Setang Ducati Scrambler Terasa Kurang Tinggi, Bisa Tambah 2 Cm

Mau punya Ducati Scrambler atau sudah punya dan butuh setang yang lebih tinggi? Bisa sih sebenarnya dinaikkan 2 cm lagi supaya rileks.

Motor-motor scrambler yang memadukan fungsi trail, klasik, sport dan cenderung dianggap cocok buat harian belakangan jadi tren.

Salah satu jenis motor ini diluncurkan Ducati di Indonesia dengan nama sama, Ducati Scrambler.

Saat masuk Indonesia, motor ini pun cukup diminati mengingat harga dan bentuknya yang bersahabat bahkan untuk penggunaan harian.

Salah satunya karena posisi yang tegak, diringi model handlebar atau setang model tracker yang khas rata di tengah lalu naik sekian derajat saja di kanan-kiri handle-nya.

Khusus untuk Ducati Scrambler, diameter handlebar yang dipasangkan adalah 28,6 mm atau diistilahkan fatbar.

Sebenarnya handlebar ini sudah cocok dengan posisi duduk, bisa disetel maju mundur, dan nyaman.

Namun, buat kebanyakan postur Asia tepatnya di Indonesia, mungkin butuh posisi yang lebih tinggi lagi.

Problemnya, butuh material yang khusus sebab bagaimanapun ini adalah sebuah moge yang bobot dan dayanya punya perhitungan tersendiri.

Solusinya bisa dengan mengganti dudukan handlebar dari CNC Racing Italia, atau dari brand satu daerah, Italia.

Dudukan ini dinamai “Riser top with dashboard holder Ducati Scrambler”. Satu set sudah termasuk dashboard holder karena model Ducati Scrambler memakai model dashboard yang seperti melayang menyatu dengan pegangan handlebar ini.

Material pegangan ini sendiri solid aluminium yang permukaannya sudah anodized. Jadi selain enteng, kualitasnya jempol dengan kemampuan tahan-korosi.

CNC Racing Riser top with dashboard holder Ducati Scrambler ini sendiri bisa ditemukan di DuniaMotor di Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur.

Ninja 250 Mesin 4 Silinder ZX25R Pasti Masuk Indonesia?

Ninja ZX25R pasti masuk Indonesia? Sejatinya kita harus selalu banyak berdoa. Di sisi lain, PT Kawasaki Motor Indonesia menjamin motor ini PASTI DATANG!

Ninja 250 empat silinder memang jadi hype. Dia bukan cuma jadi satu-satunya di era ini, setelah dulu Suzuki yang punya lewat tipe Bandit.

Ninja 250 empat silinder juga mimpi yang jadi kenyataan. Sebab, ide ini dianggap fantasi, dan terlalu lama sudah jadi wacana (setidaknya hitungan tahun) sebelumnya akhirnya muncul di Tokyo Motor Show 2019.

Bocoran infonya belum banyak. Tapi begitu benar-benar muncul dalam bentuk asli, yang inden pun langsung banyak.

Mesin 4 silinder segaris jadi bocoran di samping sasis trelis baru (pengembangan dari WSBK). Suspensi depan SFF-BP. Kaliper rem depan monoblock. Suspensi belakang horizontal.

Kawasaki Traction Control juga disebut-sebut sudah tersemat. Lalu ada power mode. Satu lagi adalah Kawasaki Quick Shifter.

Nah, PT Kawasaki Motor Indonesia mulanya sempat bilang belum mau terima inden. Namun, mereka menyatakan pasti masuk diiringi semacam “teaser-teaser”. Coba saja lihat Instagram mereka.

Jaminan pasti datang lalu diutarakan langsung beberapa waktu lalu. Ujaran itu keluar dari Head of Marketing PT Kawasaki Motor Indonesia Michael Tjandra Tanadi.

“Ninja 250 empat silinder sudah ada statement dari kami pasti dijual. Soal harga, sangat cocok. Soalnya kami sudah dikejar-kejar terus kapan keluarnya,” kata Head of Marketing PT Kawasaki Motor Indonesia Michael Tjandra Tanadi.

