke rangka motor sudah tersedia
– Di-las detail pakai TIG
– Tinggal pasang

 

DUNIAMOTOR
Jakarta Garden City,
Ruko The Avenue No 8055,
Cakung, Jakarta Timur
(021) 22466076
0818-225-536
0818736236

Knalpot BMW R 1250 GS, Pabrikan Italia SC Project Bikin yang Galak

 


Si boxer BMW R 1250 GS butuh suara yang lebih seru?

Mau dapat karakter ekstra kayak di tradisi SC Project Italia?

Ukuran knalpotnya juga mesti cocok?

 

Ibaratnya, ini adalah “the next level”. Kalau rasa-rasanya sudah kenyang dengar suara dari knalpot bawaan BMW R 1250 GS, maka SC Project SC1-R GT  ini diracik buat ngebangun rasa adrenalin. 

Produsen knalpot yang jadi andalan tim MotoGP Repsol Honda ini bikin knalpot yang khusus untuk BMW R 1250 GS produksi tahun 2019.

Bahas size-nya aja, SC PROJECT jadi cocok dipasang di sini karena muffler yang dipakai adalah model SC1-R GT. Hasilnya tetap dengan muffler berukuran sesuai tetapi sport. Kenapa?

Muffler besar ini dikembangkan dari balapan Superbike World Championship. Jadi kalau perhatikan SC Project yang terpasang di motor-motor dalam ajang ini–misalnya bisa lihat motor Jordi Torres dari Team Pedercini Racing–maka itu adalah turunannya.

Bobot knalpot yang diet jadi salah satu aspek kenapa dia mendukung unsur sport–yang juga merupakan tradisi SC PROJECT. Kalau mau dikomparasi, bobotnya terpangkas 2,2 kg. Artinya, bobot sebesar itu hilang. Gone. Motor dan tarikannya jadi lebih enteng.

Performanya juga jadi naik, dan seperti biasanya, SC Project sudah melakukan tes dyno buat motor yang dipasangi knalpot racikan mereka, termasuk SC PROJECT SC1-R GT untuk BMW R 1250 GS 2019 ini.

Power yang menggelontor dari mesin BMW R 1250 GS 2019 gara-gara desain knalpot bermaterial bodi muffler titanium dan ujung akhir (enc cap) carbon ini bisa naik di putaran 7.250 rpm dari 129,6 HP menjadi 132,2 HP.

Sedap-lah pokoknya….

SC PROJECT SC1-R GT
BMW R 1250 GS 2019

Rp 15.500.000

SPESIFIKASI
Knalpot slip on
Bodi muffler titanium
Link pipe stainless steel AISI 304
End cap bahan carbon
Ada DB Killer
Kelengkapan: baut, per, stiker, buku manual, carbon shield
Berat knalpot bawaan 5,4kg
Berat knalpot SC Project 3,2 kg

DUNIAMOTOR
Jakarta Garden City,
Ruko The Avenue No 8055,
Cakung, Jakarta Timur
(021) 22466076
0818-225-536
0818736236

Sena Terbaru Seri 50S dan 50R Akhirnya Hadir

Akhiiirrrnyaaa.. DuniaMotor memperkenalkan Sena terbaru yang berkode angka “50”. Dua model bisa dilihat dengan tampilan yang berbeda, yakni Sena 50S dan 50R.

Teknologinya baru dengan kualitas mesh yang kini 2.0 dan Bluetooth terkini 5.0. Keunggulan teknologinya sama, sementara perbedaan utama keduanya adalah tipe tombol.

Sebab, 50R adalah Sena dengan tipe tiga tombol yang terdiri dari tombol tengah, plus, dan minus, serta satu tambahan tombol untuk mesh di belakang

Sementara, Sena 50S seperti juga keluarga “S” yang menggunakan tombol putar jog dial dan satu tombol telepon atau phone button. Di luar itu, ada satu tombol tambahan di atas yang berfungsi untuk mengaktifkan mesh.

Belum bisa dijawab kenapa kode serinya adalah “S” padahal sebelumnya ada 30K untuk Sena tipe Bluetooth dan Mesh. Namun lebih jauh, mari kenali Sena 50S dan 50R ini.

BENTUK FISIK BEDA

Ukuran 50S terbilang sama jika dibandingkan dengan Sena 30K. Sementara 50R lebih kecil dan mengingatkan pada bentuk Sena 10R yang memang kecil dan tipis. Makanya, ia dinamai Sena yang “low profile”.