Bikin geregetan sih ya, seperti apa nanti waktu motor yang dinamai ZX25R. Seenggaknya Kawasaki sudah membocorkan suaranya di YouTube mereka. Bersyukurlah, wahai kalian yang sudah inden. Owyezz!

 

Kontak
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910
Senin – Jumat | 9.00 – 17.00
Tlp: 021 2246 6076
0818 CALL DM (2255 36)
0818 HALO DM (4256 36)
Line ID: @duniamotorcom

Nikmati cicilan 0% x12bulan disini :
BLIBLI: Dunia Motor
TOKOPEDIA: duniamotorcom-DM
BUKALAPAK: DuniaMotorcom
SHOPEE: duniamotorcom

Yamaha YZ65, Motocross Jet buat Anak-Anak 8-10 Tahun

Motocross jet? Ini yang bakal diceritain di sini, soal keunikan xtreme bike for kids, Yamaha YZ65. Terutama soal tarikannya.

YZ65 sendiri dibuat untuk anak-anak yang mau main motocross dengan mesin yang udah jadi. Atau bisa juga untuk mereka yang mau ikutan kompetisi SE 65 di ajang motocross, termasuk di dalam negeri.

Anak-anak kan suka sama hal-hal aktif. Kalau mereka udah di usia SD, dan memang nantinya mau diajak main motor offroad, atau bahkan serius buat kompetisi sekalian, maka motocross mini ini-lah mainannya.

Pas buat usia berapa? Dengan velg depan 14 inci dan velg belakang 12 inci, YZ65 tinggi jok 74-75 cm. Beberapa anak yang naik disebut bakal ideal kalau bobotnya kisaran 30-40 kg. Yang punya bobot segini biasanya anak-anak kisaran 8-10 tahun.

Mereka punya motor yang ideal buat latihan ngegas, main kopling, atur tenaga, manuver, melalui tanjakan dan gundukan-gundukan. Yamaha YZ65 ini sendiri pakai shock KYB dengan jarak main 21-22 cm (depan) dan 26-27 cm (belakang).

Bisa kebayanglah pas motor menghadapi gundukan-gundukan dengan cepat, atau mungkin bahkan terbang dan mendarat. Suspensi belakang main banget!

Kestabilan juga didukung sama rangka bodi model steel-tube, sementara subframe dan swingarm aluminium.

Masuk ke tarikan mesin, karbu-nya dari Keihin PWK28 untuk atur asupan bensin di mesin 2-tak. Transmisinya model close-ratio 6-percepatan.

Nah, motor ini disetel delay sebentar (sebentar banget!) saat buka gas pertama kali, mungkin supaya enggak kaget.

Tapi setelah itu dayannya tersedia buat speed ataupun saat butuh torsi. Dua poin itu dimungkinkan karena teknologi legendaris: Yamaha Power Valve System.

Penjelasannya begini. Di mesin dua tak, port timing itu vital. Kalau timing pembuangan cepat, dia bagus di kecepatan tinggi. Kalau timing pembuangan lambat, dia bagus di torsi.

Nah, timing pembuangan YZ65 dikontrol dengan menggunakan katup variabel Yamaha Power Valve System. Jadi, timing yang lebih efektif ini bisa sesuai sama setiap level rpm.

Singkatnya, YZ65 pas buat anak-anak yang memang arahnya ke extreme sport. Ini bisa jadi “triger” juga untuk nemenin ayah/ibunya yang mau cross country pakai YZ yang lebih gede.

 

HARGA
Rp 68.100.000

 

Kontak
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910
Senin – Jumat | 9.00 – 17.00
Telepon/WA:
021 2246 6076
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)
Line ID: @duniamotorcom

Nikmati cicilan 0% x12bulan disini :
BLIBLI: Dunia Motor
TOKOPEDIA: duniamotorcom-DM
BUKALAPAK: DuniaMotorcom
SHOPEE: duniamotorcom

Mau Rekam Obrolan Riding di GoPro 3 atau 4, Itu Dia Masalahnya!

Mau rekam video dan obrolan waktu riding bareng, tapi gak mesti teriak-teriak. Buat yang punya GoPro 3 atau 4 dan versi plus di antaranya, cara rekam obrolan dan video bisa pakai alat satu ini.

Namanya Sena AudioPack. Dia semacam alat tambahan yang dipasang di GoPro 3 atau 4 dan versi plus dan punya lebar sama tapi dengan ketebalan yang lebih pipih.

Nah, kalau kita ngobrol sambil riding, kan biasanya kita pakai interkom helm. Misalnya aja riding 2-3 orang dan sama-sama pasang Sena di helm masing-masing.

Salah satu rider Sena yang memakai GoPro bisa memasangkan Sena AudioPack ini. Cukup koneksikan atau pairing Sena dengan AudioPack, selanjutnya obrolan bisa masuk dalam rekaman video di GoPro.

Seru banget sih, meski baru ngebayangin doang. Segala bercandaan bisa masuk di sana, apalagi kalau ada momen-momen kocak.

Di Sena AudioPack ini, kita bisa on atau off mic khusus. Kira-kira mirip Sena yang punya Advanced Noise Controled. Jadi, kita bisa atur mau rekam suara luar atau cuma obrolan, atau cuma rekam suara kita sendiri, atau musik yang kita nyalain.

Intinya, Sena AudioPack bisa jadi rekomendasi kalo-kalo liburan panjang mau dimanfaatin buat riding bareng naik motor plus rekam-rekam momen pakai GoPro 3 atau 4.

Kalau belum punya Sena, beli dulu satu unit, lalu koneksikan ke GoPro dengan Sena AudioPack ini.

Sena Audiopack
Rp 1.850.000

– Dapat casing transparan anti-air
– Khusus GoPro 3, 3+, 4, 4+

Hubungi
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910
Senin – Jumat | 9.00 – 17.00
Tlp: 021 2246 6076
0818 CALL DM (2255 36)
0818 HALO DM (4256 36)
Line ID: @duniamotorcom

TOKOPEDIA
BUKALAPAK

BLIBLI
INSTAGRAM

Celana Touring Musim Hujan, Contin Centour

Suka riding dan kadang khawatir jatuh apalagi musim hujan yang gampang bikin lepek?

Hujan sepatutnya kita syukuri. Sedap! Namun berada di jalan berlama-lama dalam kondisi lepek bisa juga dihindari dengan mengenakan pakaian yang tepat.

Contohnya celana Contin Centour yang bahannya spesial ini. Paduannya adalah Polyspun D300 dan material Balistic D1682.

Polyspun merupakan serat sintetis (polyester) yang pengerjaannya dipintal dan hasil akhirnya tidak gampang kusut dan cepat kering.

Sementara Balistic adalah kain yang tahan air. Di dalamnya, Contin Centour menggunakan celana tambahan untuk fungsi tahan air tadi.

Apa jadinya kalau pakai celana dengan paduan dua bahan ini? Pas buat touring antar-kota. Apalagi kalau lagi musim hujan. Badan enggak kedinginan. Terpapar hujan pun cepat kering.

Hujan, jalan licin, sliding pun agak-agak menghantui. Di kondisi ini, protektor jadi andalan. Baik itu di siku atau lutut. Tapi di Contin, jaket dan celana yang mereka buat udah punya protektor.

Protektornya terpasang di seputar area lutut. Bahannya lentur sehingga gerak siku kaki tetap luwes. Protektor ini sendiri bisa dilepas kalau-kalau tidak mau pakai. So, satu celana ini udah jadi sepaket fungsi buat kamu.

 

HARGA
Rp 635.000

 

SPESIFIKASI
• Kombinasi bahan Polyspun/D300 dan Balistic D1682 tahan angin & air
• Protektor lutut dapat dilepas
• Lapisan dalam tahan air yang dapat dilepas
• Ventilasi untuk pendinginan
• Siku kaki depan belakang punya bahan yang meregang
• Garis reflektif supaya terlihat orang lain di malam hari
• Tali pengikat pinggang dan paha bisa disesuaikan
• 2 kantong belakang depan dan 2 ritsleting untuk penyimpanan yang aman

Mau?