Soal desain, Sena 50S dan 50R punya aksen pewarnaan silver atau polished gray. Lalu untuk 50S, tombol putar atau jog dial tidak lagi memiliki aksen kisi-kisi di pinggiran-pinggirannya, tetapi kini dengan satu bilah panjang saja yang memiliki warna seirama dengan bodinya.

Aksen pewarnaan silver atau polished gray. Tombol putar
atau jog dial tidak lagi memiliki aksen kisi-kisi

Antena pun tersedia di keduanya, dan merupakan antena mesh. Sementara bentuk sirip hiu di belakang merupakan antena untuk Bluetooth.

Speakernya lebih tipis dengan bagian pinggiran yang sudah dipangkas sedikit dan sudah lebih nge-bass lagi dibanding sebelumnya.

 

Soal clamp kit, bentuknya juga sama seperti yang digunakan untuk 30K dan 20S Evo. Namun, belum ada informasi lebih lanjut apakah clamp kit dengan speaker HD terbaru ini akan dijual terpisah dan bisa digunakan oleh Sena 30K, Sena 20S Evo, ataupun Sena 20S.

Salah satu kabel disertai boks WiFi supaya
bisa update firmware otomatis

Kabel charger dengan kepala USB tipe C, dan salah satu kabel disertai boks WiFi atau diistilahkan WiFi Pack supaya Sena 50S atau 50R ini bisa update firmware otomatis setelah diawali proses koneksi WiFi ke modul, dan asalkan tersedia pula jaringan internet.

Jadi tidak perlu colok ke komputer, pembaruan firmware bisa dilakukan sambil charging sebelum misalnya satmori atau sunmori.

Bicara charging, modul memungkinkan proses pengisian cepat atau quick charging. Sena mengklaim pengisian daya bisa 30 persen lebih cepat dibanding tipe Sena sebelumnya.

KEUNGGULAN INTERKOM DAN FUNGSI-FUNGSI LAINNYA

Penggunaan Mesh 2.0 dan Bluetooth 5.0 tentu ditujukan untuk meningkatkan kualitas komunikasi. Misalnya saja, jangkauan komunikasinya bisa sampai 2 km dengan ketentuan bahwa komunikasi terjadi di kondisi terbuka, bukan saat melewati gedung, pohon, ataupun bukit.

Selayaknya mesh, cara koneksinya tinggal tekan tombol. Dengan demikian, proses koneksinya akan bekerja sendiri, asalkan para pengguna berada di dalam jangkauan.

Yang menarik, komunikasi via Mesih ini bukan hanya terdiri dari komunikasi terbuka atau tertutup alias private, tetapi juga terbagi ke dalam channel-channel. Dengan kata lain, komunikasi via Mesh bisa dibagi dalam grup-grup tersendiri yang bisa diisi 26 pengguna.

Komunikasi via Mesh ini bukan hanya terdiri dari komunikasi terbuka atau tertutup alias private, tetapi juga terbagi ke dalam channel-channel.

Satu lagi yang menarik, Bluetooth di Sena 50S dan 50R ini bisa menjadi jembatan bagi Sena-Sena yang hanya memiliki Bluetooth untuk terhubung dengan grup Mesh, misalnya bagi pengguna Sena 10C, 10C Evo, 20S, dan 20S Evo.

Di luar ini, Sena 50S dan 50R masih memiliki fungsi unggul yang sudah ada sebelumnya. Keduanya juga bisa music sharing.

Lalu, dua-duanya juga memiliki Advanced Noise Control untuk meredam suara luar. Misalnya meredam suara knalpot,lingkungan, dan lainnya sehingga seolah-olah para pengguna ngobrol di dalam ruangan.

Sena yang akan punya aplikasi tersendiri ini juga masih memiliki fungsi audio multitasking, radio FM, dan satu lagi adalah pengenalan suara yang diaplikaskan ke Google Assistant atau Siri.

SPESIFIKASI
Sena 50S dan 50R

– Mesh 2.0
– Bluetooth 5.0
– Koneksi ke banyak rider via Mesh
– Pembagian hingga 9 channel atau grup via Mesh
– Koneksi 6 rider via Bluetooth
– Jarak koneksi 2 km jika tanpa penghalang
– Terhubung ke Google Assistant dan Siri
– Kabel WiFi untuk update firmware otomatis
– Isi daya cepat
– Advanced Noise Control
– Radio FM
– Speaker HD

Kontak

DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910
Senin – Jumat : 09.00 – 17.00
Tlp: 021 2246 6076
0818 CALL DM (2255 36)
0818 HALO DM (4256 36)
Line ID: @duniamotorcom

VIDEO

Fabio Quartararo Resmi ke Yamaha Factory MotoGP, Rossi Buka Suara

 

Baru turun di 2019 dan langsung konsisten gas pol. Fabio Quartrarao akhirnya bikin portofolio yang bagus untuk dilirik Yamaha Factory Racing. Ia pun resmi digaet tim pabrikan untuk MotoGP musim 2021.