Kontak
DUNIAMOTOR
Jakarta Garden City
Rukan The Avenue No.8055,
Kec. Cakung, Jakarta 13910

TELEPON:
(021) 22466076
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)
Line: @duniamotorcom

BLIBLI
TOKOPEDIA

Ganti Knalpot Sport Yamaha TMAX, Pakai SC Project Plug and Play

Skutik Yamaha TMAX adalah puncaknya skutik di jajaran Yamaha, khususnya di Indonesia. Jenisnya memang matic, tetapi dengan segala rupa fitur dan punya mesin 530 cc.

Bagi yang sudah membidik motor berharga Rp 300 jutaan ini–yang kalau lewat biasanya bikin nengok–ada opsi buat naik level lagi dengan ganti knalpot SC Project.

Produsen yang jadi andalan di MotoGP itu bahkan membuat knalpot ini full system dengan muffler SC1-R.

Tipe SC1-R adalah tipe muffler yang dikembangkan dari balapan Superbike World Championship. Jadi, tim SC memakaikan knalpot tipe ini di motor-motor balap ajang tersebut lalu dikembangkan kembali sebagai versi jalanan.

Jadi ini adalah knalpot buat jalanan dengan material pilihan karbon dan ada juga yang titanium.

SC sudah memaketkan muffler ini dengan braket untuk dipasangkan ke dudukan di T-MAX. Jadinya, tidak usah bikin atau cari braket tambahan. Sementara itu, header-nya pakai stainless steel dengan standar tinggi, Aisi 304.

Menurut tes dyno yang hasilnya ditunjukkan, SC Project TMAX berbobot total 5,6 kg ini bisa tambah power 2,5HP pada 5.750 rpm dan tambah torsi 3N.m pada rpm yang sama.

Harganya? Di DuniaMotor.com dia dibanderol Rp 18.500.000. Jangan lupa, ini sudah siap pasang. Soalnya udah satu set dari depan ke belakang a.k.a full system.

SC PROJECT SC1-R
YAMAHA T- MAX 530
2017-2019

– Knalpot full system.
– Bahan carbon + header stainless steel.
– Type SC1-R.
– Outlet diameter 40mm.
– Braket dilas.
– Ada DB killer.
– Berat 5,6 kg
– Power +2.5HP @5750
– Torsi +3N.m @5750

Mau?

Kontak
DUNIAMOTOR
Jakarta Garden City
Rukan The Avenue No.8055,
Kec. Cakung, Jakarta 13910

TELEPON:
(021) 22466076
0818 CALL DM (0818 2255 36)
0818 HALO DM (0818 4256 36)

Line: @duniamotorcom
Email : info@duniamotor.com
http://www.duniamotor.com/

Waduh, Kawasaki DTracker BARU Cuma Rp 23 Juta, Ninja-Ninja Diskon

Akhir tahun memang menjadi musimnya diskon dari sejumlah produk. Satu info terbaru adalah harga spesial untuk motor-motor Kawasaki.

DTracker 150, KLX 150, KLX 250 Ninja 250, Z250 Ninja RR Mono, W175 dalam kondisi baru, semua dilego dengan harga spesial. Bahkan Kawasaki DTracker hanya sekitar Rp 23 jutaan.

Padahal, label harga terkini untuk DTracker 150 adalah Rp 33 juta sampai Rp 34 juta. Kenapa kemudian ada DTracker harga di bawah label tersebut?

 

Kesemua sepeda motor Kawasaki ini merupakan produksi 2017 untuk yang Dtracker. Yang lain seperti Ninja 250 ada yang NIK 2018. Motor-motor ini seratus persen masih baru, resmi dari Kawasaki.

Selain DTracker 150 dengan NIK 2017, KLX 150 ditawarkan dengan harga spesial dengan NIK 2018, KLX 250 dengan NIK 2018 Ninja 250, Z250 Ninja RR Mono, W175.

Motor-motor ini sendiri bisa dipesan di DuniaMotor di Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. Yah, intinya tahun lama, usia 1-2 tahun, tapi baru dan ramah rekening.

DAFTAR HARGA

DTRACKER 150 (2017)                               Rp 23.650.000
DTRACKER 150 (2018)                               Rp 30.350.000
KLX 150 BF SE (2018)                                 Rp 34.900.000
KLX 250 S (2018)                                          Rp 62.200.000
NINJA 250 RR-MONO ABS (2014)       Rp 48.200.000
NINJA 250 SE (2018)                                   Rp 62.200.000
NINJA 250 ABS SE MDP (2018)             Rp 71.500.000
W175 (2017)                                                     Rp 33.350.000
Z 250 (2017)                                                     Rp 43.800.000
Z 250 (2018)                                                     Rp 52.800.000

 

Mau?

Kontak
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910
Senin – Jumat : 09.00 – 17.00
Tlp: 021 2246 6076
0818 CALL DM (2255 36)
0818 HALO DM (4256 36)
Line ID: @duniamotorcom

Test Ride Kawasaki W175TR, Motor Dual-Purpose Tampang Retro

Kalau enggak suka sama motor klasik retro, yah ini sih soal selera. Tapi kalau suka, lihat Kawasaki W175TR ini bakal bikin gemas. Apalagi pas test ride.

Kalau tinggi badan kita di kisaran 170 cm, motor yang sebenarnya versi offroad dan tinggi dari W175 ini tidak terlalu bikin kaki jinjit. Bahkan pas.

Posisi saat kita duduk di atasnya, khas motor dual purpose yang tegak. Mungkin cenderung seperti trail. Tapi kalau mau ditilik lagi, posisi tinggi itu lebih ke bagian handlebar-nya.

Handlebar ini sebenarnya lebih tinggi 30 mm dibanding handlebar standar W175 versi klasik. Prinsipnya, ini adalah motor harian dengan kelebihan sebagai motor yang jangkung a.k.a dual purpose.

“Handlebar ini sebenarnya lebih tinggi 30 mm
dibanding handlebar standar”

Indikator meter terlihat sederhana. Konsepnya kan motor retro yang cenderung simpel. Hanya ada speed, odo, lampu indikator kontak, dan indikator gigi normal.

Tes pun dimulai, Rabu, 11 Desember 2019. Kegiatan test ride ini sendiri dilakukan di kawasan BSD City dengan rute on dan off-road. Rute on-roadnya melewati area yang mulai padat dan cukup lebar.

Karena jalan lebar, enggak jarang komposisi kendaraan lainnya menyebar dan akhirnya riding mesti zig-zag atau bahkan rem mendadak karena beberapa kali ada kendaraan lain nyelonong dari arah samping.

Untuk urusan zig-zag, kontrol, termasuk pengereman, W175TR lumayan nurut. Handlebar tinggi bikin gerakan makin lincah. Terus, bebannya sendiri sudah dipangkas 5 kg dibanding W175, salah satunya lewat perampingan tangki. Tangki ramping ini juga yang bikin kita pede bahwa motor, dan gampang menganggapnya “harmless”.

“Untuk urusan zig-zag, kontrol, termasuk pengereman,
W175TR lumayan nurut”

Jalan aspal di BSD City juga menyisakan area-area yang lowong sehingga motor kerap digeber 90-100 km/jam bahkan lebih. Jangan ditiru yah, ini cuma tes performa yang dipandu pengawalan.

Giliran masuk area offroad, area yang dimaksud ini cukup variatif. Sebagian adalah area tanah lapang dan sesekali berkerikil. Khas area siap bangun di wilayah Tangerang. Di sini, roda dual purpose-nya menggigit.

Ada beberapa titik dari tanah ke tanah adalah tanjakan dengan tikungan. Handling dan ban plus performa motor teruji, dan lumayan memadai.

Menembus jalan bertanah kering dan kadang-kadang basah, yang terbayang langsung penjelasan Michael C. Tanadhi, Head Sales Promotion Dept Kawasaki Motor Indonesia.

“Buat jalan akses di perkampungan, atau jalan-jalan nginep weekend  ke perbukitan dingin”

Kata dia, salah satu alasan motor ini dibuat karena masih banyak jalan belum beraspal di Indonesia. Contohnya ya jalan akses di perkampungan seperti yang dilewati dalam tes ini. Cocok juga buat jalan-jalan nginep weekend  ke perbukitan dingin. Hmmm.

Bicara suspensi, bagian belakang terbilang rigid. Antara berpengaruh sama kenyamanan buat riding lama dan pertimbangan performa.

Yang jelas gaspol sekitar 30-40 menit saat tes ini cukup ngangenin, apalagi kalau suka bener sama desain dan paduan warna W175TR ini.

Mau W175TR?

Kontak
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910
Senin – Jumat : 09.00 – 17.00
Tlp: 021 2246 6076
0818 CALL DM (2255 36)
0818 HALO DM (4256 36)
Line ID: @duniamotorcom

Test Ride Rp 4 Miliar, Ducati V4R Knalpot Rp 66 Jt dan Desmosedici RR Rare 

 

Ini pertama kalinya dua motor super, punya spek super, dan super-mahal, disandingkan di DuniaMotor.com. Ducati Panigale V4R dan Ducati Desmosedici RR

Panigale V4R sendiri adalah tipe paling tinggi dari Panigale dengan kode R yang berarti Racing karena memang untuk hobi balap. Sementara Desmosedici RR adalah edisi terbatas yang cuma ada 1.500 unit di seluruh dunia.

Apa rasanya naik dua motor ini? Bro Ron menceritakannya sambil memakai Sena 10 CPro yang  fitur Advanced Noise Control di Sena-nya aktif jadi fokus ke suara Bro Ron, dan sedikit suara dua motor ini.

Ducati V4R yang pasang SC Project jelas suarannya sadis. Bro Ron tes dengan mode sport sekalipun awalnya enggak mau terlalu ngegas karena tujuannya untuk test ride. Dari sini, kita bisa lihat peran quick sifter.

Tanpa tarik kopling, perpindahan gigi stabil tidak ada hentakan. Smooth. Bro Ron bilang kalau motor lain juga bisa shift up tanpa tarik handel kopling, tapi pas down biasanya nyentak. Di Ducati V4R rasanya tetap mulus. Bahkan Bro Ron shift down dalam kondisi tetap tarik gas. Luar biasa elektroniknya V4R.

“Bisa shift up tanpa
tarik handel kopling”

Posisi duduk bukan untuk harian, lebih nungging. Makanya, motor ini memang buat track day, breed for racing, bisa juga kalau mau sunmori. Lebih lebar sedikit dibanding Panigale keluaran sebelumnya, kalau bicara fairing-nya. Tapi overall posisinya mirip banget.

Suspensi depan belakang Ohlins. Tanpa setting kompresi hingga rebound pun, efeknya udah terasa banget. Saat tes ini, area yang dilalui banyak gelombang dan lubang. Tapi lari V4R tetap smooooooth.

Next,test ride Desmosedici RR. Yang pertama kali dirasakan adalah grogi bawa motor usia 10 tahun tapi rare dan punya nilai Rp 2 miliar. Ini juga jadi kali pertama buat Bro Ron coba motor yang spesifikasinya mengikuti spek motor MotoGP pada zamannya.

Tarikan awal cuma butuh 4.000 rpm. Hitungan detik, buka gas hanya sedikit tanpa twist, meteran menunjukkan angka 123 km/jam pada 5.000 rpm.

Suguhannya memang klasik. Selain tampilan, motor ini juga masih pakai sistem lama untuk kabel gas. Jadi, belum trottle by wire. Lalu komstir beda, agak loose.

“Tapi bisa punya motor ini
rasanya bukan main”

Mau belok dikit, dia maunya belok terus. Feeling kokpit terasa layaknya motor tua. Posisi duduk pun jauh. Tangkinya panjang banget. Rasanya lebih nungging lagi dibanding waktu duduk di Panigale V4R. Tapi bisa punya motor ini rasanya bukan main.

Kesimpulannya: R vs RR dua-duanya motor sultan. Setelah test ride, dua-duanya enggak enak buat dipakai harian. Soalnya, dua-duanya buat racing, bukan harian. Praktiknya, kita sebenarnya duduk dengan paha dalam, bukan pantat.

Catatannya, bagi sultan, ini bukan soal enak atau enggak enak karena yang penting adalah punya.

“Ini adalah motor-motor murni untuk kolektor yang suka banget sama Ducati,” ujar Bro Ron lalu bilang bahwa dia pernah punya 749, 748, 848, Panigale 1199, Street Fighter, Hypermotard 796.

Memiliki Ducati, ujarnya, artinya benar-benar niat ingin memilik Ducati, tidak memikirkan nyamannya. Kalau mau nyaman naik Ducati, kata dia, bisa pilih Multistrada. Selain itu ya sudah…

Satu catatan menarik lainnya adalah bagaimana bentuk SC Project murni titanium sesudah kena panas test ride. Warna biru akan bermunculan. Kalau tadi motor dites sampai pol dan kencang, maka warna birunya bisa sampai dekat muffler.

Motor Desmosedici RR yang merupakan koleksi Om Febs ini berharga sekitar Rp 2 miliar, sementara Panigale V4R terbaru ini Rp 2,1 miliar off the road. Ck ck ck ck…

 

Kontak

DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910
Senin – Jumat : 09.00 – 17.00
Tlp: 021 2246 6076
0818 CALL DM (2255 36)
0818 HALO DM (4256 36)
Line ID: @duniamotorcom

Motor Ducati Rp 2 M Pasang SC Project Rp 66 Juta, Bongkar-Pasang Spesial

Ducati Panigale V4R tipe tertinggi di jajaran superbike Panigale punya harga Rp 2 miliar dan kini pasang SC Project Italia

Knalpot SC ini sendiri 100% titanium tipe SC Project S1-GP yang harganya Rp 66 juta. Bener-bener motor hedon jadinya.

Ngomongin soal Ducati Panigale V4R, spesifikasinya spesial banget. Fairing-nya aja bersayap, seperti yang dipakai di MotoGP. Suspensi & damper bawaan sudah Ohlins, Terus, pengeremannya pakai Brembo.

Pasang SC Project di Ducati Panigale V4R butuh proses. Kita mesti lepas part sana-sini .

Soalnya Ducati Italia udah membuat part-part-nya terpasang “pack” jadi satu, jadi kalau mau pasang knalpot, misalnya, kita mesti lepas fairing dulu. Kita juga buka dulu bagian buritan, jok, untuk lepas tangki bensinnya.

Setelah part-part fairing mulai bisa dilepas, kelihatan deh otot-ototnya V4R. Termasuk di dalamnya, jalur-jalur udara dan jalur cairan pendingin buat radiator.

Ngomongin sedikit soal fairing Ducati Panigale V4R yang bertuliskan “Ducati Corse” ini. Harganya bisa sampai puluhan juta. Kenapa? Salah satunya karena kalau kita balik Guys, kelihatan kalau materialnya adalah carbon.

Bilah-bilah besar ini didesain menutup rapi area mesin termasuk selang-selang dan kabel-kabelnya. Meskipun kalau fairing-nya dibuka ck ck ck, tetep ganteng juga sih Si V4R ini.

Karena kita mau lepas radiator juga, mau enggak mau air radiator mesti keluar dulu Guys. Air radiatornya ini sendiri beda, udah dibuat khusus sama Ducati, jadi mesti dapat dari sana juga.

Secara bertahap, knalpot standar bisa dilepas, mulai dari katalis-nya yang jadi satu sama pipa knalpot kanan. Baru setelah itu kita lepas radiator.

Berapa ya bobot knalpot SC Project? Nah menarik banget nih kalau dibandingin. Berat satu set knalpot standar Ducati Panigale V4R itu adalah 12,075 kilogram.

Sementara, SC Project muffler S1-GP yang 100 persen titanium dengan sistem 4-2 inicuma 3,47 kilogram. Diet ketaaaatt, Guys! Dietnya hampir 9 kilogram.

Gimana hasilnya? Motor yang punya tagline “Pure Racing Adrenaline” ini galak. Apalagi kalau ditelanjangin plus buka tutup dry clutch-nya. Wiih-wiih-wiiih….

Mau?

Kontak
DUNIAMOTORCOM
Jakarta Garden City
Rukan Avenue #8055
Cakung, Jakarta Timur
13910
Senin – Jumat : 09.00 – 17.00
Tlp: 021 2246 6076
0818 CALL DM (2255 36)
0818 HALO DM (4256 36)
Line ID: @duniamotorcom