“Aku gembira dengan apa yang telah dicapai manajemenku beberapa bulan terakhir ini bersama YMC. Usaha ini enggak mudah, dan sekarang aku punya plan jelas untuk tiga tahun ke depan dan ini membuatku benar-benar bahagia,” kata Fabio.

“Usaha ini enggak mudah,
dan sekarang aku punya plan”

Momennya bertepatan dengan kebimbangan Valentino Rossi terhadap kontrak baru sehingga Yamaha Factory Racing memutuskan Vinnales dan Fabio dalam satu paddock di next putaran.

“Saya mengkonfirmasi bahwa saya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan dan membutuhkan lebih banyak waktu. Yamaha telah bertindak sesuai dan menyimpulkan negosiasi yang sedang berlangsung,” kata Rossi.

Alhasil, Fabio kebanjiran selamat. Dengan kabar baru ini, maka sang rookie berarti akan melambaikan tangan kepada Petronas Yamaha Sepang Racing Team dan menjajal Yamaha M1 spek terbaru.

“Kami sangat senang Fabio akan bergabung dengan line-up tim MotoGP Yamaha Factory Racing 2021 dan 2022. Debutnya di MotoGP sangat sensasional. Enam posisi pole dan 7 podium di musim 2019. Untuk musim yang akan datang, dia akan diberikan YZR-M1 spesifikasi pabrik dan menerima dukungan penuh dari Yamaha,” kata Lin Jarvis, pimpinan tim Yamaha Factory Racing.

Ahuy! Energi baru buat Yamaha lovers dan MotoGP….

Ready
– knalpot SC Project ori Italia
– knalpot branded lainnya
– helm HJC
– helm Airoh
– helm Zeus
– aksesori motor dari Italia, CNC Racing
– cover radiator
– Trail-trail special engine, Yamaha YZ series

Setang Ducati Scrambler Terasa Kurang Tinggi, Bisa Tambah 2 Cm

Mau punya Ducati Scrambler atau sudah punya dan butuh setang yang lebih tinggi? Bisa sih sebenarnya dinaikkan 2 cm lagi supaya rileks.

Motor-motor scrambler yang memadukan fungsi trail, klasik, sport dan cenderung dianggap cocok buat harian belakangan jadi tren.

Salah satu jenis motor ini diluncurkan Ducati di Indonesia dengan nama sama, Ducati Scrambler.

Saat masuk Indonesia, motor ini pun cukup diminati mengingat harga dan bentuknya yang bersahabat bahkan untuk penggunaan harian.

Salah satunya karena posisi yang tegak, diringi model handlebar atau setang model tracker yang khas rata di tengah lalu naik sekian derajat saja di kanan-kiri handle-nya.

Khusus untuk Ducati Scrambler, diameter handlebar yang dipasangkan adalah 28,6 mm atau diistilahkan fatbar.

Sebenarnya handlebar ini sudah cocok dengan posisi duduk, bisa disetel maju mundur, dan nyaman.

Namun, buat kebanyakan postur Asia tepatnya di Indonesia, mungkin butuh posisi yang lebih tinggi lagi.

Problemnya, butuh material yang khusus sebab bagaimanapun ini adalah sebuah moge yang bobot dan dayanya punya perhitungan tersendiri.

Solusinya bisa dengan mengganti dudukan handlebar dari CNC Racing Italia, atau dari brand satu daerah, Italia.

Dudukan ini dinamai “Riser top with dashboard holder Ducati Scrambler”. Satu set sudah termasuk dashboard holder karena model Ducati Scrambler memakai model dashboard yang seperti melayang menyatu dengan pegangan handlebar ini.

Material pegangan ini sendiri solid aluminium yang permukaannya sudah anodized. Jadi selain enteng, kualitasnya jempol dengan kemampuan tahan-korosi.

CNC Racing Riser top with dashboard holder Ducati Scrambler ini sendiri bisa ditemukan di DuniaMotor di Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur.